Perjumpaan "Mesra" di Atap Sumatra


perjalanan mengunjungi Jambi bukan hal yang direncanakan sebelumnya.Berawal dari kebingungan usang ketika melihat tanggal merah dan ingin menikmati cuaca dingin khas pegunungan.Usang mencoba sumber informasi di salah satu forum yaitu Backpacker Indonesia.Setelah scroll kebawah dan mencari,akhirnya usang menemukan thread tentang pendakian bersama ke Gunung Kerinci.Sebelumnya usang belum pernah mengikuti pendakian bersama sebelumnya,dan waktu itu usang ingin mencoba dan mengetahui bagaimana rasanya mengikuti acara pendakian bersama yang diadakan oleh Om Mawadhi.

baca juga :TIPS MEMILIH TEMAN PERJALANAN

Setelah tergabung dan mendaftarkan diri,usang mengecek peserta yang akan mengikuti pendakian,ternyata ada sekitar 40 orang yang pasti ikut.Wah lumayan banyak juga ternyata yang ingin bergabung.

Keberangkatan usang dari Balikpapan menggunakan salah satu maskapai penerbangan lion yang disisipi cerita medebarkan.Usang berangkat dari balikpapan sekitar jam 10 pagi menuju Jakarta kemudian dilanjutkan menuju Padang.Di Jakarta sendiri usang transit kurang lebih selama 1 jam 45 menit kemudian menuju Padang.

Sesampainya di Padang cerita mendebarkan dimulai.berawal menunggu bagasi untuk mengambil carrier yang tak muncul setelah menunggu hampir 20 menit,usang mulai was was dan menanyakan ke salah satu security bandara.setelah di check,ternyata carrier usang yang masuk dalam bagasi ternyata salah mendarat ke Batam.Usang sempat panik karena usang harus segera mengejar teman teman yang lain untuk menuju Kayu Aro dan usang masih menunggu bagasi yang tertukar.

Setelah mengkonfirmasi ke pihak maskapai,akhirnya usang menunggu kurang lebih selama 2 jam hingga bagasi usang datang.Sedikit kecewa sih,sebab kenapa bisa bagasi berpindah dan salah masuk dan berbeda tujuan.

Akhirnya usang bersatu lagi,sekitar jam setengah 8 malam usang beranjak dari Bandara Padang.Ditengah perjalanan,usang bertemu dengan teman yang juga mengikuti pendakian bersama dari Samarinda dan Makassar bang Anto dan bang khafi.Kami bertiga bertemu lalu memutuskan menginap di salah satu penginapan di pinggiran kota.

Pertemuan yang tak disengaja membuat kami bisa lebih mengenal lagi dan saling bertukar informasi sebelum pendakian.Keesokan harinya kami mencari beberapa perlengkapan dan perbekalan logistik yang belum kami bawa.Setelah sarapan dan selesai mencari logistik kami menuju salah satu penyedia jasa travel menuju Kayu Aro.Biaya travel waktu itu kurang lebih sekitar Rp125.000 perorang.

Di saat saat kami menunggu keberangkatan,ada peserta lain yang baru datang dan langsung menghubungi kami,dia bernama Rangga dari Jakarta dan ikut berangkat menggunakan mobil travel dengan kami.

Keberangkatan dari Padang menuju Kayu Aro sekitar jam 2 siang dengan waktu perjalanan sekitar 7 jam.Perjalanan santai melintasi jalan yang berkelak kelok seperti ular dan cukup sempit untuk jalur lintas antar kota atau provinsi.Kami sempat singgah di danau Singkarak dan beberapa tempat destinasi yang lainya sebelum sampai menuju Kayu Aro sekitar jam 9 malam.

Sesampainya di Kayu Aro kami menginap di homestay Paiman,yang sebelumnya sudah kami booking jauh hari.Di homestay Paiman sangat terkenal bagi para pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Kerinci.Waktu itu hanya kelompok kami saja,karena cukup banyak peserta jadi para pendaki yang lain menginap di homestay yang lainya.

Menikmati pemandangan Gunung Kerinci


Keesokan harinya kami sarapan kemudian packing dan briefing untuk pendakian,setelah melengkapi Simaksi kemudian kami berangkat menuju pintu rimba yang melewati pos pemeriksaan.Kami diantar dengan sebuah mobil carry dengan beberapa kali antar jemput.

Jangan ditiru ya kalau naik diatas mobil


perjalanan yang melewati patung Macan dan melintasi kebun teh yang luas menjadi penyedap mata sebelum melintasi trek hutan hujan tropis khas Sumatra.Setelah semua sudah terkumpul kami berdoa dan mulai berjalan bersama dengan santai.Di Gunung Kerinci sendiri memliki beberapa Pos yaitu Pos1,Pos2,Pos3,shelter1,shelter2,dan shelter 3(biasa dijadikan tempat camp sebelum summit attack)


untuk jarak per posnya tidak terlalu jauh sekitar 45 menit sampai 1 jam,kecuali dari shelter 1 hingga menuju shelter 3 yang mempunyai jarak yang cukup panjang.Trek yang melewati vegetasi hutan yang lebat hingga menuju shelter 1.sebelum mencapai di shelter1 kami menyempatkan makan siang di pos3 atau "batu lumut".dari batu lumut kami menuju ke shelter1 dengan trek yang menanjak dan cukup terjal untuk menguras tenaga kami.

Akhirnya kami sampai di shelter 1 sekitar jam 3 sore,kami memutuskan untuk menginap di shelter1 karena lumayan banyak pendaki yang naik waktu itu,dengan jumlah yang banyak kami tidak ingin memaksakan karena untuk area camp sendiri tidak terlalu luas untuk di shelter 2 dan jika kami memaksakan menuju ke shelter 3 kemungkinan kami akan tiba malam.Dengan mempertimbangkan kemungkinan terburuk kami semua setuju untuk camp di shelter 1 selama 1 malam.

kondisi shelter 1 sendiri cukup luas dan cukup menampung kami semua.kondisi malam yang cukup dingin di shelter 1 membuat kami semakin akbrab dan mendekat di antara api ungun di salah satu sudut camp.Acara makan bersama ditambah dengan kabut malam yang merangkul kami untuk menjalin kebersamaan.Setelah selesai acara makan bersama dan ngopi,kami segera beristirahat untuk mengisi tenaga dan melanjutkan perjalanan esok hari ke shelter3.

suasana pagi di shelter 1

Pagi pagi kami sudah packing dan selesai breakfas,,setelah semua rapi dan dirasa sudah siap, dengan segera kami berdoa dan melanjutkan perjalanan.Kali ini treck pendakian sedikit mulai agak berbeda,kondisi mulai sedikit terbuka dan sesekali usang bisa melihat diantara celah celah pohon mengintip keatas puncak Kerinci.Aroma khas pegunungan mulai terendus saat menuju shelter2 dengan trek yang disuguhkan dari akar dan ranting pohon yang melintang dan juga jalan setapak yang mulai mengecil diantara rimbunya pohon menghimpit jalur.

Selfie dulu sebelum berangkat


Seakan akan ingin menghalangi kami untuk segera sampai dan bisa bersanding dengan atap Sumatra.perjalanan sekitar 1jam lebih atau mungkin 2 jam menuju shelter 2.Lupa lupa ingat soalnya hehe
Sesampainya di shelter2 kami beristirahat sejenak untuk mengisi air yang berada dibawah area camp shelter2 yang cukup sempit ini.Air disana yang tersedia tidaklah jernih,melainkan genangan air yang berada diantara bebatuan.Kami hanya mengambil air secukupnya untuk bekal minum di perjalanan menuju shelter3.
trek yang menguras tenaga


Perjalanan kali ini sangat berbeda,karena trek menuju shelter3 sangatlah menantang.Kita akan merayap layaknya Spiderman karena kita akan bergelantungan diantara ranting ranting yang melintang diantara jalur yang kecil dan ditengah tengahnya adalah jalur air jika sedang turun hujan.

jalur yang menghadang menuju shelter3

sedikit bergaya sambil istirahat

Tangan terasa lelah ketika terus berjuang melintas jalur menuju shelter3,dan jarak tempuh sekitar 2 jam ke arah basecamp di shelter3.kami sampai di area camp sekitar jam 4 sore.Segera kami membagi tugas seperti mendirikan tenda,mengambil air dan mempersiapkan alat masak untuk makan malam nanti.
Suasana sore di shelter3


Nah usang kebagian bertugas mengambil air ditemani bang Dimas salah satu teman dari Bogor.Area mata air cukup jauh turun kebawah ke sisi kanan camp.jalan licin berkerikil serta agak curam yang harus kami lewati.Cukup menguras tenaga hingga sampai di mata air,sesampainya disana usang dan bang Dimas mengisi botol botol yang kami bawa.

Mandi di ketinggian untuk pertama kali

Setelah selesai mengisi,kami berdua menyempatkan untuk mandi karena tergoda dengan kesegaran air yang seperti menghilangkan rasa dahaga hingga masuk kedalam tubuh.Ini adalah acara mandi tertinggi selama usang hidup,sebuah pengalaman yang tak bisa dilupakan.alah lebay sang

Merasa puas,kami segera mengeringkan badan dan segera kembali keatas karena kami sudah ditunggu karena air akan di gunakan untuk masak.Sesampainya di camp usang segera berganti pakaian dan ikut membantu memasak.Tapi setelah mandi tadi badan terasa penat sekali,mungkin karena efek perjalanan panjang dengan memikul beban yang cukup berat dan langsung terkena air dingin membuat badan langsung lelah seketika.

Acara masak masak sudah selesai,selanjutnya kami makan bersama dan minum segelas coklat panas dan kopi.Kembali kami berkumpul untuk merencanakan waktu untuk Summit Attack nanti malam.
Dengan keputusan bersama,kami melakukan Summit Attack jam 2 malam.

Briefing selesai dan kami kembali ke tenda masing masing untuk tidur dan beristirahat.Malam angin mulai menyerang tenda kami.memang tidak terlalu kencang,tapi cukup membuat badan kami bergaya melingkar seperti bayi.

suasana malam di shelter 3

Jam setengah 2 kami terbangun dan bersiap siap berganti dengan perlengkapan yang kami bawa.Memakai jacket Windproof,sarung tangan,kupluk,headlamp dan tentunya membawa daypack untuk perbekalan di sepanjang perjalanan naik dan turun nanti.

Jalur khas Gunung Vulcanic dengan bebatuan yang mendominasi diantara pasir dan beberapa tumbuhan seperti edelwies yang tersebar.Batas vegetasi terletak di shelter 3 dan selebihnya akan menemukan jalur berbabtu.

Kaki terus melangkah pelan serta menundukan kepala,berharap bisa melewati jalur yang terus menanjak.tak terasa usang telah mendekati puncak Gunung Kerinci.Diujung sana terlihat sinar dari Headlamp dari teman teman yang sudah dari tadi sampai.Usang tak tergesa gesa dan tak terburu buru karena setiap orang memiliki kekuatan masing masing.

Akhirnya setelah perjuangan cukup panjang usang sampai di bagian puncak Gunung Kerinci.Sekejap usang langsung bersiimpuh dan bersujud berdoa dan bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bisa menikmati keberhasilan hingga sejauh ini.Semua terbayar tuntas dilengkapi dengan sunrise yang begitu indah.

menikmati sunrise indah di atap Sumatra

Usang hanya duduk menikmati setiap detik ketika matahari mulai muncul merangsek ke atas permukaan.Hari mulai berubah terang dan usang tak ingin melewatkan moment ini dengan jepretan demi jepretan kamera.

sedikit narsis boleh ya

Sunrise yang menghangatkan

pengen ga dapat sunrise gini

Setelah beberapa kali mengabadikan foto,usang dan beberapa teman turun kembali ke camp untuk packing dan berniat turun menuju ke bawah.Kali ini perjalanan turun lebih cepat.Tapi usang lupa berapa lama hehe,karena masih sempat menikmati di dataran tepat di tugu yudha untuk mengirim doa agar ia tetap tenang di surga.




Sampai di camp kami mulai mengemasi tenda dan memasak sebelum turun kebawah.Tempat selesai makan siang sekitar jam 1 kami mulai bergegas jalan.cuaca yang mulai redup karena kabut mulai muncul diarea camp.


Dari shelter3 menuju Shelter2 cukup cepat perjalanan turun kami,sekitar 1 jam yang kami butuhkan.Dari shelter 2 menuju shelter 1 sekitar 2 jam perjalanan.Tak terasa saat di shelter 1 kami beristirahat cukup lama dan hari mulai gelap.Nah petaka akan segera terjadi.

Perjalanan dari shelter menuju pos 3 kami sedikit tersesat,seperti berjalanan berputar putar saja.Sampai magrib menjelang kami beru sampai di pos3.Dari pos 3 kami kembali tersesat bingung mencari jalur yang terdapat jejak kaki,karena jalur yang becek setelah gerimis membuat kami tidak bisa menandai dan melihat jalur dengan jelas.Sedikit panik dan mulai berfikir yang tidak tidak,tetapi kami terus berjalan hingga menuju pos2.Dari pos2 menuju pos1 kami rasakan perjalanan sangat lama,mungkin sekitar kurang lebih 2 jam.Dengan terus berdoa akhirnya kami keluar di pintu rimba sekitar jam 10 malam.Lalu kami di jemput dengan kendaraan hingga menuju Homestay Paiman.

Sebuah pendakian yang banyak terisi dengan cerita dan hal hal yang tak terduga.Tapi usang ingin kembali bersua dengan Gunung Kerinci yang menjadi Atap Sumatra
jadi siapa yang mau ke Gunung Kerinci?

Baca juga : 5 TIPS LIBURAN JANGKA PANJANG







12 comments:

  1. berasa ikutan bertualang.. kereeen bgt mas..
    pemandangannya asik.. :D
    itu pisangnya ikut shelfie ya, hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kapan lagi bang bisa berpetualang,iya pisangnya ga pengen kalah nampang haha

      Delete
  2. kebun teh Kayu Aro itu cakep ya, baru nyampe di situ aja udah senang .. he.. he.., tapi masih di wilayah Sum Bar,
    ngebayangin dapat air langsung di mata air, wow segarnya

    btw, terima kasih kunjungan ke blogku ya
    usul nih, profile bisa pake Name / URL aja, biar yang platform WP gampang komen

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak di kawasan kebun teh tempat recomended banget.
      makasih ya saranya dan akan segera di perbaiki hehe

      Delete
  3. Ternyata perjalanan dengan pesawat tidak semulus yang diharpkan ya ? Kenapa itu barang bisa sampai ke Batam, salah kamar atau ingin jalan-jalan sendiri :)
    Saya liat treknya terasa sudah pingsan duluan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kadang terbang bisa mulus.nah kalau masalah bagasi itu ga tau,karena saat check-in pun sudah jelat dengan tiket tujuan masak iya carrier jalan sendiri? haha

      Delete
  4. Sebuah perjalan menyenangkan meski ada sedikit halangan, tapi tak mengurangi kebahagian saat berada di atas atap Sumatra, dan nendapatkan sunset yang indah. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak walau ada sedikit masalah tapi perjalanan selamat hingga ke basecamp.kalau sunrise nya mngkin lagi hoki jadi nya indah kayak gitu

      Delete
  5. Replies
    1. aman kok kak,jalur yang terlihat jelas dan cukup banyak pendaki yang naik dan turun ketika musim pendakian.kalau saran sih cari waktu yang tepat untuk mendaki dan menghindari musim hujan ya hehe

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.