540 Hari Perjalanan Menjadi Solo Backpacker


Selama 540 hari usang berjalan memang banyak hal yang terjadi,namun semua itu tidaklah segampang melawan idealis menjadi manusia yang lebih baik.Ada kalanya aku terus menerus mengeluh dan mempertanyakan mau sampai kapan terus berjalan? sampai mana akan mengukur kejauhan? tapi pada kenyataanya bukan seberapa jauh dan berapa lama berjalan.


Mencoba mengasingkan diri dari rutinitas kehidupan yang terkadang membuat orang lupa bagaimana cara menikmati hidup.pasti ada yang pernah mengalaminya bukan?

Kadang banyak pesan masuk kepada usang yang menyebut  enak ya jalan jalan terus banyak uang ga mikir kerjaan?ga kayak kita tiap hari boal balik rumah ke kantor,pusing mikirin deadline,dimarah marahin bos mulu *eits maaf bos hehe

Kenyataanya usang jalan dan berpindah tempat perlu mengumpulkan keberanian diri untuk menumpang,terkadang mendapat rejeki dari orang yang tidak di kenal lalu memberikan sejumlah lembaran uang,hal itu benar benar di luar scenario cerita perjalanan.

Coba bandingkan dengan kalian,bisa mengatur segalanya dengan mudah dengan uang yang di dapat setiap bulan,kalian lebih enak bisa tidur kasur yang empuk,mendapat gaji bulanan yang bisa memenuhi segala kebutuhan,bisa terus berkumpul dengan sahabat dan keluarga.Apa itu tidak lebih enak dari usang dapatkan? Hayo enak mana?

Sesungguhnya memaknai perjalanan dengan segala keterbatasan dan keluar dari zona nyaman untuk mengendalikan diri lebih baik lagi seperti di bilang orang orang besar adalah tantangan terbesar.Berjalan sendiri bukan perkara mudah, merasakan tidak adanya uang ketika berada di tanah orang,bekerja apa saja asal bisa bertahan hidup,terjebak cinta sesaat ketika berjalan cieeee
kerinduan akan pelukan rumah,atau menikmati kesendirian diantara orang orang asing ketika bertemu di jalan.



Bulan terus berlalu dan pejalanan semakin tak merasakan kenikmatanya.Apakah ini pertanda untuk berhenti? ah usang tidak tau apa yang sedang terjadi.Usang bingung mau berbuat apa? Rasa kejenuhan mulai melanda.Semua rasa bercampur aduk diantara ketakutan demi ketakutan datang menyerang.


Kau mungkin berucap kepada usang bahwa usang hebat bisa bertahan,tapi pada kenyataanya aku tak sehebat yang kau kira,aku terkungkung dan merasa kecil didalam ketakutan ketika akan beranjak pergi menuju ke tempat lain.

Usang lupa bagaimana cara untuk kembali pulang dan mulai lupa cara merindu kepada rumah.Ada yang membantu mencari alasan tepat untuk kata Pulang?

Hingga saat ini usang belum menemukan apa yang sebenarnya dicari,bukan kah semua itu sia sia? Atau perjalanan ini tak bermakna apa apa? Hanya Tuhan yang tahu jawabanya

Ada kalanya dimana usang merasa sedih saat orang mulai mengasihani sosok usang seperti orang yang putus asa.Seakan pasrah menjalani hidup yang tak bermakna.Padahal usang sedang mencari cara bagaimana menikmati hidup yang seutuhnya sebelum kembali menjadi manusia normal dengan rutinitas pekerjaan dan mempunyai keluarga sendiri.Tapi usang berucap terima kasih banyak yang sudah peduli dan prihatin kepada Usang.



semua hal yang didapatkan di jalanan seharusnya dapat merubah kepribadian menjadi lebih baik,tapi kenyataanya masih banyak yang harus di terapkan dan di pelajari ke dalam kehidupan.Bukan melewatkanya begitu saja dan nampak sia sia waktu yang terbuang percuma.


Tak perlu disembunyikan lagi,mengapa malu mejadi seorang pengemis mimpi sendiri? Jika menikmati hidup seperti kaum pinggiran adalah cara menikmati hidup penuh ketenangan.


Jadi selama 1 bulan ini usang banyak berkutat dengan mengistirahatkan diri sebelum melanjutkan perjalanan lagi.Hanya saja usang masih tidak tau akan berjalan kemana? Karena bulan Ramadhan  ke-2 ini usang ingin perjalanan dengan tantangan baru.

Seperti inilah keluh kesah usang dalam perjalanan mencoba mengelilingi Indonesia.Tunggu cerita perjalanan usang selanjutnya dalam menyambut bulan ramadhan ke-2 di perjalanan

Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar yang baik pula.

8 comments:

  1. Baca ceritamu, aku jadi paham kalau setiap orang punya tujuan hidup dan cara menikmati hidup masing-masing. Semoga segera ketemu ya yang dicari

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kaka erny,wah kayaknya kakak erny udah pernah mengalami juga ya heheh

      jadi nikmatin hidup itu penting karena hidup cuma satu kalikan :)

      Delete
  2. Semangaaat bang usang 😊 semogaa lancar dan diberi kekuatan dalam setiap perjalanannya. Semoga segera bertemu dgn apa yg dicari, namun tak perlu terburu" karena Allah selalu punya waktu terbaik untuk mempertemukan apapun. . Stay strong 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ga buru buru kak,menikmati setiap detik perjalanan adalah cara menikmati hidup sebebas bebasnya hihi

      Delete
  3. woah.. ceritanya mantep banget masbro. *jempolin
    Tetap semangat untuk meraih mimpinya! :) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo bang

      tetap semangat buat jalan ya siapa tau bisa diajak jalan barengkan lebih seru :D

      Delete
  4. Keren nih bang ceritanya. Semoga sehat selalu untuk terus bisa keliling Indonesia. Dan terus berbagi cerita di ranselusang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih bang,semoga terus bisa berbagi cerita perjalanan ya

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.