Tips Pendakian ke Gunung Untuk Pemula



Salam Lestari

Kali ini aku ingin berbagi tentang tips sebagai pendaki pemula. Sebab akusendiri juga pemula dan sedang belajar untuk menerapkan tips yang ku dapat dari para pendaki lain, dan tentunya lebih berpengalaman.

Sudah banyak kejadian seperti pendaki tersesat, hilang, cidera, tidak membawa perlengkapan bahkan hingga meregang nyawa.

Tentunya teman teman tidak ingin mengalami kejadian serupa bukan? Amit amit jangan sampai ya

Sebagai predikat pemula merupakan status paling dasar dalam setiap pekerjaan apa pun. Karena umumnya tidak berpengalaman, sebenarnya sih sah saja bila mereka kemudian bingung harus memulai dari mana dan melakukan apa. Bener ga?

Menurutku, dalam dunia petualangan seperti apapun akan sama. Kejadian seperti ini pernahku alami beberapa tahun lalu. Karena bingung harus mempersiapkan apa, membawa apa, bagaimana caranya, minimnya pengalaman tentang mendaki gunung.Semua itu sangat menjadi dilema.

Misalnya mendaki gunung yang paling mudah dalam ‘aturan’ tak tertulis selalu dianggap sebagai gunungnya pemula, seringkali didaki para pendaki yang berpengalaman. Namun, alangkah baiknya bila para pendaki pemula memulai petualangannya dari gunung yang relatif mudah. Alasannya selain menghindari kemungkinan trauma juga sebagai sarana latihan penyesuaian diri baik secara fisik, maupun mental terhadap lingkungan yang baru.
Semoga ga di bilang sok pintar ya, hehehe


Ya semoga tips yang akan ku bagi bisa berguna buat kita semua.
Tidak ingin berbasa basi dan panjang lebar, tips nya sebagai berikut :

Perencanaan pendakian
Cobalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang dalam memilih lokasi, rute pendakian, mencari tahu kondisi cuaca, jumlah pendaki, durasi waktu, semua akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan.Jangan lupa melakukan registrasi untuk mendapatkan ijin resmi dari pihak terkait.
Dalam penguasaan medan dan rute merupakan hal yang sangat penting.Ya paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung ada satu orang atau lebih dan mereka telah  menguasai medan dan tentunya mengatahui rute dan jalur pendakian.
Tentukan Waktu dan Durasi Pendakian

Untuk durasi perjalanan, bisa disusun dan dimulai dengan jarak rentang waktu minimal 3hari 2 malam selama pendakian. Jangan  memilih waktu terlalu panjang, ingat suhu di gunung itu dingin dan bisa membuat kondisi fisik kita melemah. Karena setiap orang mempunyai stamina dan kekuatan masing masing.

Mempersiapkan perlengkapan yang efektif dan berdaya guna besar
Perlengkapan usahakan disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Tapi ada beberapa peralatan yang sangat penting diantaranya  tas khusus pendaki (carrier),sepatu trekking, jacket waterproof/windproff, matras, sleeping bag, baju ganti, alat penerangan seperti senter/headlamp, korek api, tenda, kantong plastik, kompor, alat masak, alat komunikasi, botol/tempat air, peralatan survival dan obat obatan.
Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier atau packing alangkah baiknya dengan susunan barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat carrier digunakan, beban terberat berada di pundak, bukan di pinggang agar kita tidak cepat lelah karena menahan beban yang berat akibat kesalahan packing. Harus selalu ingat saat packing pada berangkat atau sedang dalam pendakian ya.
Serta perlu di ingat, barang barang bawaan sebelum dimasukkan tas dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik pada saat pendakian berguna sebagai lapisan anti air atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.
Persiapan fisik

Perubahan suhu yang relatif cepat tentu akan berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh seseorang. mempersiapkan fisik dan mental sangat penting, usahakan sebelum melakukan pendakian alangkah baiknya beberapa minggu sebelumnya rajin berolahraga, agar menjaga badan tidak kaget dengan aktivitas pendakian yang lumayan berat.

Persiapan mental



Naik gunung jelas membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Namun itu saja tidak cukup,kita juga butuh kesiapan mental yang optimal untuk menjaga hal yang tak terduga seperti tersesat atau mengalami musibah lainya.

Cari info sebanyak banyaknya

Banyak sumber info bisa kita dapatkan baik dari dunia maya atau langsung bertemu dan bertanya kepada teman yang sudah melakukan pendakian. Semua informasi sudah tersedia, jadi jangan malas untuk mencari tahu. Cobalah mencari dari yang paling umum sampai yang paling aneh sekalipun seperti tentan mitos atau tempat tempat yang dilarang sekalipun. jadi serem ya hehe

Manajemen Logistik

Bawalah makanan sehat selama pendakian untuk menjaga kondisi fisik tetap prima. Penting juga untuk melebihkan jumlah logistik 1sampai 2 hari agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan kita masih bisa bertahan walau dengan sisa logistik yang pas pasan. Bawalah makanan yang mudah di masak tapi tidak mengurangi protein dan kalori.

Bisa mengantisipasi dan mengetahui Penyakit dan Cedera yang Mungkin Terjadi Selama Masa Pendakian
Ingat! Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol, karena kita berniat untuk menghangatkan badan tapi minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah. Karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
hati hati ya
Mendapatkan izin dan registrasi pada pos pendakian
Sebelum pendakian dilakukan kita wajib melakukan registrasi dan memperoleh izin dari pihak terkait terutama di pos pendakian. Di setiap pos pendakian isilah buku tamu dengan mencantumkan beberapa lama akan melakukan pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon emergency atau keluarga dan teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali turun dari pendakian jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian. Untuk mengkonfirmasi bahwa kalian selesai dan tidak terjadi apa apa.
Tidak merusak alam dan menjaga kelestariannya
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menhancurkan alam tentu akan semakin terasa indah. Karena itu selama pendakian hindari melakukan perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi mencoret atau vandalisme, menebang pohon sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga seperti edelweiss, maupun membuang sampah.
Manajemen sampah yang baik

Kelola sampah saat pendakian paling tidak sudah membawa trashbag atau yang sama kegunaanya untuk menyimpan sampah. Karena digunung tidak ada tempat sampah maka dari itu wajiblah kita mebawa turun kembali.
Sampah di gunung sangat meresahkan, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian seharusnya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di pos pendakian.Bukan membiarkan saja berserakan mengganggu mata dan mencemari kebersihan gunung.
Jika kalian membuat api unggun, jangan sampai lupa untuk mematikan hingga benar benar mati atau padam. Memastikan pada bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Hal ini juga harus di ingat untuk para perokok, ketika membuang putung rokok pastikan benar mati bara apinya lalu menyimpan di kantong atau di tempat yang lainya.

Karena untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan yang tanpa sengaja disebabkan oleh ulah kita. Pasti kalian tidak mau kan menjadi aktor penyebab terjadinya kebakaran hutan?
Semoga dengan melakukan tips pendakian gunung di atas dapat dilakukan sesuai harapan dan terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan meskipun pendakian yang dilakukan oleh para pemula. Karena pada prinsipnya sebuah pendakian gunung bukanlah sekedar ambisi seberapa banyak gunung yang didaki, atau bangga bisa mencapai puncak gunung tinggi. Namun hal terpenting adalah bagaimana kita bisa kembali pulang ke rumah berkumpul dengan orang orang tercinta.
Jika tips tentang pendakian gunung ini berguna maka bagikanlah,jika mengalami kekurangan tolong bantu untuk menambahkan nya di kolom komentar.
Karena aku juga manusia dan seorang pemula dalam pendakian, serta peduli dan ingin berbagi. Semoga dilain waktu kita bisa merasakan pendakian dan berada dalam satu punggungan.

4 comments:

  1. Kalau aku yang penting pas mendaki didampingi teman-teman yang sudah pengalaman hehehehe. Terus fisik kudu kuat dan menjaga etika selama mendaki :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener bang harus begitu ya minimal ketika mendaki ditemani orang orang yang berpengalaman dan sudah mengetahui semua yang ada di lokasi gunung tersebut

      Delete
  2. Kalau aku belum pernah naik gunung mas.

    Boleh nihh tipsnya nanti dicoba, mana tau kapan2 ak bisa mendaki gunung.

    Yang terpenting jaga kelestarian alamnya iya mas :-)

    ReplyDelete
  3. sekarang udah ngga pernah daki gunung lagi. berhubung umur dan fisik tak lagi memungkinkan hahahaha

    ReplyDelete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.