Senja Sumba tak ingin ingkar janji


Pikiran ini tidak tau apakah pernyataan terhadap sesuatu yang tak ingkar adalah benar kenyataanya.Tapi semua ini terasa adil untuk meyakini hanya Sumba tak pernah ingkar untuk ketenangan dan keindahan.Serta Senja mengantarkan jiwa ini menemukan nya.

Tulisan ini adalah luapan terhadap keindahan pulau Sumba seperti tidak ada habisnya. Maafkanlah diriku saat menceritakan pengalaman ini terlihat melow. Sedikit bertele tele tapi aku sangat menyukainya,dan setiap cerita akan mendapatkan penikmatnya masing masing.

Cerita biasanya di mulai dengan berbagai tips atau cara cara menuju ke tempat yang indah untuk menikmati senjanya. Kemudian, pembahasan beralih ke pengalaman tentang kenikmatan senja yang selalu menggerogoti senyum yang keluar merekah di bibir ini.


Tempat itu, keramahan, ketenangan, kedamaian adalah bagian terindah dari sebuah perjalananku. Walau di Sumba sendiri masih menyimpan kemunduran zaman dan kemiskinan, tapi senja menyimpan nya begitu rapi sehingga mata ini seolah olah lupa dengan keindahan alam yang menutupi kenyataannya.

Tak terasa senja mampu memberi kebahagiaan tersendiri bagi para penikmatnya. Detik - detik perubahan dari terang menuju gelap, dari sadisnya panas mencengkram kulit hingga gemerlap bintang dan dingin memeluk indah dengan keheningan akut memaksa untuk diam merasakanya.


Mulai dari Sumba Barat Daya hingga menuju ke Sumba Timur, tak pernah merasa di bohongi oleh kehadiran Senja memukau kedua bola mata usang,bahkan bisa saja kepada siapapun yang sedang hidup di daratan Sumba.

Sebenarnya, banyak pertanyaan yang muncul dan mengusik didalam kepala. Apakah setiap senja selalu bisa mengingatkan dan menyadarkan kembali setiap pengalaman perjalanan. Ah tapi biarkan diri ini diam sejenak dan menikmati semuanya.Tapi selalu memunculkan pertanyaan kenapa hanya di Sumba yang selalu jujur dalam menunjukan kemegahan alamnya,atau hanya menurut usang saja ? tolong bantu dalam menjelaskannya.


Setelah banyak berucap kata kata untuk menjadi pembuka, biasanya berlanjut dengan frasa keindahan. Seperti warna jingga merubah warna gelap muka menjadi menyala karena pantulan cahaya sang surya yang akan beranjak meninggalkan bumi. Terkadang lidah menjadi kelu dan terdiam membisu saat semua warna keluar untuk menyudahi sore.

Bagi mereka yang suka memperhatikan orang orang yang menikmati senja, kadang banyak siluet yang mengindahkan nya. Orang berdiri bertebaran seperti pilar pilar bumi yang merayakan keindahan. Di iringi lantunan musik serta minuman hangat menjadi pendampingnya. Tak ada terik matahari yang membubarkan orang orang, yang ada hanya kehangatan cahaya yang membuat orang semakin rapat berkumpul dan bersorak sorai meneriakan kata kebahagiaan.



Tentang mereka yang selfie, tentang mereka yang ribut seperti baru pertama kali melihatnya, atau barangkali tentang tabiat wisatawan yang gemar melakukan hal hal yang kurang berkenan seperti mengumbar dada aduhai atau paha yang tak luput menjadi santapan mata yang tak sengaja khilaf. Semua akan berujung kepada cerita etika dan sopan santun yang tak ingin aku lanjutkan tentang permasalahan ini.


Sebagian orang mungkin cukup beruntung bisa bercerita lebih akan keindahan Sumba dengan sudut pandang masing masing. Terkadang juga banyak yang sangat jeli menceritakan kekurangannya.


Namun seperti kejadian yang sudah sudah,sebagian orang biasanya kembali terperangkap ketika akan mengakhiri penutup cerita. Bagaimana semua ini akan di akhiri dengan sentuhan sendu matahari yang meredup dan bintang yang menyala akan menggantikanya. Di akhir bagian ini biasanya kata kata puitis akan berserakan untuk mempermanis seperti jingga merona, merah menyala atau warna warna dramatis lainya. Kemudian malam datang dan bulan menggantikan perannya kali ini.

Akhirnya pikiran ini terjebak mencari alasan demi alasan kenapa Senja di Sumba tak pernah ingkar janji. Untuk mencari sudut pandang yang mana akan ku pilih untuk menjelaskan perjalanan tentang Sumba dan senja yang selalu mempesona.

No comments:

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.