Friday, April 28, 2017

Catatan bulan ke-17,Cerita dari Maluku Menuju Ntt




Perjalanan di bulan ke-17 terangkum menjadi satu rentetan kejadian penuh kejutan dalam cerita mencoba mengelilingi Indonesia.Usang sendiri tak menyangka bisa bertahan dan tetap memutuskan terus berjalan menikmati semua pengalaman yang pernah terjadi untuk dibagi.

3 Februari 2017

Hari hari terakhir di Ambon sebenarnya usang,Muklas,Sena ingin memutuskan untuk meninggalkan daerah Maluku bersama menggunakan kapal laut,tetapi semua rencana berubah ketika Usang harus menuju ke Bima untuk menyalurkan bantuan  kepada korban pasca banjir waktu lalu sekaligus menuju Ntt tepatnya di Sumba.

Meninggalkan Ambon adalah hal terberat waktu lalu,dengan segala cerita dan menyisakan air mata tertumpah untuk dikenang.Sore kala itu usang berangkat menuju bandara dikawal oleh Tirsa,Ika,bang Fik dan bang Amin setelah pagi harinya kami mengantar Sena dan Muklas terlebih dahulu di pelabuhan Yos Sudarso,Ambon.

Usang mendapat keberuntungan yaitu tiket pesawat gratis dari Ambon Tujuan Surabaya.Tapi sebuah kesialan dating,pesawat mengalami delay kurang lebih selama 3 jam lamanya.


Sebenarnya kecewa dengan keterlambatan keberangkatan menuju Surabaya tetapi semua terobati  karena ditemani oleh mereka dengan cerita lucu sebelum berpisah.Jam menunjukan pukul 7 malam,pertanda baik muncul dari suara pemberitahuan menggema ke dalam telinga yaitu pesawat tujuan Surabaya sudah siap dan penumpang dipersilahkan untuk boarding dan masuk di ruang tunggu.


Detik detik terkhir usang luapkan dengan pelukan dan ucapan sampai berjumpa lagi di sela sela air mata lelaki yang sulit untuk jatuh membasahi pipi.Perlahan tapi pasti usang berjalan meninggalkan mereka dengan menikmati langkah kaki di tanah Maluku.

Setelah memasuki ruang tunggu tidak beberapa lama usang sudah masuk di dalam pesawat dan duduk di depan tepat di samping jendela.Hari gelap di iringi rintikan hujan membasahi jendela membuat perjalanan seakan lama.Gelisah dan rasa takut menyelimuti hehe ketahuan ya kalau usang penakut.Pesawat berjalan pelan sembari mengambil posisi untuk siap terbang dan bibir terus bergumam memanjatkan doa semoga lancer penerbangan dalam kondisi cuaca yang buruk malam itu.
Perjalanan kurang lebih 1 jam menuju ke Makassar karena harus transit.Sempat bertemu teman lama dari Balikpapan dulu bernama Erna karena dia kebetulan bertugas di Bandara Makassar.Perjalanan selanjutnya hampir sama,memakan waktu kurang lebih 1 jam juga berada disana dan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya kurang lebih sama 1jam lamanya,maaf agak lupa berapa lama jarak tempuhnya karena usang sedikit pelupa.

Akhirnya usang sampai di Bandara Juanda Surabaya dengan selamat dan malam itu sekitar jam 11 malam.Usang di jemput oleh sahabat karib nuafal dan menumpang menginap 1 malam di kontrakanya.Keesokan harinya usang bertemu dengan bang Hardi yang baru sampai juga di Surabaya pagi hari.Siang kami baru bertemu dan membicarakan perjalanan menuju Bima menggunakan kapal Pelni malam itu juga.

Sebelum berangkat kami bertiga menyusun kardus berisi buku yang cukup banyak sekitar 13 kardus.Bisa kalian bayangkan bagaimana beratnya bukan? Tapi usang ga menyerah kok tenang hehe

 
Tumpukan kardus buku

Menyeleksi dan membagi setiap kardus berisi buku dan mengkelompokanya seperti SD,SMP,dan SMA.Setelah selesai kami pergi mencari makan siang dan selanjutnya memasukan kardus kedalam mobil Bang Hardi.
Malamnya usang kedatangan teman teman yang lain seperti Haw dan beberapa yang lainya.Mereka ikut serta mengantar usang menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.Perjalanan kurang lebih 30 menit dari kontrakanya Naufal menuju Pelabuhan dengan beban yang cukup berat melebihi kapasitas.

Perjalanan cukup menyiksa akhirnya kami lewati dan tiba di pelabuhan.Bang Hardi mencari porter untuk membantu usang mengangkut ke-13 kardus ke atas kapal dan Usang sendiri membeli tiket tujuan Surabaya-Bima seharga Rp 330.000 menggunakan KM.Leuser.Porter sudah bang Hardi dapatkan dan usang segera masuk melakukan check-in dan masuk ke dalam kapal.Tapi semua tak berjalan mulus,ditengah perjalanan usang sempat mendapat masalah yaitu over bagasi dengan denda Rp1.500.000

keberangkatan dari Tanjung Perak


Sempat terkejut dan panik,bingung harus berbuat apa? Gimana ga bingung,usang sendiri aja Cuma punya uang Rp10.000 cukup buat beli kopi 1 gelas.Keringat dingin mulai mengucur membasahi kening.Usang sempat bernegosiasi dengan para petugas tapi tidak membuahkan hasil,lalu mencoba berlari keluar berharap bang Hardi dan teman teman masih ada dan bisa membantu mengatasi masalah over bagasi ini.



Syukurlah di depan mereka masih duduk dan bercerita sembari meminum kopi.Usang langsung memberitahukan kepada mereka dan meminta solusi.Setelah panjang lebar bercerita,usang dan bang Hardi masuk ke dalam untuk membantu mengatasi masalah ini.Sesampai di tempat penahanan barang,kami mulai bernegosiasi a lot dengan para petugas.Mereka masih bersikukuh dengan biaya denda di awal,tapi kami terus memohon untuk di permudah karena ini bukan barang pribadi tapi untuk donasi.Hampir 30 menit kami bernegosiasi akhirnya para petugas berparas datar itu mulai luluh an member keringan kami dengan biaya over bagasi menjadi Rp500.000 untuk ke-13 kardus.


Mulailah bisa menghela nafas dengan lega,usang sekali lagi bisa bernafas lega karena bisa lancer dan sedikit geram juga karena mereka para oknum sangat seenaknya memainkan kenakalan mereka dengan uang hasil itu.Pasti kalian mengerti dan bukan rahasia umum lagi bukan? sambil berjalan usang mengoceh sendiri ! “/?*&#@=^&# semua kata kotor terucap dengan sedikit menyindir mereka.


Usang mendapat tempat di deck 5 dekat dengan pintu keluar karena tidak ingin terlalu jauh dengan bawaan sebanyak ini.Segera merebahkan diri dan ingin segera melewati perjalanan laut selama 3 hari 2 malam menuju Bima.Keesokan harinya usang terbangun dengan perut kelaparan,sembari menunggu waktu makan siang dengan jatah makan ala kadarnya,usang menikmati beberapa bekal makanan yang di belikan oleh teman teman.Seperti biasa perjalanan begitu membosankan karena selain sendiri,usang juga tidak memiliki handphone untuk menghibur diri.Jadi sepanjang jalan hanya makan,tidur,makan,tidur hingga sampai di Bima



Perjalanan menemui titik terang alias usang sampai juga di Bima jam 2 dini.Sempat bingung karena memikirkan bagaimana menurunkan barang sebanyak dan seberat itu sendirian.Tapi usang sadar dan segera menghubungi bang Ganja dan Juplek yang waktu lalu telah usang beritahu akan kedatangan mala mini.Sempat menunggu beberapa saat dan mereka muncul remang remang kejauhan.Bergegas mereka naik dan kami bertiga satu persatu mengangkat kardus dari atas kapal menuju dermaga sebanyak 13 kali.Cukup terasa dan membuat pinggang encok layaknya pekerja buruh kasar hehe.
Nafas lega kami hela dalam dalam,semua kardus sudah turun tapi kesialan menaungi usang kembali.Tiba tiba hujan deras turun tanpa ada tanda tanda terlebih dahulu.Panik dan buru buru di sela sela instirahat kami mengangkat kardus ke sebuah pos yang tidak jauh dari tempat kami berdiri.Mendapatkan pekerjaan dua kali membuat kami semakin lelah.Hingga hari semakin terang kami tetap berteduh diantara penumpang lain yang berdiri menyesaki pos kecil itu.

Hujan mulai reda dari amukanya,kami masih menunggu bantuan dari bang Gizan dan yang lain untuk membawa semua kardus menuju basecamp Mangga 3.Kami melakukan 2 kali angkut dari pelabuhan ke basecamp,jaraknya sendiri lumayan sekitar 15 menit.Semua sudah kami angkut dan sekarang usang sudah di basecamp Mangga3 bersama teman teman Bima lainya.
Usang tinggal beberapa hari di Bima sembari menunggu teman teman yang lain,karena mereka turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.Tapi mereka overland dari pulau kepulau berangkat dari Jakarta dan Surabaya melintasi Bali,Lombok dan perjalanan 12 jam menuju Bima.

acara makan dan kumpul bersama teman di Bima

menonton pacuan kuda


Sesampainya mereka di Bima,kami sempat rehat 2 hari dengan di isi berkeliling di sekitar Bima dan mengenalkan Bima lebih dekat lagi kepada mereka.Puas rasanya menemani mereka mengunjungi beberapa destinasi seperti rumah adat,sawah spider dan pacuan kuda.Keesokan harinya kami mendapatkan cobaan,Waktu itu cuaca memang sedang buruk dan  jadwal kapal ferry sedang di hentikan atau tidak berlayar.Sudah sekitar 2 minggu aktivitas di pelabuhan terhenti dan terdapat banyak tumpukan kendaraan dan manusia memenuhi setiap sisi pelabuhan  yang menunggu kapal menyebrang kembali.



Setelah berunding dan mencari opsi terbaik,akhirnya kami memutuskan dalam perjudian pilihan kami..Semua setuju untuk pergi ke pelabuhan ferry Sape dan berdoa agar keberuntungan memihak kami dengan adanya jadwal keberangkatan menuju Waikelo,Sumba Barat Daya.

Kami berangkat menggunakan mobil pick up yang kami sewa dan membawa beberapa kardus yang sudah kami bagi untuk Bima.Malam itu sekitar jam 12 malam kami menggerinda jalanan lintas kota yang sepi dan gelap gulita.Dingin mulai memeluk kami,bagaimana tidak? Kami semua duduk di bak terbuka melewati jalan yang menyerupai ular melintasi bukit dan hutan.
Perjalanan kurang lebih 1 jam lamanya dan kami tiba di pelabuhan Sape.Kali ini keberuntungan berpihak kepada kami,ternyata info yang kami dapat ketika masih di bima akan dibuka kembali pelabuhan benar adanya.Dengan cekatan kami menurunkan barang dan membeli tiket untuk 6 orang sehraga Rp55.000/orang.

Kami berpamitan dan berterima kasih kepada bang Ganja dan yang lainya karena telah bersedia menemani dan mengantar kami hingga pelabuhan Sape.Cukup ribet kami berjalan menuju kapal dengan mengankat Kardus kardus buku yang berat.Kondisi kapal cukup sepi karena banyak penumpang memenuhi kapal yang berangkat pertama,dan di kapal yang kami tumpangi hanya ada kami dan beberapa supir mobil muatan yang mengisi.Jadi kondisi kapal yang lengan membuat kami nyaman untuk memilih tempat beristirahat.

Jam 2 malam kapal mulai berlayar dan meninggalkan pelabuhan.Kami sempat makan bersama sebelum mencari posisi untuk  tidur,berharap besok ketika bangun sudah dekat dengan Pulau Sumba.malam itu yang dingin serta cuaca yang sedikit kurang baik mengantar kami tidur.Sebenarnya sedikit takut karena gelombang cukup tinggi dan membuat takut tenggelam heheh.

Perjalanan sekitar 10 jam kami sampai di pelabuhan Waikelo dengan cuaca sedikit mendung dan gerimis.Ketika kapal sudah sandar kami begitu tergesa gesa berlari sembari membopong kardus untuk mencari tempat berteduh.Lumayan susah karena selain membawa kardus,kami juga membawa tas cukup besar dan berat sehingga nafas kami berhembus tak beratur.

Berlari lumayan jauh melintasi jalan dermaga sekitar  100 meter,baju dan carrier menjadi korban alias basah demi menjaga agar kardus tidak basah.Cukup lama kami berteduh sembari menunggu om Aswar dating menjemput.

Setelah 30 menit kami menunggu akhirnya om Aswar datang menjemput,segera kami menaikan barang barang kami.Perjalanan dari Waikelo menuju Waikabubak sekitar kurang lebih 1 jam.Sesampainya di rumah,rasa kerinduan dengan keluarga angkat di Sumba Barat begitu terasa.Aroma khas kota namun seperti pedesaan menyambut kami.Oma dan keluarga tetangga sebelah menyambut kedatangan penuh suka cita karena tidak ada kabar sebelumnya.

sampai di pelabuhan Waikelo


Akhirnya misi kami telah berhasil membawa sisa donasi buku di Sumba.Setelah selesai mengantar buku,kami sempat menghabiskan waktu dengan menghadiri acara adat Pasola dan mengunjungi beberapa tempat lainya seperti camping ceria di Taman Nasional Tana Daru di Sumba Tengah.Setelah itu teman teman pulang lebih awal menggunakan pesawat menuju tujuan daerah masing masing.

 
Festival adat Pasola

pertemuan dan perpisahan di Sumba


Hanya meninggalkan usang seorang diri dan bertahan beberapa minggu sebelum kembali menuju Bima.Saat akan pulang usang di antar oleh om Aswar menuju Waikelo,lagi lagi usang menikmati pelayaran seorang diri.Sampai di sape usang mendapat tumpangan salah satu kerabat bang Ganja dengan di jemput dan menginap selama 1 malam.Keesokan harinya usang di antar menuju jalur ke Bima untuk mencari tumpangan.

 
Mendapat tumpangan mobil Pickup menuju Bima

 Sekarang usang berada di Lombok untuk mencari kerja serabutan demi menyambung hidup dan mencari beberapa lembar uang untuk melanjutkan perjalanan.
Perjalanan dari Ambon hingga kembali ke Lombok sekitar memakan waktu sekitar 1 bulan.Sekarang usang sedang bekerja seperti menjadi ojek wisata atau berjualan oleh oleh khas Lombok.

Seperti itulah cerita perjalanan di bulan ke-17 dan menutup bulan April dengan keadaan keterbatasan.Sebab usang sendiri sedang mengalami musibah tidak ada alat komunikasi smartphone karena telah rusak sejak turun dari Gunung Binaiya awal tahun ini.

Tunggu cerita perjalanan usang memasuki bulan Ramadhan ke-2 di daerah baru dan tantangan baru


Wednesday, April 26, 2017

Tips Pendakian ke Gunung Untuk Pemula



Salam Lestari

Kali ini usang mau berbagi tentang tips pendaki pemula,karena usang sendiri juga pemula dan sedang belajar untuk menerapkan tips yang usang dapat dari para pendaki lain yang lebih berpengalaman.Karena sudah banyak kejadian seperti pendaki tersesat,hilang,cidera,tidak membawa perlengkapan bahkan hingga meregang nyawa.

Tentunya teman teman kalian tidak ingin mengalami kejadian serupa bukan? Amit amit jangan sampai ya

Sebagai predikat pemula merupakan status paling dasar dalam setiap pekerjaan apa pun.Karena umumnya tidak berpengalaman,sebenarnya sih sah saja bila mereka kemudian bingung harus memulai dari mana dan melakukan apa.bener ga?
Menurut usang,dalam dunia petualangan seperti apapun akan sama.Kejadian seperti ini pernah usang alami beberapa tahun lalu.

Karena bingung harus mempersiapkan apa,membawa apa, bagaimana caranya,minimnya pengalaman tentang mendaki gunung.Semua itu sangat menjadi dilema.

Misalnya mendaki gunung yang paling mudah dalam ‘aturan’ tak tertulis selalu dianggap sebagai gunungnya pemula,seringkali didaki para pendaki yang berpengalaman.Namun,alangkah baiknya bila para pendaki pemula memulai petualangannya dari gunung yang relatif mudah.Alasannya selain menghindari kemungkinan trauma juga sebagai sarana latihan penyesuaian diri baik secara fisik, maupun mental terhadap lingkungan yang baru.
Semoga ga di bilang sok pintar ya,hehehe


Ya semoga tips yang akan usang bagi bisa berguna buat kita semua.
Tidak ingin berbasa basi dan panjang lebar,tips yang usang akan bagi sebagai berikut :


Perencanaan pendakian
Cobalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang dalam memilih lokasi, rute pendakian,mencari tahu kondisi cuaca, jumlah pendaki, durasi waktu, semua akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan.Jangan lupa melakukan registrasi untuk mendapatkan ijin resmi dari pihak terkait.
Dalam penguasaan medan dan rute merupakan hal yang sangat penting.Ya paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung ada satu orang atau lebih dan mereka telah  menguasai medan dan tentunya mengatahui rute dan jalur pendakian.

Tentukan Waktu dan Durasi Pendakian

Untuk durasi perjalanan,bisa disusun dan dimulai dengan jarak rentang waktu minimal 3hari 2 malam selama pendakian.Jangan  memilih waktu terlalu panjang,ingat suhu di gunung itu dingin dan bisa membuat kondisi fisik kita melemah.Karena setiap orang mempunyai stamina dan kekuatan masing masing.


Mempersiapkan perlengkapan yang efektif dan berdaya guna besar
Perlengkapan usahakan disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca.Tapi ada beberapa peralatan yang sangat penting diantaranya  tas khusus pendaki (carrier),sepatu trekking, jacket waterproof/windproff, matras, sleeping bag, baju ganti, alat penerangan seperti senter/headlamp, korek api,tenda,kantong plastik, kompor,alat masak,alat komunikasi,botol/tempat air, peralatan survival dan obat obatan.
Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier atau packing alangkah baiknya dengan susunan barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah.Pengaturan ini berguna agar pada saat carrier digunakan,beban terberat berada di pundak,bukan di pinggang agar kita tidak cepat lelah karena menahan beban yang berat akibat kesalahan packing.harus selalu ingat saat packing pada berangkat atau sedang dalam pendakian ya.
Serta perlu di ingat,barang barang bawaan sebelum dimasukkan tas dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik pada saat pendakian berguna sebagai lapisan anti air atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.

Persiapan fisik

Perubahan suhu yang relatif cepat tentu akan berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh seseorang.
mempersiapkan fisik dan mental sangat penting,usahakan sebelum melakukan pendakian alangkah baiknya beberapa minggu sebelumnya rajin berolahraga,agar menjaga badan tidak kaget dengan aktivitas pendakian yang lumayan berat.


Persiapan mental
Naik gunung jelas membutuhkan kesiapan fisik yang prima.Namun itu saja tidak cukup,kita juga butuh kesiapan mental yang optimal untuk menjaga dengan kejadia hal yang tak terduga seperti tersesat atau mengalami musibah lainya.


Cari info sebanyak banyaknya

Banyak sumber info bisa kita dapatkan baik dari dunia maya atau langsung bertemu dan bertanya kepada teman yang sudah melakukan pendakian.Semua informasi sudah tersedia,jadi jangan malas untuk mencari tahu.Cobalah mencari dari yang paling umum sampai yang paling aneh sekalipun seperti tentan mitos atau tempat tempat yang dilarang sekalipun.jadi serem ya hehe


Manajemen Logistik

Bawalah makanan sehat selama pendakian untuk menjaga kondisi fisik tetap prima.Penting juga untuk melebihkan jumlah logistik 1sampai 2 hari agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan kita masih bisa bertahan walau dengan sisa logistik yang pas pasan.Bawalah makanan yang mudah di masak tapi tidak mengurangi protein dan kalori.
Bisa mengantisipasi dan
Mengetahui Penyakit dan Cedera yang Mungkin Terjadi Selama Masa Pendakian
Ingat! Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol,karena kita berniat untuk menghangatkan badan tapi minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah.Karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.hati hati ya

Mendapatkan izin dan registrasi pada pos pendakian
Sebelum pendakian dilakukan kita wajib melakukan registrasi dan memperoleh izin dari pihak terkait terutama di pos pendakian.Di setiap pos pendakian isilah buku tamu dengan mencantumkan beberapa lama akan melakukan pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon emergency atau keluarga dan teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung.Setelah kembali turun dari pendakian jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.untuk mengkonfirmasi bahwa kalian selesai dan tidak terjadi apa apa.

Tidak merusak alam dan menjaga kelestariannya
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menhancurkan alam tentu akan semakin terasa indah.Karena itu selama pendakian hindari melakukan perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi mencoret atau vandalisme,menebang pohon sembarangan,menangkap hewan, memetik bunga seperti edelweiss, maupun membuang sampah.


Manajemen sampah yang baik

Kelola sampah saat pendakian paling tidak sudah membawa trashbag atau yang sama kegunaanya untuk menyimpan sampah.Karena digunung tidak ada tempat sampah maka dari itu wajiblah kita mebawa turun kembali.
Karena Gunung Bukan Tempat Sampah!

Sampah di gunung sangat meresahkan,terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian seharusnya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di pos pendakian.Bukan membiarkan saja berserakan mengganggu mata dan mencemari kebersihan gunung.
Jika kalian membuat api unggun,jangan sampai lupa untuk mematikan hingga benar benar mati atau padam.dan memastikan pada bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah.Hal ini juga harus di ingat untuk para perokok,ketika membuang putung rokok pastikan benar mati bara apinya lalu menyimpan di kantong atau di tempat yang lainya.Karena untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan yang tanpa sengaja disebabkan oleh ulah kita.pasti kalian tidak mau kan menjadi aktor penyebab terjadinya kebakaran hutan?
Semoga dengan melakukan tips pendakian gunung di atas dapat dilakukan sesuai harapan dan terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan meskipun pendakian yang dilakukan oleh para pemula.Karena pada prinsipnya sebuah pendakian gunung bukanlah sekedar ambisi seberapa banyak gunung yang didaki,atau bangga bisa mencapai puncak gunung yang tinggi.Namun hal terpenting adalah bagaimana kita bisa kembali pulang ke rumah berkumpul dengan orang orang tercinta.


Jika tips tentang pendakian gunung ini berguna maka bagikanlah,jika mengalami kekurangan tolong bantu untuk menambahkan nya di kolom komentar.
Karena usang juga manusia dan seorang pemula dalam pendakian,hanya saja usang peduli dan ingin berbagi.Semoga dilain waktu kita bisa merasakan pendakian dan berada dalam satu punggungan.


Tuesday, April 25, 2017

Kuliner di Lombok kunjungi RM.Ramayana yang melegenda


Kali ini usang akan berbagi tempat kuliner di Lombok yang bias menjadi pilihan jika kalian sedang berlibur di Lombok.Ada yang tau RM.Ramayana ? ya,usang akan berbagi cerita tentang kuliner yang cukup melegenda selain kuliner khas Lombok lainya.

Baca juga : NIKMATNYA SAJIAN NASI KELAPA KHAS AMBON

RM.Ramayana ini berdiri sejah tahun 1976.Rumah makan ini berlokasi di Ampenan,pada jaman dulu masih sebagai pusat ekonomi di lombok dan pelabuhan ampenan masih beroperasi.

Usang yakin warung ini akan jadi tujuan utama kuliner di Lombok bagi penikmat makanan ketika mengunjungi ke sebuah daerah wisata.Di rumah makan yang masih meninggalkan dekorasi vintage meskipun sudah di renovasi lihat dibagian meja kasir,tampilan tempat makanan dan pernak perniknya diantara 2 ruangan sebagai tempat makan seakan kita dibawa ke era 70an.




Ada 8 Menu makanan disajikan yaitu sop buntut,rawon,soto ayam,soto babat,nasi campur,gado gado,resoles dan yang paling spesial buat penikmat kuliner adalah lontong CGM.Mari kita kupas tentang lontong CGM yang enak sekali.





Dalam satu piring disajikan beberapa item ada lontong yang dibuat halus,ada irisan telur, suwiran daging ayam,potongan daging.Namun yang membedakan terletak pada kuahnya lontong CGM coklat Kalau lontong opor kuahnya kuning.

Rasa lontong CGM ini kaya akan bumbu rempah,terlebih banyak aneka bumbu yang masuk dalam meraciknya.Sehingga rasa yang keluar membuat cita rasa kuliner lombok dapat dinikmati setiap suapan yang masuk ke dalam mulut.
Begitu juga dengan pedasnya ayam dan tambahan sambel yang membuat siapa saja akan tertantang dengan pedasnya.

Selain itu ada aneka menu Minuman di RM.Ramayana yang tidak kalah enaknya.Ada beberapa item namun bisa dicoba mempunyai salah satu terfavorit yaitu Es Teller Durian.Rasa Es Teller yang begitu lumer di mulut dan siapa saja yang menyantapnya tidak akan merasa enek alias pengen nambah lagi.heheh





Es buah dan es kacang hijau.Es campurnya sendiri berisikan buah buahan pilihan seperti alpukat yg halus dan manis, kelapa muda yg disendok halus dan buah buahan segar dipotong rapi dengan pilihan terbaik.Tidak lupa serutan es dan dilumuri pemanis merah dan susu kental semakin nikmat di sruput saat siang hari yang panas di Lombok.

Bagaimana? Pasti Penasaran bukan?


Di bawah ini alamat lengkap serta nomor telepon jika kalian mengalami kesulitan untuk menemukan lokasi RM.Ramayana.Karena posisi diantara bangunan,terkadang mata kurang jeli untuk menemukan nya.Jadi alamat dibawah ini bisa mengantarkan kalian sampai di lokasi nya dengan cepat.


 



  • Jl. Saleh Sungkar No. 23, Ampenan, Bintaro, Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83511
  • Telepon : 0370 637674
  • Buka setiap : Senin - Minggu jam 08:30 - 18:00

Baca juga : TIPS LIBURAN HEMAT,KALIAN PATUT MENCOBANYA

Semoga Kuliner yang usang bagi kali ini bisa menjadi tambahan dan masuk ke daftar kuliner teman teman jika sedang berkunjung ke lombok.
Kapan lagi kalian bisa mencicipinya kalau tidak berkunjung langsung.


Monday, April 24, 2017

4 Kamera Mirrorless cocok untuk Teman Traveling

Kali ini usang akan berbagi tentang 4 Kanera Mirrorless yang cocok untuk menjadi teman ketika traveling.karena kebetulan usang pernah merasakan dan menggunakan 4 jenis tersebut,jadi usang akan berbagi beberapa kamera mirrorless yang pernah usang pakai dalam perjalanan mencoba mengelilingi Indonesia.


Traveling rasanya kurang lengkap jika tak membawa kamera  ke dalam daftar barang kalian.Kamera mirrorless cocok menjadi teman berlibur karena bobotnya yang ringan dan hasil foto yang tak kalah dengan DSLR.Jika memang jadi pilihan,4 jenis kamera mirrorless ini bisa menjadi pertimbangan,berikut kamera mirrorless yang usang pernah pakai dan abadikan momenya :
1.Samsung NX3000

Salah satu yang cukup populer dan terjangkau dari samsung yaitu seri NX.Tak perlu takut kehabisan baterai saat traveling karena kamera ini dapat kalian  charge menggunakan Powerbank.Terintegrasi dengan Wifi dan NFC sehingga hasil foto bisa langsung di upload ke media sosial melalui gadget atau smartphone kalian.Hobby banget selfie? kamera ini bisa di putar layarnya 180 derajat untuk memudahkan kalian melakukan selfie.Penasaran pengen mencobanya?

hasil dari kamera NX3000 saat berada di Gunung Rinjani


2.Sony a6000


Sony A6000 sudah cukup mumpuni sebagai kamera serba bisa,dari motret outdoor yang terang sampai yang gelap,dari pemandangan yang statik sampai subjek bergerak cepat.Ukurannya juga relatif kecil dan ringan.Sony A6000 paling cocok untuk penggemar fotografi yang mendambakan kamera yang tidak memberatkan saat jalan jalan,street photography,fotografi aksi atau olahraga dan dokumentasi acara keluarga.

baca juga : 5 HAL MENYEBALKAN KETIKA TRAVELING JANGKA PANJANG


hasil dari Sony a6000 di Bukit Pergasingan

3.Fuji X-M1

Kamera ini menggunakan sensor CMOS 16MP X-Trans milik Fujifilm yang menawarkan rentang ISO 200-6400 untuk format file RAW dan ISO 100 – 25600 untuk format file JPEG.Fuji X-M1 juga mampu merekap video Full HD di 30 fps. Meskipun ukuran bodi kamera termasuk kecil, masih ada kontrol eksternal yang cukup,yang berarti kamera ini cukup menarik bagi pemula maupun antusias.




hasil dari Fujifilm XM1 di air terjun Lapoppu


4. Sony A7 mk II

Secara desain fisik, ukurannya lebih tipis dari kamera DSLR pada umumnya.Hal ini karena tidak ada cermin dan prisma jendela bidik optik di dalam kamera.A7 mk II termasuk kamera yang cukup padat dan kokoh.Bahannya dari logam magnesium alloy,dan karena ada stabilizer di dalam badan kamera.

Berat A7 mk II bobotnya 599 gram.Sebagai info,599 gram ini kurang lebih setara dengan kamera DSLR pemula.Tapi jika dibandingkan dengan kamera full frame lain seperti Canon 6D,Nikon D610, Sony A7 mk II masih lebih ringan sekitar 150 gram.
hasil dari Sony a7 mark II di wera,bima



Tentunya kalian sudah bisa memilihkan kamera mana yang cocok menjadi teman kalian saat traveling? Harga dan merk masalah belakang,yang penting kenyaman dan soal rasa bukan?

Ayo yang belum punya uang menabung dulu untuk membeli kamera yang cocok untuk traveling,atau bisa meminjam kamera teman jika mereka mau meminjamkanya ya.

baca juga : 5 BENDA PENTING TAPI SERING DI LUPAKAN KETIKA TRAVELING

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bukan? jadi bukan asal scroll ke bawah aja