3 tempat Indah tak Seperti Dulu Lagi


Salam Lestari
Tempat indah akan terasa jika keberadaan nya tetap terjaga,bukan mengalami perubahan dengan bangunan - bangunan bermunculan saling beradu mempersolek diri.Semua tidak menjadi pemanis,tetapi membuat tempat indah itu sendiri tidak alami lagi.

Kali ini usang akan bercerita sedikit tentang 3 tempat yang dulu nya terlihat cantik,tapi perlahan mengalami perubahan seiring banyaknya wisatawan atau pelancong datang mengunjunginya.Sebenarnya tidak menjadi masalah jika semua perubahan seperti fasilitas atau sarana di perbaiki untuk mempermudah wisatan dalam menikmatinya.

Apalah daya,usang hanya seperti debu yang sepintas hinggap dan akan hilang bersama terpaan angin.Tapi,bolehlah sedikit berucap tentang perubahan ini.Tidak ada yang di adili tidak ada yang patut disesali.Semuanya sudah terjadi dan mari saling menginstropeksi diri.

Baiklah,yang pertama usang akan menceritakan bagaimana perubahan salah satu tempat yaitu Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo yang sekarang menjadi sangat terkenal bagi orang orang,dan berlomba lomba datang untuk melihatnya langsung.Dulu di awal akhir Januari 2016 usang pertama kali mengunjungi Pulau Padar.Kebetulan waktu itu musim libur belum datang dan wisatawan tidak terlalu banyak,sehingga usang mampu memaksimalkan menikmati Pulau Padar dengan tenang.Itupun tak luput dengan mendapat keberuntungan alias mendapat tumpangan gratis mengunjugi setiap destinasi di sekitar Taman Nasional Komodo.

Dataran hijau mendominasi diantara bukit bukit yang memiliki pohon yang jarang.Jalanan setapak dari bibir pantai menuju keatas yang cukup terjal,tak melihat sampah di sekitar.Setiap detik benar benar menikmati keindahan Pulau padar.Tak ada sedikitpun terlepas dari pandangan mata untuk bersyukur masih bisa menikmatinya.



Namun sekarang ada sedikit perubahan,Seperti ada tangga buatan dari kayu dari bawah menuju keatas Pulau Padar.Memang tidak banyak tapi menurut usang dengan adanya tangga sedikit membuat perubahan yang membuat seperti tidak alami lagi.Selain itu,dulu ketika pertama kali datang kapal akan menurunkan jangkar di pinggir pantai tapi agak sedikit ke tengah dan para penumpang akan di antar menggunakan kapal kecil menuju bibir pantai.\


Di perairan Pulau Padar dulu sangat bersih,tidak ada sampah terlihat,hanya ada sampah alami seperti potongan kayu yang berserakan atau daun daun kering.Tapi semakin lama suasana itu tidak lagi bisa dinikmati.Setelah semakin banyak di ketahui oleh banyak orang dan saat itu juga sampah datang turut meramaikan kehadiran mereka.Seperti botol botol minuman atau plastik mulai berserakan di pasir putih yang tak lagi mempesona.Lalu,jika kalian melihat sedikit kebawah ke perairan di Pulau Padar maka kalian akan melihat botol dan sampah lainya turut berenang bersama ikan yang menghuninya.

Oh sangat sedih jika melihat kejadian ini,tapi mau bagaimana lagi semua harus terjadi dan alam yang menanggung konsekuensinya.

Tempat berikutnya berada di Lombok yaitu Bukit Merese.Semua pasti sudah banyak yang tau dengan tempat satu ini.Keindahan kala menikmati sunset atau sedang menikmati pantai Tanjung Aan dari ketinggian.Bahkan tak jarang beberapa Iklan di Televisi memakai tempat ini hingga menjadi lokasi syuting video clip.Bagaimana orang tidak terbius untuk menghadiri langsung bukan?



Dulu saat pertama kali datang mengunjungi tidak banyak orang yang menghabiskan waktu waktu sore hari di atas Bukit Merese.Lambat laun semakin bertambah nya orang membagikan tempat ini semakin banyak orang yang penasaran dengan bukit ini.

Sekitar akhir akhir tahun 2016 mulai ada tanda tanda jika Bukit ini akan berubah.Benar ternyata,Jika kalian berkunjung ke Lombok terkhusus menuju wilayah pesisir pantai selatan maka kalian akan menemukan banyak sekali dinding berbahan seng mulai menutupi pemandangan.Banyak truk truk hilir mudik,para pekerja sibuk dengan tugas masing masing.Dan yang paling parah menurut usang disana akan didirikan Resort atau Hotel.Entah ini benar atau tidak tapi usang sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi.

Lalu di daerah pantai Tanjung Aan mulai berdiri dinding beton hampir mengitari kawasan pantai.Berjarak kurang lebih 10 meter dari pantai dan jelas menutupi pemandangan bahkan mungkin beberapa bulan kedepan kita tidak bisa menikmati keindahan pantai ini dari dekat.Begitupun akses menuju Bukit Merese,dinding beton sudah terpasang mengitari pintu ,masuk.Ditambah portal yang dibangun serta ada beberapa security yang sering lalu lalang mengontrol naik melihat.

Memang,sekarang wisatan masih bisa berkunjung dan menikmati keindahan Bukit Merese.Tapi bagaimana jika beberapa bulan kedepan? usang yakin kita semua tidak dapat lagi menikmatinya.Karena disana sudah termasuk menjadi kawasan hotel dan mungkin hanya pengunjung hotel yang bisa mengunjunginya.ITU MUNGKIN


Kita tidak tahu kedepanya bagaimana,tapi semoga orang orang akan bisa terus berkunjung walau ada perbuhan seperti munculnya gedung bertingkat merubah keindahan disana.

Selanjutnya Adalah Danau Weekuri yang berada di NTT,tepatnya di Sumba Barat Daya.Siapa yang tidak terhipnotis dengan keindahan alam yang disajikan di pulau ini.Pantai yang indah,air terjun yang unik hingga bukit bukit yang ada menjadi bagian pembeda dari Pulau Sumba.Tapi usang akan menceritakan perubahan yang terjadi di Danau Weekuri.



Siapa yang tidak tahu dengan Danau yang unik ini,Danau yang terbentuk alami ini memiliki air yang asin bukan tawar.Karena air yang ada di dalam danau ini berasal dari laut,kedalaman air juga akan di pengaruhi oleh pasang dan surut nya air laut.

Tempat yang tersembunyi di balik pohon pohon yang hampir menutupinya,dan berbentengkan batu karang yang melindunginya dari gempuran ombak laut lepas.Oh sungguh sangat indah jika kalian bisa menikmati langsung Danau Weekuri ini.


Tapi lagi lagi keindahan alam itu mulai terasa hilang dengan adanya beberapa bangunan penunjang.Dulu jalan menuju ke batu karang yang ada di ujung hanya sekedar jalan setapak.Namun sekarang begitu berbeda,ada jalan mulus yang dibuat.Jika ingin beristirahat biasanya kita akan bernaung di bawah rindangnya pohon disekitar,tapi sekarang banyak bangunan yang bisa menjadi tempat beristirahat.Jika ingin terjun mandi dulu bisa loncat dari atas batu tapi sekarang terdapat tempat loncat yang sengaja di buat.Satu lagi,di bagian pinggir dulu banyak pohon tapi sekarang terlihat gundul.Waktu beberapa lalu usang berkunjung ada seorang bapak bapak sedang melakukan pembakaran,entah ada yang menyuruh atau inisiatif sendiri,tapi jujur itu pemandangan yang sangat miris sekali.Merusak alam dengan sengaja atau tidak sengaja bukan menjadi pilihan tepat bukan?

beberapa bulan yang lalu hasil dari teman @alibufteim

Semua lambat laun akan mengalami perubahan,tetapi jangan sampai alam yang menanggung ulah yang kita perbuat.Maaf jika usang lancang berbicara tentang hal ini,bukan merasa sok tau atau menjadi yang maha benar.Ini adalah pandangan usang dari perubahan dari ke-3 tempat tersebut.Semua tempat mengalami perubahan pasti mempunyai alasan nya masing-masing.Jadi kita harus membantu menjaga agar tempat tempat indah tidak menjadi santapan keganasan perubahan yang bisa membuat kerusakan.

Usang tidak ingin terlalu berkoar koar karena takut salah menjelaskan,tapi ini rasa kesedihan usang setelah mendapati tempat ini tak seperti dulu lagi.

Jika ada yang memiliki pendapat lain,jangan sungkan untuk meninggalkan nya di kolom komentar ya,semua pasti mempunya pendapatnya masing masing.
Salam Lestari

3 comments:

  1. Karena traveling sudah menjadi bagian dr gaya hidup manusia modern saya kira memang agak susah menjaga tempat2 tsb seperti semula. Yg bisa dilakukan hanya mengurangi kemungkinan tmpt2 tsb rusak oleh ulah manusia itu sendiri.

    Btw, sedikit saran mas. Maaf kalo kuranh berkenang. Kalimat dg akhiran tanda titik, dikasig satu spasi sblm kalimat berikutnya, supaya lebih rapi paragrafnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah maaf komen ketumpuk jadi baru ke baca ini, makasih banyak sudah di ingatkan ya

      Delete

Powered by Blogger.