Setapak langkah perjalanan



Kaki belajar untuk melangkah
Tepat pada hari jumat tanggal 30 oktober 2015 saya menghirup aroma kantor untuk yang terakhir kalinya dengan segala kesedihan dan kebahagiaan yang telah saya alami kurang lebih 2 tahun.saya menikmati suasana yang hangat itu semua dengan saya anggap keluarga baru,saya berkumpul bersama mereka untuk terakhir kalinya dengan status saya sebagai karyawan.
mulai sejak bangun,mandi dan bersiap beranjak pergi menuju kantor adalah hal yang begitu mendebarkan.kaki serasa enggan untuk beranjak pergi tetapi hati berkata lain,inilah yang saya harapkan inilah waktu yang begitu panjang yang begitu saya dambakan.akhirnya dengan berat hati saya berangkat menuju kantor dengan tepat waktu,sesampainya di pintu masuk,saya menengok pintu itu dengan seksama.lalu dalam hati saya berkata,wahai pintu yang sering saya jamah di pagi hari dan malam hari,dari gelap bertemu gelap engkau selalu pertama ku sentuh dikantor ini.

Apakah engkai tak merasa berat hati untuk perpisahan ini? dalam hatipun saya menjawab,kurasa pikiran kita sama engkau akan kesepian dikala sore hari.tak ada yang duduk di anak tangga tepat didepanmu.sosok yang pria yang duduk sambil memutar musik seorang diri  menikmati senja menuju malam.mata mulai berkaca-kaca tak kala kaki melangkah menaiki anak tangga memasuki kantor.aroma kesedihan mulai memelukku tanpa ada kata basa basi.tak kuat aku rasanya untuk terus menahan air mata yang secara otomatis keluar dengan leluasa.sambil mencoba menahan air mata aku mulai berjalan menelusuri setiap lorong kantor yang berbelok mulai dari satu lantai menuju lantai lainya.pandangankupun tetap sama kosong tapi menyimpan penuh arti,terbalik dengan mereka teman teman yang sudah duduk dengan manis dan tersenyum,seolah-olah senyum itu barang yang langka untuk kutemui lagi di kemudian hari.satu persatu meja tempat duduk mereka aku singgahi untuk mengutarakan bahwa aku pamit.


image



sampai pada akhirnya sore hari dimana aku keluar untuk selamanya memulai pengembaraanku yang segera ingin aku rasakan.aku bergegas menuju rumah untuk mengambil semua barang yang sudah kupersiapkan sejak pagi.barang barang yang selama perjalanan akan selalu setia menemaniku.dari kota sangatta aku mendapatkan tumpangan pulang menuju samarinda bersama hendra arif dan nisa.perjalanan kurang lebih 3 jam yang saya tempuh dan itu perjalanan terakhir bersama mereka teman teman terbaikku.



6 comments:

  1. In my friend's web blogs they already have provided me on the website rolls, but mine usually is located at the bottom on the listing and does not selection when I place as it does for some individuals. Is this a placing that I have to difference or is this a choice they may have considered? . dcefaekaeebb

    ReplyDelete
  2. Only wanna tell that this is very useful , Thanks for taking your time to write this. cadcfcgeafbb

    ReplyDelete
  3. Hey, thanks for the blog article.Really looking forward to read more. Much obliged. dddgdbdedgkceadf

    ReplyDelete
  4. Hello.This post was extremely motivating, especially because I was browsing for thoughts on this subject last Thursday. dfeakedeeeke

    ReplyDelete
  5. Neat blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere? A theme like yours with
    a few simple tweeks would really make my blog jump out. Please let me know where you got your design.
    Thanks kegkedeeeafdkeck

    ReplyDelete
  6. My brother suegestgd I might like this website. He was entirely right. This post actually made my day. You can not imagine just how much time I had spent for this info! Thanks!

    ReplyDelete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.