12 Punggawa Gunung Rinjani



Setelah aku selesai melakukan perjalanan dari Jayapura menuju Ternate,aku beranjak menuju Jawa Timur tepatnya ke Kota Malang untuk rehat sejenak dan memulihkan tenaga serta merencanakan untuk perjalanan selanjutnya.

Kali ini aku akan menceritakan tentang perjalanan 12 Punggawa yang akan melakukan Pendakian ke Gunung Rinjani di Lombok beberapa waktu lalu.Kenapa aku sebut Punggawa? karena Pendakian ini aku ikuti bersama teman teman dari beberapa daerah yang dulu aku mengenalnya melalui Media Sosial Instagram.Posisiku waktu itu sedang menumpang menginap di kediaman Mas Della,Seorang sahabat sekaligus kakak yang sering aku kunjungi ketika sedang berda di kota Malang.Beberapa hari kami menyusun jadwal serta melengkapi segala perlengkapan yang kurang untuk pendakian nanti.

Beberapa hari kami mencari,akhirnya perlengkapan yang akan dibawa oleh masing masing orang yang akan ikut pendakian.Teman teman yang menjadi Punggawa Gunung Rinjani adalah (Malang) Mas Della,Dodo.Deni.Doni (Surabaya) Kak Nie,bang Michael (Yogyakarta)Febry dan Nikko (Bandung) Fedry dan Aa Didit (Lombok)Sika.

baca juga : 5 Tips Liburan Jangka Panjang



Keesoakn harinya,kami semua berangkat dari Surabaya dengan penerbangan tujaun Lombok.Waktu perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam.Kedatangan kami hampir bersamaan kala itu,aku beserta teman teman dari Malang dan Surabaya yang datang lebih dulu.




Setelah semua mengambil bagasi dan berkumpul di arean parkir,kami menuju Rumah Singgah Lombok untuk Singgah beberapa hari sebelum melakukan pendakian.Perjalanan sekitar 45 menit dari Bandara menuju Mataram.Kedatangan kami mengejutkan mamak,karena kami datang tanpa memberitahu alias dadakan.Sontak mamak langsung terkejut sembari tertawa dengan gaya khasnya.Akhirnya kami beristirahat sembari minum kopi khas buatan mamak sebelum membeli klik disini kebutuhan logistik pendakian nanti.

Malamnya Kami telah selesai membeli semua segala kebutuhan logistik yang akan kami bawa bertepatan kedatangan teman teman yang lain di Rumah Singgah Lombok/
Setelah merapikan semua barang  yang aka dibawa dan disimpan di Rumah Singgah,acara makan bersama kami gelar malam itu.Walau sekedar nasi goreng tapi cukuplah membuat kami terasa dekat dan memambah keceriaan kami.Mata mulai lelah dan kami segera beristirahat,karena keesokan harinya kami akan berangkat saat hari masih gelap.Waktu begitu cepat berlalu dan kami sudah bangun dan bersiap siap berangkat menggunakan Mobil Pick Up Fatan sepupu Doni yang kami Sewa.Kenapa kami berangkat  Subuh? Karena kami menggunakan mobil bak terbuka dan memuat banyak orang.Maka dari itu kami memilih waktu keberangkatan lebih pagi.
Carrier kami naikan dan susun satu persatu,dengan ikatan tali yang membelit kepala dan bak bagian belakang mobil agar berat menjadi seimbang.Semua telah selesai di ikat,tak lupa kami berpamitan dengan bapak dan mamak serta meminta doa agar di berikeselematan dan kelancaran dalam pendakian ke Gunung Rinjani hingga turun kembali menuju Rumah Singgah Lombok.

Cuaca Dingin dan suasana jalan yang lengang mengantar kami menuju Kopang,tempat kediaman Sika sekaligus tempat kami menjemputnya.Setelah sampai Kopang,kami sudah ditunggu oleh Sika dan begegas menuju Desa Sembalun.Hari semakin terang dan matahari mulai menerangi perjalanan kami.Disepanjang jalan kami sering bercanda tentang bagaimana keseruan pendakian hari ini.

Kami tiba di Aikmel sekitar jam 8 pagi,kami menyempatkan berhenti sejenak untuk membeli beberapa sayur segar melengkapi logistik yang belum kami bawa.Disela sela teman teman membeli barang seperti sayur,ada masalah yang datang.Kami sempat distop dan dicegah untuk melintas karena dari Aikmel kami harus berpindah menggunakan mobil yang disewakan oleh warga sekitar.Sempat terjadi adu argumen yang sengit gara gara kami dipaksa pindah dan membayar sewa,padahal kami sudah membayar mobil untuk mengantar hingga Desa Sembalun.Lama berdebat akhirnya kami menemukan jalan keluar,kami di persilahkan lewat dan medapat himbauan.Jika akan melakukan pendakian kembali usahakan menggunakan mobil tertutup,agar tidak mendapat masalah atau kesalahpahaman kembali.(ini berdasarkan pengalaman,semoga teman teman yang lain tidak mengalaminya juga ya)

Akhirnya kami menancap gas sekencang kencangnya menuju Desa Sembalun melewati hutan dengan jalan yang sungguh aduhai mengocok perut.Jalan yang berkelak kelok,tanjakan terjal,turunan tajam,serta lubang dan gundukan yang samar oleh pengelihatan mata.Sesekali kami terpental karena melintasi lubang besar yang sulit untuk di hindari.Setelah melewati hutan,kami sempat singgah sejenak di Pusuk Sembalun untuk beberapa saat,karena kampas mobil yang bau dan hampir membuat kami terjebak di tanjakan.Beberapa menit kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali munuju Desa Sembalun.
Tepat pukul 9 pagi kami sampai di kantor TNGR ( Taman Nasional Gunung Rinjani) untuk mengurus ijin dan memberitahukan berapa lama kami pendakian dan akan turun kembali melalui jalur Senaru.Setelah semua beres,kami melanjutkan perjalanan menuju Pos bawanau dan bersiap siap melakukan Trekking di jalur Pendakian.




Carrier sudah turun dan sudah melekat ketubuh kami masing masing,segeralah kami berdoa membentuk lingkaran.Tepat jam 9:30 kami berjalan menuju Pos 1.Hari yang cerah menyertai kami kala itu,sekaligus hari yang cukup membakar kulit dan kepala siapapun yang melintas akan merasakan rasa terbakar yang luar biasa.hahaha udah hitam makin hitam ya
Sebelum mencapai ke Pos 1 kami melewati ladang milik warga,serta hutan kecil sebelum kami mendapati vegetasi yang berbeda setelah keluar dari hutan dan mendapati padang savana yang luas.Kaki yang melangkah pasti dengan ayunan pelan,kepala mengucurkan keringat,aroma pegunungan mulai mengendusku,saling menebar senyum antar pendaki lain yang melintas,ah suasana seperti ini yang kurindukan.

Apakah kau tak merindukan hal yang sama sepertiku?






Akhirnya kami sampai juga di Pos1,waktu itu perjalananan dari Pintu Masuk menuju Pos 1 sekitar 1 jam lebih dengan langkah normal.Tidak ingin berlama lama menjemur diri dengan berdiam diri,kami segera berjalan kembali ke Pos berikutnya yaitu Pos2.Suasana waktu itu cukup ramai,karena Gunung Rinjani baru dibuka,jadi sanga jelaskan bagaimana suasana masih segar kami rasakan.Naik dan menuruni bukit,jalan berbelok dibalut tanah dan batuan kerikil mengantar kami menuju ke Pos2.Tiba tiba cuaca dengan sangat cepat berubah menjadi gelap pekat,dengan segera langkah kaki terpacu agar bisa terhindar dari hujan yang  akan segera turun menemani pendakian kala itu. Sebenarnya pendakian kami sangatlah santai dengan Itinerary  4 hari 3 malam,tapi karena cuaca yang tidak bisa di prediksi mungkin kami akan menambah hari.



Dari belakang hujan nampak memburu kami dengan sangat beringas,kaki terus kami pacu hingga di jembatan sebelum memasuki area Pos2.Dengan sigap satu persatu dari kami mulai masuk ke area pos2 dengan kondisi sedikit basah.Semakin lama hujan semakin deras dan tidak menampakan akan segera reda.Kami berdiskusi untuk memilih bermalam di Pos 2 karena hari sudah sore dan tidak mungkin dipaksakan menuju ke Plawangan Sembalun.Beberapa menit kemudian semua setuju dan memilih untuk bermalam.Sembari menunggu hujan reda,aku dan teman teman segera membagi tugas untuk memasak dan mendirikan tenda selagi hujan tak ganas.Aku mendapat bagian menjadi koki karena aku juga doyan memasak dan di bantu beberapa teman perempuan seperti kak Nie dan Sika.


Tenda sudah berdiri dan barang bawaan kami sudah masuk satu persatu kedalam tenda.Tak beberapa lama gelas gelas kopi dan susu hangat telah berputar dan makanan ala Usang sudah siap di hidangkan hehehe.Saatnya kami makan bersama,suasana keakraban dan semakin terasa karena beberapa dari kami baru bertemu dan bercengkrama langsung.Biasanya kami hanya bertemu melalui Media Sosial saja.Setelah selesai makan segera kami membereskan sisa makanan dan peralatan masak,kami beranjak ke tenda masing masing karena hari semakin dingin dan rintikan hujan gemes masih terus jatuh malam itu.Tak kuasa matapun cepat beralih ke dunia mimpi,dan kami semua beristirahat dengan cepat setelah perjalanan yang cukup melelahkan dari hari yang sangat panas berubah hujan dan cuaca sangat dingin.

Keesokan harinya kami terbangun ketika matahari sudah muncul ke permukaan,dengan santai kami mempersiapkan sarapan dan yang lain mulai mengemas peralatan tidur dan tenda.Setelah semua rapi dan sarapan sudah kami lahap habis,dengan langkah kaki cukup berat untuk memulai perjalanan pendakian menuju Plawangan Sembalun.Kami bergerak meninggalkan Pos2 sekitar jam 10 pagi,agak siang memang karena tidak ada yang kami kejar dan kami ingin menikmati pendakian yang santai ini.Hari ini cuaca tidak sepanas kemarin,banyak gumpalan awan yang sudah mulai menaungi perjalanan menuju Plawangan Sembalun.Track jalanan tanah berbatu di antara savana masih kita lalui hingga menuju Pos3.Di Pos3 kami sempat rehat sejenak untuk menyeduh kopi dan makan roti sembari mengisi tenaga sebelum melewati tanjakan yang sudah menyambut kami.Tak beberapa lama kabut ikut turun menemani perjalanan siang itu,kami tak ingin terlalu berlama lama karena kabut semakin tebal dan mengisyaratkan kami segera berjalan kembali.

Dari Pos3 kami menuruni kalimati yang berpasir dan berjalan menyebranginya,setelah sampai di sebelah,kami langsung dihadapkan treck tanjakan terjal  yang di domiasi bebatuan dari ukuran kecil hingga besar.Perlahan dan penuh kewaspadaan kami mulai menaiki tanjakan satu persatu.Dengan beban yang cukup berat perjalanan melewati tanjakan ini lumayan memberi tantangan tersendiri buat kami.

Lutut mulai bergoyang seiring setiap langkah kaki menyentuh tanah,senyap tak ada suara sedikitpun diantara kami.Hanya ada suara seretan sepatu dari kaki yang mulai melemah,nafas tersengal sengal,suara tetesan embun jatuh ke jas hujan kami,sungguh sungguh menguras tenaga saat melintasi tanjakan itu.Tak jarang dari kami beristirahat sejenak menyandarkan di antara pohon,tak jarang juga diantara kami dengan santainya membuang diri langsung jatuh ke semak semak sekitar karena tenaga yang cukup terkuras saat melewati tanjakan terjal ini.

Tak kala teriakan demi teriakan saling kami keluarkan tiba tiba untuk meluapkan sedikit rasa penat yang kami alami.Jika ada yang bilang Naik Gunung itu tidak capek? Berarti mereka berdusta hahahahha becanda.Tidak ada yang tidak merasakan capek ataupun penat,hanya saja terkadang bagaimana cara kita untuk membunuh rasa capek itu dengan bercanda dengan teman dan menikmati stiap detik perjalanan.Tak ingin berlama lama dalam cuaca yang cukup dingin,segera kami berjalan melawan rasa penat ini.Tak terasa hari sudah menunjukan jam  4 sore dan kami sudah sampai di tanjakan terakhir sebelum sampai di Plawangan Sembalun.Dengan segala kekuatan terakhir hari itu yang kami miliki,kami segera memburu waktu agar tidak mendapati gelap sampai di Plawangan Sembalun.







Bang Michael beserta teman tema yang lain sudah sampai di Plawangan,menyisakan aku dan Doni yang wktu itu bertugas menjadi Sweeper.Hanya berbeda beberapa menit kami sudah berkumpul kembali dengan mereka,kami segera berjalan ke ujung untuk mencari tempat Camp yang dekat dengan mata air dan tidak jauh dari jalur menuju Puncak.
Magrib telah datang,syukurlah kami mendapatkan tempat untuk mendirikan tenda diantara tenda tenda para pendaki lain yang sudah sedari tadi sampai.Kami segera membagi tugas,ada yang mengambil air,mendirikan tenda dan memasak untuk makan malam.Lagi lagi aku menjadi Koki ditemani Aa Didit,tak berfikir untuk mengganti pakaian terlebih dahulu,aku bersama Aa langsung menggelar matras dan menyalakan kompor sekaligus mengupas bumbu sayur dan memeasak nasi.Teman teman yang mengambil air telah datang,segera aku  merebus air untuk membuat kopi dan cokelat panas agar bisa menghangatkan badan kami.

Semua masakan telah siap dan makanan kami santap dengan lahap,setiap suapan kami resapi dan bersyukur atas makanan yang bisa kami rasakan malam itu,tidak tau apakah enak atau tidak tapi malam itu begitu lezat sekali masakanku. hahaha mungkin pengaruh lapar dan ada digunung ya jadi semua terasa enak.Setelah selesai,aku membuat agar agar persiapan bekal untuk Summit Attack nanti jam 2 malam.

Jam  9 malam semua sudah selesai dan rapi,teman teman segera masuk ke dalam tenda dan beristirahat untuk  Summit Attack nanti.Sedangkan aku tetap terjaga menikmati kopiku dan berkunjung ke tenda pendaki lain untuk bercengkrama.Tak terasa aku bercerita sangat lama dan jam sudah menunjukan 1 malam,aku segera kembali ke tenda untuk  membuat cokelat panas dan kopi sebelum summit attack,dan tak lupa mempersiapan perbekalan kami.Semua sudah bangun dan kami bersiap siap,jam 2 kurang kami sudah mulai melakukan perjalanan.Dari kejauhan banyak sekali cahaya kecil yang berjalan berduyun seperti rombongan kunang kunang yang terbang di daerah Punggungan.Di tenda meninggalkan Aa didit menjaga barang karena ia juga sudah pernah ke puncak jadi kami yang menemani teman teman yang lain.

Hawa dingin memeluk kami di sepanjang perjalanan,asap yang keluar dari mulut seperti tungku yang sedang mengepul.jalur yang mulai berubah dari bebatuan menjadi sedikit berpasir melewati celah celah bukit yang menuju Punggungan.Di tengah tengah perjalanan menuju punggungan,Deny tidak sanggup untuk meneruskan perjalanan karena kondisi badanya sudah sangat capek dan lelah.Ia memutuskan kembali ke tenda untuk berisitirahat dan menemani Aa Didit menjaga barang agar para Kera tidak menyerang barang dan tenda kami.



 Rombongan kami termasuk cepat,dibelakang masih nampak jelas para pendaki lain yang baru berjalan.Untuk Summit Attack sendiri biasanya memakan waktu 3 sampai 4 jam,tergantung tenaga masing masing pendaki.Sesampainya di punggungan kami rehat sejenak dan mengatur posisi agar kami tidak terlalu jauh jaraknya.Dari Punggungan angin mulai terasa berhembus menghempas badan kami,langkah kaki semakin pelan tetapi tetap konstan melangkah melewati jalur menuju puncak.

Hari mulai terang dan kami masih melewati jalan yang sedikit berbelok,aku dan Doni tetap bertugas menjadi Sweeper.lumayan jauh jarak aku dan doni dengan teman teman yang berada di depan.Teman teman yang lain sudah sampai kami berdua masih jalan selangkah demi selankah,terkadang kami duduk membalik badan serta menikmati suasana indah pagi hari di Gunung Rinjani.





Akhirnya setelah perjuangan yang cukup menyiksa kami berdua sampai di tempat lokasi puncak Gunung Rinjani.Pertama tama sujud lalu kami berpelukan mengucapkan atas keberhasilan menemani teman teman yang lain sampai menuju ke puncak Gunung Rinjani.Setelah selesai selebrasi,kami saling mengucapkan selamat dan kebahagian yang di ikuti tetesan air mata suka cita kami.







Cukup sudah tertawa dan berpelukan,aku mengeluarkan persediaan jelly dan kompor untuk menikmati sejenak Danau Segara Anak dari atas dan Gunung Baru Jari yang sedang tumbuh besar.kami duduk  sedikit menjauh,memberi ruang kepada pendaki lain yang baru sampai atau yang sedang ingin berfoto.Dirasakan sudah cukup menikmati keindahan dari puncak,kami segera memutuskan turun agar kami tidak terbakar dan kami ingin segera menuju ke danau siang ini juga.




Kami sampai di tenda kembali sekitar jam 12 siang,kami segera membereskan tenda dan barang bawaan kami.Sebelum turun kami menyempatkan makan siang dan tentunya mengisi tenaga agar kuat kembali untuk tempur melewati jalan berbatu curam menuju Danau.Sekitar jam 1 kami mulai bergerak berjalan menuju jalan ke Danau.Seperti perjalanan waktu berangkat,Sika tetap menjadi Leader di dalam perjalanan lalu di ikuti teman teman lainya lalu di ikuti aku dan Doni menjadi Sweeper.

Perjalanan menuju Danau standardnyya kurang lebih sekitar 3 sampai 4 jam tergantung kondisi fisik dan pergerakan team.Hari yang cerah menemani kami siang itu,tebing tebing curam dan batu tajam menjadi pembuka perjalanan kami.Dengan sangat perlahan dan mata tetap fokus melihat jalan yang akan kami pijak.Jika salah langkah maka celaka tak terhindarkan.

Sekitar 1 jam perjalanan sebuah tragedy terjadi,Sika terjatuh daan mengalami terkilir di bagian engkel kanan.Ia salah menaruh tumpuan kaki sehingga tersungkur ke samping.Kami segera mendekatinya dan mengecek bagaimana keadaanya dia,apakah parah atau masih bisa berjalan walau pelan menuju Danau.

Setelah memberi obat oles cream pereda nyeri,Sika berusaha berdiri dan mecoba melangkahkan kaki.Walau sedikit terasa nyeri,ia mencoba untuk menahan rasa itu.Tak mungkin Sika membawa barang bawaanya yang cukup berat dengan kondisi kaki yang terseok seok,akhirnya Doni mengambil keputusan untuk mengikat Carrier Sika menjadi satu dengan Carrier ia sendiri.Cukup berbahaya,tapi inilah keputusan yang terbaik dengan segala kondisi yang ada
Doni telah selesai dengan mengikat Carrier Sika menyatu,ia memutuskan untuk berlari kedepan dan segera mendirikan tenda yang ada didalam Carriernya dan juga karena membawa beban ganda jadi tidak mungkin ia untuk berjalan pelan.Tak lama bang Michael dan Fedry mengikuti Doni yang berlari,menyisakan kami 9 orang di belakang berjalan mengikuti ritme Sika.Karena ia sedang sakit tak mungkin ia bergeser posisi kebelakang,karena takut akan tertinggal dari ritme teman teman yang mempunyai fisik yang normal.

Kami berjalan begitu pelan melewati jalan yang terjal,dan beberapa jembatan penghubung menuju Danau.Ada sebuah kejadian Sika salah mengambil jalur dan hampir masuk ke jurang karena kondisi hari yang semakin gelap.Sebenarnya tidak dianjurkan untuk berjalan malam,tapi kami sudah berada tidak jauh dari danau dan kondisi Sika yang sedang cidera,kami ingin segera sampai dan merawat dia.Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil alih posisi depan,karena aku masih cukup hafal dengan medan menuju Danau.Perjalanan dari persimpangan itu sekitar 1jam dan kami tiba di danau sekitar jam 8 malam.

kenapa bisa lama? Karena sepanjang perjalanan kami sangat pelan tau.Dilarang protes ya kami jalan pelan heheh

Lagi lagi kejadian menimpa Sika,tak jauh dari tempat tenda yang di dirikan doni,Sika tiba tiba Pingsan dan jatuh seketika di tanah.Sontak membuat kami panik dan segera membopong dia masuk kedalam tenda.Setelah Sika dibawa masuk,kami segera mencari tempat untuk mendirikan tenda yang lainya dan segera menyalakn kompor untuk membuat makanan dan minuman hangat.

Aku sengaja tidak tidur di luar tenda dengan balutan Sleeping Bag beralaskan matras,karena ingin menikmati malam penuh bintang di Danau yang begitu indah di temani nyanyian dari burung dan ranting pohon kala itu.Keesokan harinya,aku terbangun dibawah kabut tipis yang bergerak melintasi permukaan danau.Sungguh pemandangan yang tak ada tandinganya.Kami menginap di Danau selama 2 hari.

Aktivitas di Danau hanya mancing di pinggiran danau,mandi di air panas,bercengkrama dengan pendaki lain serta kegiatan favorit adalah memandangi lanskap Danau Segara Anak dan Puncak Gunung Rinjani dari bawah.Ah nikmat mana lagi yang kau dustakan hahah Lebay!!




Hari kedua di Danau,Pagi pagi kami berbenah untuk mempersiapkan perjalanan menuju Plawangan Senaru dan kemudian turun menuju Desa Senaru untuk mengakhiri perjalanan Pendakian kami kali ini.Setelah selesai sarapan dan mengecek perlengkapan kami agar tidak ada yang tertinggal.Seperti biasa,sebelum jalan marilah kita berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing masing.perjalanan cukup siang kami lakukan sekitar jam 10 pagi,kami berjalan menyisiri pinggiran danau,masih terlihat orang orang yang sedang mancing atau yang berkemas ingin meninggakan Danau juga.Sesampainya di ujung,kami disuguhka jalur yang mulai menanjak.





Perlahan tapi pasti kami menaiki setiap tanjakan hingga sampai di daerah bebatuan.Disanalah bebatuan yang menjadi tempat favoritku atau para pendaki lain.jika kalian pernah atau belum melewatinya,jika kelelahan melewati jalur cobalah menengok kebelakang dan perhatikan dengan seksama,Pemandangan yang maha indah dari ciptaan Tuhan tiada duanya.Siapapun akan terkagum kagum dan akan lupa akan rasa capek dan penat saat melewati jalur itu.




Kami Sampai di Plawangan Senaru jam 2 siang dengan kondisi kabut mulai menyelimuti dan rintikan air mulai turun,segera kami memasang jas hujan dan bergerak turun.kami sempat berteduh di pos Extra karena air hujan yang turun cukup deras.Pos yang berukuran kecil membuat kami saling berhimpitan menjaga agar badan kami terhindar dari air hujan.
Melihat hujan telah reda,kami berjalan kembali menuju Pos3 langsung karena hari sudah semakin sore dan kami tidak ingin mendapat gelap di tengah perjalanan.Kami tiba di Pos3 sekitar jam 5 sore,hari yang mulai redup memaksa kami untuk terus berjalan.Kami sudah sangat lelah dan tidak mampu untuk berjalan cepat,sehingga kami tidak bisa memburu waktu sesuai perkiraan.

Jam 6 sore kami tiba di Pos2,disana terdapat  2 bangunan yang mengisi area yang cukup luas dan datar.Kami beristirahat menunggu Adzan Magrib barulah kami melanjutkan perjalanan.

Suasana gelap,hening serta sedikit kurang mengenakan kami alami,aku sadar bahwa di Pos2 ini sering terjadi hal hal aneh.Mungkin bagi teman teman yang pernah mendaki ke Gunung Rinjani pasti pernah mendengar atau mengalami hal yang serupa.Karena Pos2 sendiri sering menjadi tempat menginapnya korban pendaki yang meninggal dan sebagainya.Bulu kudukku mulai berdiri,firasatku mulai tidak nyaman.Segera aku memberitahu Doni dan dia mengalami hal yang serupa.Tapi kami tidak memberitahukan kepada teman teman agar mereka tidak panik atau ketakutan.
Hari semakin gelap,kami melanjkutkan perjalanan kembali  dan mengucapkan salam dan permisi untuk meninggalkan Pos2.Kami berjalan pelan dengan biasa,tak lama di belakang dikagetkan sosok anjing yang tak sengaja tersorot oleh headlampku.Sontak aku kaget dan berlindung di depan Doni.Aku berusaha menenangkan diri dengan berjalan dan terus menunduk melihat jalan yang basah dan licin setelah hujan tadi sore.

Tak beberapa lama suara bunyi alat musik traditional terdengar dari sisi kanan,dan suara gemericik air mengalir di sebelah kiri.Awal mulanya aku tak terlalu menanggapi dan berfikir itu hanya halusinasi saja.Setelah memastikan kembali dengan bertanya Mas Della,Dodo dan Doni mereka juga mendengarkan suara yang kudengarkan.Kami berempat cukup takut mendengar hal aneh itu karena ini posisinya masih didalam hutan dan jauh dari desa,tidak mungkin ada suara suara seperti itu menggema.Karena rasa takut mulai datang bak dihantui arwah gentayangan,kami menginstruksikan teman teman yang berada di depan untuk mempercepat lagkahnya.Dengan segera mereka mengikuti instruksi dari kami.

Selanjutnya ada sebuah sosok yang tak nampak seperti meloncat loncat dari pohon satu ke pohon yang lain mengikuti kemana arah kami turun.Hal itu lagi lagi kami rasakan lagi.Entah sosok apa itu,benar hal mistis atau Spiderman yang tersesat.hahhaha

Semakin tak terkendali pikiran dan rasa takut itu menggerayangi kami berempat di belakang.Hingga akhirnya setelah melewati Pos1,hal hal itu tidak terjadi lagi.Rasa syukur dan lega kami rasakan setelah benar benar melewati hutan Senaru yang cukup mencekam.Dan jam  9 malam kami berhasil keluar ke Pintu Hutan Senaru.Disana kami beristrahat sejenak untuk merayakan keberhasilan kami turun dengan selamat tanpa ada kurang satupun dari tim pendakian kali ini.para Punggawa Gunung Rinjani heehehe

Setelah membuang sampah sisa pendakian kemarin,kami menyempatkan untuk memesan mie instant dan beberapa gelas teh hangat Karena disana ada pondok pondok kecil yang masih buka.Tanpa membuang kesempatan lagi membeli ,makanan kami santap dengan liar.Makan dan minum telah selesai,kami harus berjalan kembali menuju ke desa kira kira 20 menit untuk bertemu Fatan yang sudah dari tadi menunggu kami.

Akhirnya kami sampai dan langsung melanjutkan perjalanan dari Desa Senaru menuju Mataram.Disepanjang perjalnanan pulang tak ada suara satupun terdengar.karena lelah dan sudah malam maka kami tertidur macam korban bencana alam.Kami sampai di Rumah Singgah sekitar jam 2 malam.mamak sedikit terkejut dengan kedatangan kami karena begitu larut kami datang.Ya walaupun kami salah tidak pada jam nya,mamak tetap mempersilahkan kami untuk masuk dan segera beristirahat.

setelah memasukan barang kami langsung melanjutkan tidur hingga siang hari.Dengan keadaan bau campur aduk,tak ada sedikitpun rasa gerah atau hal yang lain mengusik kami.Malam yang begitu nikmat setelah melakukan pendakian bersama.Seperti itulah kisah ke-12 Punggawa Gunung Rinjani.Walau tidak terlalu detail menceritakanya takut kepanjangan jadi seperti itulah yang bisa aku ceritakan.

Terima kasih Telah bersedia membaca tentang 12 punggawa Gunung Rinjani
Siapa tau dilain waktu kita bisa berada di satu punggungan yang sama

baca juga : 5 Tips Liburan Jangka Panjang












8 comments:

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.