Pulau Seram pendidikan sangat Suram


semoga sehat semua teman teman,usang baru mempunyai nyali untuk menuliskan ini karena banyak hal yang harus di pertimbangkan seperti kenyamanan dan tidak ada niat untuk mengadili atau menyudutkan salah satu pihak. Usang berani memulai menulis dan menceritakan sebuah kesaksian yang begitu mengejutkan. Mungkin di belahan Indonesia lainya juga mengalami, tetapi usang baru mendapatkan cerita seperti ini dengan cara kebetulan.

Usang mulai bertanya-tanya kepada diri sendiri mengenai masalah pendidikan yang ada di Indonesia bagian Tengah dan bagian Timur sangat kontras sekali dengan Indonesia bagian Barat.
Apakah itu benar ? jelas benar kenyataanya kan ya kan
Mungkin kalian semua sudah tau dengan jawaban dan solusinya,atau malah berperilaku masa bodoh dengan permasalahan pendidikan yang ada di negara kita ini ? semoga kalian mempunyai jawaban masing masing ya.

Walaupun ada juga di bagian Indonesia bagian Barat masih mengalami hal serupa. Tapi,kali ini usang sengaja ingin membahas cerita tentang pendidikan yang jauh dari kebesaran dan kemajuan kota di Indonesia.Apakah semua didasari dengan kesenjangan sosial yang sangat jauh berbeda dan membuat mereka juga tidak mendapatkan pendidikan yang setara ? ah tidak, semua harus adil dan sama rata bukan.Cerita ini usang dapatkan ketika tak sengaja mengunjungi Ambon dan bertepatan dengan kegiatan pendakian ke Gunung Binaiya. Semua terjadi seperti telah direncanakan dengan adanya kegiatan sosial seperti donasi buku dan penanaman pohon oleh teman teman di Ambon.


Ketika semua telah siap dan masuk kedalam mobil Tentara yang mengantar kami menyebrang menuju pulau Seram tepatnya di desa Tehoru sebagai check point kegiatan. Di pesisir pulau Seram bagian selatan atau lebih di kenalnya Maluku Tengah terdapat sekolah sekolah yang sangat membutuhkan perhatian khususnya pendidikan. Waktu itu kami menggelar kegiatan di Tehoru,Yaputi dan Piliana. Sebenarnya masih ada beberapa desa lagi tetapi pihak pihak terkait sedang tidak bisa dihubungi jadi hanya bisa 3 desa tersebut yang kami kunjungi.

Kalau untuk masalah kondisi bangunan dan segala fasilitas belajar dan mengajar kalian pasti sudah bisa tahu,seperti tidak ada nya bangku sehingga senantiasa setiap hari mereka belajar dengan duduk beralaskan lantai seadanya.Tapi yang menjadi perhatian adalah di Desa tepat di kaki gunung Binaiya yaitu desa Piliana.

Sebenarnya sekolah dasar yang tersebar untuk menunjang dan memberi wadah bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Semua demi mengenyam pendidikan yang lebih baik lagi tentunya. Kenyataanya kejadian di desa Piliana beberapa waktu lalu sedikit membuat miris dan geram. Waktu itu kunjungan kami adalah hari normal dan mereka harusnya sedang berada di dalam kelas mendengarkan guru serta belajar seperti yang diajarkan beliau. Sayang beribu sayang,mereka malah sedang asyik bermain di air jodoh Ninifala dan beberapa sedang membantu orang tuanya mencuci pakaian di mata air yang tak jauh dari perkampungan mereka.

Segera kami timbul rasa penasaran dan mencari tahu penyebabnya. Kedatangan kami di desa Piliana tak luput dari hubungan teman teman dengan bapak Raja Piliana. Mereka sudah sedari dulu mencari tahu dan memantau perkembangan pendidikan di daerah pesisir Seram bagian selatan. Kami berkumpul di rumah bapak raja dan mendengar sebuah kesaksian, ya kesaksian bagaimana pendidikan yang tak didapat selayaknya bagi anak anak di desanya. Kami dengan seksama berkumpul dan memasang telinga baik baik dan mencatat setiap perkataan bapak raja dan tak lupa untuk merekamnya (sayang rekaman ada di laptop di Ambon jadi usang tidak bisa menguploadnya).

Beliau berkata,bahwa setiap guru sering mangkir dari tugasnya alias memboloskan diri.Tak tanggung tanggung,Mulai dari kepala sekolah hingga para guru sering tidak ada di sekolah.Yang paling parah adalah mereka datang biasanya jika sedang ujian atau hal hal penting seperti pembagian raport atau penerimaan siswa baru. WOI!!!!!!! kalian pada kemana @#@$@#*!22%$

Lalu yang biasanya mengisi sebagai tenaga pengajar adalah para honorer yang gajinya tak seberapa, gaji untuk beli makan tiap hari saja susah bagaimana honorer bisa loyalitas.Kadang mereka para honorer tidak hadir karena terkendala biaya seperti transportasi dan hal hal kebutuhan hidup yang lainya.Parahnya lagi,kadang mereka diliburkan dari sekolah karena mereka para guru dan seluruh staff nya tidak datang dalam jangka waktu yang lama. Sebel ga ? Jengkel ga ?


Jadi yang menjadi korban siapa dong ? Para pengajar atau mereka yang belajar ? tentu nya para adik adik polos ini menanggung akibatnya. Bagaimana pendidikan di negara ini akan maju dan bisa mencerdaskan seluruh generasi muda jika mereka tidak mendapatkan pendidikan yang layak ? Tolong celoteh ini bisa di dengar,bukan hanya untuk pulau seram saja,tapi untuk seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Contoh,lihat teman teman dari Jogja bernama BookforMountain yang berjuang membuat perpustakaan dan menggiring buku menuju tempat terpencil dan membutuhkan biaya yang fantastis di desa Agandugume. Mereka melakukan dengan niat tulus tanpa pamrih hanya semata mata ingin terjun langsung membantu memajukan pendidikan.Ah kenapa cerita melebar sampai kesana kemari. Ingat tetep fokus dengan topik pembahasan. Semoga Celoteh ini bisa terdengar bahkan bisa dibaca langsung oleh Bapak menteri,Maafkan saya jika berbicara yang kurang bagus ini pak. Saya hanya sedih dan prihatin terhadap adik adik yang ada di jauh sana.

 Bapak jangan mengeluh jika saya bercuap panjang lebar seperti ini,saya mengerti pekerjaan bapak banyak sekali,34 provinsi bapak urus semua nya dan tentunya setiap provinsi menginginkan daerahnya bisa mendapat pedidikan hingga ke pelosok desa kan ? Pak seperti ini keluh kesah saya sebagai orang jalanan yang tak sengaja melihat dan mendengarkan langsung kejadian kejadian ini. Bapak menteri yang saya hormati, Semoga bapak tidak tersinggung dengan pernyataan yang ada diatas ya.

Kami tahu,suara kami akan mudah lenyap seiring angin dan banyaknya pesan yang masuk kepada bapak. Jika bapak mempunyai waktu,bapak bisa berkunjung langsung ke daerah daerah tersebut dan mendengar keluh kesah mereka.

Cerita ini didedikasikan untuk semua generasi muda yang ada di seluruh Indonesia.Jangan menyia nyiakan waktu belajar kalian dengan hal percuma,Jika kalian sudah melihat kondisi yang memprihatinkan pasti kalian akan bersyukur bisa mengenyam pendidikan dengan kenyamanan.

Usang memang bukan manusia yang berpengaruh
Usang memang bukan manusia yang tenar
Usang memang bukan manusia kaya
Tetapi usang mempunyai harapan kecil agar adik adik di seluruh pelosok bisa lancar membaca,bisa berhitung,dan tentunnya memili ilmu yang luas.

Karena mereka mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak bukan ?


Usang ucapkan mohon maaf sebesar besarnya terhadap pihak yang terkait,usang tidak menyalahkan semua atau menyudutkan.Semua usang dapat adalah kejadian nyata,jadi tolong jangan berburuk sangka ya.

selagi usang ucapkan mohon maaf jika kata kata usang ada yang salah,Jika ada mohon bantu di revisi karena usang juga manusia yang tak luput dari sebuah kesalahan kecil bahkan besar.

8 comments:

  1. wah mas .. sangat sayang sekali ya .. anak anak yang ada disana ..andai disana dibangun sekolah sampai jenjang pendidikan akhir pasti mantap jaya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sangat disayangkan apalagi tentang permasalahan pendidikan,kalau sampai jenjang akhir ada tapi di desa sebelah bang

      Delete
  2. semoga pendidikan di Indonesia bisa merata semua ya mas, biar anak anak di pedalaman bisa merasakan pendidikan yang sebenarnya yang mungkin kita semua alami saat di bangku sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin,semoga saja bang.
      biar mereka ga ngurusin politik melulu dan peka terhadap yang lain

      Delete
  3. Berarti tenaga pengajarnya tidak seorang pun yang tinggal di/dekat situ ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada sebagian kecil,kalau tidak salah tenaga honorernya kak

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.