Menjalang 4 bulan Tanpa Handphone


Hidup dengan tenang tanpa ada gangguan adalah nikmat tersendiri.Keasyikan hidup menjalang dengan rutinitas tak biasa sebenarnya bukan pilihan,melainkan sebuah tantangan dalam perjalanan yang harus dilewati.

Semua berawal dari tragedi rusaknya Handphone memaksa usang menjadi seperti manusia batu zaman dulu.Tak ada yang salah,tak ada yang merugi,kecuali merananya diri sendiri.Hanya saja,media sosial menjadi tumbal yang semulanya menjadi alat untuk menanam ego menjadi tertahan sejenak.Ya bukan hal yang ingin ditutupi,rasa ingin berbagi dan menunjukan eksistensi adalah hal lumrah bagi manusia di jaman serba canggih ini bukan?

Coba bayangkan ketika mendapat ketenangan ketika bangun pagi tiada notifikasi pesan dari seseorang yang mencari atau sebuah notifikasi dari media sosial seperti Instagram pemberitahuan suka atau pemberitahuan orang orang yang mau mengikuti akun pencitraan ini.


Semua cerita musibah ini berawal dari kejadian dari tanah Maluku beberapa waktu lalu ketika menyambangi Puncak para raja di Binaiya,lalu ketika turun musibah itu mulai mengawali musibah kesunyian ini.semakin menjadi.Sampai menjadi titik klimaks dalam perjalanan menuju ke Lombok kembali.Jujur,di Lombok sendiri banyak yang mengasihani usang terutama mereka yang sudah mengenal baik dan mengetahui cerita usang.Ini ungkapan jujur loh,serius

Hingga sekarang masih mati Handphone usang 


Karena kejadian seperti ini bukanlah hal yang baru bagi usang,tapi mengalami kejadian tak mengenakan ini selalu menghiasi perjalanan.Seperti kehilangan laptop,actioncam,kamera atau tentang rusaknya Handphone yang sedang ita bahas sekarang.Andai saja perjalanan tidak mengalami hal seperti ini,Pasti bumbu cerita tak semenarik yang sedang terjadi.

Apa yang terjadi? ini bukan sebuah drama kolosal yang selalu mempunyai kekuatan Magic untuk mengatasinya.Semua ini nyata! semua harus dihadapi dan dinikmati sekali kali.Masak sering dapat musibah dibilang sekali kali

Bahkan menurut usang kejadian kali ini menjadi hal yang sangat menyentuh sekali.Ketika Handphone usang sudah rusak selama 3 bulan,mamak dari Rumah Singgah Lombok melihat dan mengetahui hal ini.Lalu mamak dengan suka rela membelikan sebuah perangkat Handphone usang berupa LCD untuk bisa hidup kembali Handphone usang.

Mungkin kali ini bukan sebuah keberuntungan,melainkan rasa iba yang muncul dari mamak karena melihat usang seperti orang yang linglung.Mungkin beliau merasa kasihan atau tentang hal lain,karena melihat usang lakukan untuk mengisi waktu kosong dengan membaca buku,melamun penuh imajinasi atau mungkin ia memperhatikan usang yang sedang mengamati orang-orang yang sedang asyik dengan kesibukan mereka menggunakan Media Sosial masing-masing.Seketika usang merasa seperti menonton sebuah pergelaran acara tapi tidak tau sedang menyajikan apa,karena tidak ada suara dan hanya menampilkan gerak jari jemari memaikan layar Handphone masing masing.

Selama kurang lebih 4 bulan dengan tidak adanya Handphone serasa menikmati dunia seutuhnya.Walau sebenarnya banyak suka dan dukanya,Itu pasti.
apalagi mengalami hal yang tidak mengenakan ketika tidak adanya Handphone untuk menghubungi teman untuk sekedar menjemput harus usang rasakan.Misalnya untuk mengurus Rumah berjalan ranselusang.com ini usang harus rela berjalan melintasi pinggiran kota Mataram.Karena usang tidak dapat menghubungi teman makanya berjalan Sekitar 4Km dari Rumah Singgah Lombo menuju rental komputer seorang sahabat bernama bang Dhan.Jika usang mempunyai Handpnone,mungkin bisa menghubungi bang Dhan untuk menjemput,tapi kenyataanya tak semanis itu.

Kenapa usang rela berjalan? karena demi mendapat pinjaman laptop dan jaringan internet gratis untuk menceritakan kisah perjalanan ini.Tak jarang usang juga menginap disana beberapa hari,karena untuk berjalan kaki pulang dan pergi cukup menguras tenaga.Sedih sih tapi ya harus bagaimana lagi

Melihat kondisi seperti ini usang tak ingin berlarut dalam kesedihan,mencoba tetap tegar melewatinya.
Tak jarang juga ketika sampai disana,untuk mendapat pinjaman laptop usang harus menunggu dengan duduk disebelah bang Dhan ketika ia sedang siuk mengerjakan sesuatu.Jika sudah selesai barulah usang menggunakan laptopnya untuk sekedar menyalin tulisan ke draft.

Kadang juga usang memakai laptop Awan,si penjaga rental,itu pun juga harus sabar menunggu ketika pemiliknya sedang menggunakan seperti mengerjakan laporan atau hal lainya.Itulah konsekuensi ketika tidak ada Handphone.Coba kalau ada,tidak mungkin usang akan merepotkan orang lain demi menyalin tulisan ke draft atau langsung mempostingnya kan?.Selain itu,terkadang bang Dhan yang menginap di Rumah Singgah agar usang bisa memakai laptopnya dan tidak harus berjalan kaki.Kesempatan seperti itu tidak usang sia siakan dengan segera mengetik cerita perjalanan atau mengecek sesekali Sosial Media untuk menghibur diri.

Seperti inilah kejadian Menjalang selama 4 bulan tanpa Handphone yang harus usang lewati dalam perjalan mencoba mengelilingi Indonesia.Semoga dengan membaca pengalaman ini kalian tidak pusing dan bisa paham ya hehe.maaf kalau tulisan usang yang carut marut ini menyita waktu kalian untuk membacanya.


Musibah akan memberikan caranya tersendiri untuk mengingatkan kita atau menguji kita untuk melewatinya menuju satu tingkat lebih tinggi tantangan selanjutnya

No comments:

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.