Basecamp Rinjani Sembalun : Kisah dibalik Keberhasilan Bang Momo


Merdeka menjadi idaman segala bangsa, seluruh masyarakat, semua mengidamkan satu kata untuk sebuah kehidupan. Namun merdeka tak melulu menceritakan kebebasan negara berbendara merah dan putih ini. 72 tahun silam Indonesia mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan nya. Mengorbankan darah dan air mata. Kali ini estafet kemerdekaan di genggam oleh setiap individu dan meneruskan sejarah kemerdekaan.

Belum semua mengecap kemerdekaan, karena merdeka bukan hanya bebas dari jajahan dari kaum luar. Merdeka akan mempunyai makna sendiri bagi masing - masing individu yang terus memperjuangkan hingga akhir hayat.

Salah satu cerita kemerdekaan kali ini aku akan mengisahkan tentang sosok pria berdarah Jambi yang bergerilya untuk mendapatkan kemerdekaan nya di tanah rantau. Bagi beliau, merdeka adalah bisa bertahan hidup dimanapun dan bisa hidup beriringan dan melebur bersama manusia di sekitarnya.

Sapaan akrabnya adalah bang Momo, pria yang bisa memerdekakan dirinya sendiri. Bermula dari mencoba petualangan nya dari Jambi menuju Lombok untuk mengunjungi gunung Rinjani seorang diri beberapa tahun silam. Bermodalkan keberanian dan kenekatan, bang Momo sampai juga di Lombok dan bisa turun kembali dengan selamat setelah pendakian nya.

Ia pun sempat mengalami musibah seperti kehilangan dan tidak tau harus meminta tolong kepada siapa. Menghubungi keluarga ? Jelas tidak mungkin tuturnya, sebab ia adalah seorang pria. Bermodal uang Rp 1.500 dan beberapa batang rokok, Kenekatan itu menuntun nya hingga bisa tiba di Gili Trawangan.

Di pulau ikonik yang menjadi penyedot wisatawan dari berbagai penjuru dunia, ia mecoba untuk bertahan hidup. Entah pikiran apa yang bisa membawanya terdapar disana. Kisahnya dimulai dari tidur di emperan disebelah penjualan tiket penyebrangan selama kurang lebih 3 bulan. Bermodalkan Sleeping Bed. Caranya menyambung hidup bagaimana ? Jika pagi dan kesibukan di area pelabuhan ramai, tak jarang ia mendekati para pemilik kapal untuk ikut membantunya. Memberishkan karang di bagian bawah kapal, melempar jangkar raksasa, memcuci kapal.

Semua pekerjaan ia lakukan demi bertahan hidup. Berkat usaha dan ketekunan nya, ia mendapat pekerjaan baru. Bang Momo mengelola beberapa penyewaan sepeda yang ada di Gili Trawangan. Itu pun ia dapat setelah kerja kerasnya ternyata di amati salah satu pengusaha disana. Rejeki itu langsung di sambut dan dijalankan bang Momo. Berbulan - bulan ia melupakan dirinya berasal dari mana, dan melupakan hidup diatas kenyamanan yang pernah ia kecap sebelumnya.

Setelah merasa cukup peraduan di Gili Trawangan, ia mencoba kembali ke daratan. Di pelabuhan Bangsal ia menemukan sebuah pekerjaan baru yang berhubungan dengan Gunung. Pekerjaan itu tak datang begitu saja, ia sempat hidup berkutat di pelabuhan dan menjalin hubungan dengan warga setempat, barulah pekerjaan datang menjemputnya.
Mengatur semua fasilitas seperti penginapan, transportasi, dan pendakian ke gunung Rinjani. Dari Sembalun atau Senaru turun menuju ke Gili Trawangan, dari Senggigi dan Bangsal menuju Basecamp pendakian ia atur sangat rapi dan detail. Berbulan - bulan ia jalani untuk terus hidup dan mengejar kemerdekaan nya di tanah rantau.



Pekerjaan mengatur dan menyediakan sarana mengarahkan nya untuk mencoba peruntungannya. Bang Momo mengemas barang dan mencari tempat untuk singgah di Sembalun. Berawal mendapat tumpangan tempat tinggal, ia mulai memasarkan jasa nya sebagai penyedia jasa pendakian.

Ia berusaha memasarkan dari mulut kemulut, bercengkrama dengan pendaki dari luar negeri. Segala cara dilakukan agar jasanya di ketahui oleh orang banyak. Padahal ia mengawali usahanya bermodalkan kepercayaan. Bahkan ketika mendapat tamu pertama, bang Momo tidak mempunyai alat - alat pendakian. Berkat kebaikan dan kejujurannya, ia mendapat pinjaman alat.

Beberapa bulan iya mendapat tamu dan masih meminjam alat. Keuntungannya ia gunakan untuk membeli dan melengkapi fasilitas jasa pendakian nya.
Akhirnya perjuangan nya selama beberapa bulan menunjukan hasil.

Perlengkapan pendakian telah ia miliki. Bersamaan dengan rejeki datang tak terduga, bang Momo mendapatkan tempat baru. Tempat itu milik seorang warga disana dan meminta untuk di kelola oleh bang Momo. Hingga sekarang tempat Basecamp pendakian itu semakin besar dan banyak para pendaki yang singgah.



Bang Momo sendiri mempersilahkan bagi para pendaki lokal untuk singgah, walau hanya untuk sekedar menumpang menginap dan membersihkan diri atau rehat sejenak setelah turun dari pendakian. Semua gratis tanpa di pungut biaya, dengan catatan tempat seadanya dan ikut membantu menjaga kebersihan Basecamp dan memberi kenyaman untuk semua. Hal ini mengingat bagaimana ceritanya dahulu saat masih terombang ambing dijalan.

Jadi saatnya membalas kebaikan orang - orang yang pernah menolongnya kepada orang lain. Begitu tutur katanya. Selain itu bang Momo sendiri hanya menyediakan jasa pendakian ke Gunung Rinjani untuk turis asing, jadi bagi para pendaki lokal silahkan singgah kapanpun.
Bagi bang Momo merdeka adalah bagaimana bisa hidup tanpa berketergantungan kepada orang lain, serta bisa bermanfaat bagi sekitar dan sesama. Merdeka bukan hanya identitas merah dan putih, mengenang jasa para pejuang yang rela mati untuk mendapatkan nya. 

Sekarang giliran kita sebagai penerus kemerdekaan negara Indonesia. Membantu mereka yang belum mendapat hidup yang adil, kesenjangan pendidikan, dan kelaparan. Generasi muda yang berbahaya adalah generasi yang bisa meneruskan perjuangan para pendahulunya.



Info alamat Basecamp bang Momo
Rinjani Basecamp Sembalun ( di depan Pos Taman Nasional Gunung Rinjani )
No telepon  : 0831 1441 0001 / 0877 6324 2796 ( Momo Wijaya )

Maaf kan aku jika ada yang kurang lengkap menjelaskan, tapi menurutku cerita sosok pria diatas menggambarkan bagaimana sebuah perjuangan dan kemerdekaan.
Salam hangat untuk kalian yang masih bergerilya untuk kebebasan

Tabik!

2 comments:

  1. Bang momo keren, berjuang kerja keras untuk memperjuangkan kemerdekaan nya,

    Perjuangan beliau perlu ditiru ne, untuk mendapatkan apa yang dituju harus dengan perjuangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, patut di contoh kerja keras dan perjuanganya

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.