Keunikan Wisata Alam Bukit Bangkirai




Badanku terasa ringkih saat perjalanan menuju Samboja. Matahari masih malu muncul dan berse,bunyi di antara kabut pagi. Mata merah, mulut menganga pasrah saat mobil melesat bebas dari arah Kota Balikpapan - Samarinda. Cerita kali ini tak begitu berbasa - basi, sebab di sepanjang perjalanan aku dan teman - teman tak kuasa menahan untuk terjaga alias tidur. Tak perduli jalan seperti apa yang akan mengantar kami menuju ke destinasi wisata di Kutai Kartanegara.

Perjalanan kami sampai ke kawasan wisata Bukit bangkirai ini, kira - kira jarak yang kami tempuh sekitar 58 km. Estimasi waktu perjalanan sekitar 1 1/2 jam  perjalanan darat dari kota Balikpapan. Ya sampai juga akhirnya setelah tertidur di sepanjang perjalan menuju Bukit Bangkirai. mobil kami sudah memasuki area parkir dan aroma kesegaran tanah dan kelembaban telah kucium dari kejauhan.

Ternyata saat tertidur, kami menempuh jalan menuju Wisata ini cukup baik sehingga aku tetap tertidur, perjalanan kami mulai dari arah Balikpapan hingga sampai di KM 38 Jl. Soekarno Hatta, kemudian belok ke kiri dan menyusuri jalan sekitar 7km dengan jalan agak bergelombang karena jalan keseluruhan masih berupa tanah. Namun secara keseluruhan kendaraan mobil dan motor masih bisa melintasinya dengan nyaman.

Di kejauhan gerbang selamat datang di wisata alam bukit Bangkirai menyambut kami dengan keheningan. Terlihat masih sepi, tak ada tanda - tanda pengunjung selain 2 mobil rombongan kami. Aku merasa lega bisa menikmati wisata kali ini dengan tenang dari keramaian, beruntung sekali saat kami ssmpai belum ada terlihat para pengunjung selain kami.

Semua turun dan mengamati area sekitar, kawasan bersih, nyaman dan asri yang melekat oleh pandangan pertamaku. Kami mulai berkumpul di depan loket untuk membeli tiket cepat - cepat, karena di kejauhan terdapat rombongan mobil pengunjung mulai berdatangan. Harga tiket masuk ke kawasan wisata ini untuk orang dewasa tergolong murah, cukup membayar Rp 3.500 dan untuk anak - anak dikenakan biaya Rp 1.500 saja. Masih terjangkau untuk siapa saja yang ingin berkunjung ke wisata Bukit Bangkirai kan.
Sedangkan untuk menikmati dan ingin merasakan sensasi adrenalin melewati Canopy Bridge, perorang dikenakan biaya Rp 20.000 perorang untuk wisatawan lokal atau Indonesia dan untuk turis asing dikenakan biaya Rp 50.000 perorang, masih murah dan terjangkau bukan ?

Tiket sudah di tangan, dan bersiap melakukan trekking masuk ke kawasan wisata bukit Bangkirai. Kami berjalan menembus lebatnya kawasan Hutan Hujan Tropis, di sepanjang perjalan kami banyak menemukan berbagai pohon yang berukuran sangat besar.

Sekali - kali ikut masuk frame poto ya bersama teman - teman blogger

 Objek wisata dengan nuansa Hutan Hujan Tropis atau bisa disebut Tropical Rain Forest sangat jarang di jumpai saat ini. Mungkin di beberapa daerah tertentu sudah tidak memiliki hutan lagi. 

Bangkai pohon yang besar

Kawasan bukit Bangkirai memiliki hutan hujan tropis yang masih sangat alami. Mempunyai luas sekitar 1.500 hektar dengan sajian pemandangan pemandangan yang tidak biasa. Pohon - pohon yang tumbuh di hutan ini kebanyakam adalah pohon Bangkirai, pohon tersebut mempunyai ketinggian mencapai 40 hingga 50 meter, dan memiliki diameter sekitar 2,3 meter. Pohon Bangkirai juga memiliki waktu hidup cukup lama, lebih dari 150 tahun mereka sudah berdiri kokoh di kawasan hutan hujan tropis ini.



Seperti itulah alasan kenapa hutan ini diberi nama Bukit Bangkirai. Di dalam hutan yang juga bisa dijadikan sebagai media pendidikan dan bahkan obyek penelitian, terdapat juga binatang yang hidup disana. Selian itu bukit Bangkirai juga menjadi hutan konservasi yang mempunyai tujuan dan untuk mengembangkan monumen hutan alam tropika basah. Ditambah lagi hutan ini mempunyai keunikan sendiri, kawasan hutan ini mempunyai tumbuhan banir atau akar papan yang besar dan kuat, menjadikan pohon Bangkirai terlihat lebih indah.



Di bukit Bangkirai ini kalian tidak hanya mendapat sajian wisata Hutan Hujan Ttopis yang mempesona saja, namun adrenalin kalian akan terpacu dan akan tertantang untuk menyebrangi sebuah jembatan. Jembatan ini bukanlah jembatan biasa, jembatan ini juga menjadi salah satu keistimewaan bukit Bangkirai. Jembatan itu adalah Canopy Bridge atau jembatan gantung yang menjadi daya tarik utama bagi wisata di bukit Bangkirai.





Jembatan ini adalah jembatan gantung pertama di Indonesia, mendapat peringkat kedua di Asia serta mendapat urutan kedelapaan di Dunia. Konstruksi yang dibuat di Amerika Serikat bukanlah satu - satunya keistimewaan dari Canopy Bridge ini. Digantung diatas dengan menghubungkan 5 Pohon Bangkirai dan mempunyai ketinggian 30 - 40 meter.





 Jarak dan ketinggian yang lumayan tinggi akan memberikan sensasi yang luar biasa ketika sedang melintas di tengah jembatan perjalanan, kemudiam angin menerpa yang otomatis akan membuat jembatan ini akan berayun - ayun dan menguji adrenalim kalian saat berada di Canopy Bridge dengan panjang 64 meter.

Untuk bisa mencapai diatas Canopy Bridge ini, kami harus melewati beberapa track jalan dan menaiki tumpukan anak tangga. Semuanya terbuat dari kayu Hingga keatas Canopy Bridge. Saat kami tiba diatas, langsung saja mendapat  panorama hutan. Jembatan satu persatu menyambung yang menjadi salah satu ciri khas Hutan Hujan Tropis.



Aku sendiri sempat mengalami takut ketinggian saat angin berhembus menerpa tubuhku yang sedang memeluk pohon besar. Rasa ketakutan dan keberanian saling beradu, diantara decak kagum yang luar biasa oleh keindahan alam di sekitar. Keindahan hutan Kalimantan yang menjadi salah unsur penting dalam peran nya menjadi bagian dari paru - paru dunia. Tak ku lewatkan untuk mengabadikan beberapa foto saat melihat panorama Hutan Hujan Tropis di atas Canopy Bridge.



Sempat aku di tertawakan ketika melintas dengan kaki bergetar dan cengkraman jariku kuat di tali jembatan yang menghubungkan antara pohon. Tapi dengan penuh kekuatan kakiku yang lemas berhasil melangkah di tujuan terakhir. Hufttt lega rasanya sampai dengan selamat di pohon terakhir. Aku segera menuruni anak tangga dan ingin segera menyentuh tanah lagi.

Mereka yang lebih berani daripada aku

Selain Bisa melihat panorama Hutan Hujan Tropis dan mencoba sensasi adrenaline di Canopy Bridge, para pegunjung juga bisa mengadopsi pohon. Untuk mengadopsi pohon di kenakan tarif tertentu, menyesuaikan dengan tanaman tersebut berada.

Terdapat 2 kawasan adopsi yaitu pohon khas Kalimantan dan pohon buah khas kalimantan. Tarifnya pun berbeda, untuk pohon khas Kalimantan dikenakam tarif Rp 2.000.000 di tahun pertama dan Rp 1.500.000 di tahun selanjutnya. Sedangkan pohon buah khas Kalimantan dikenakan tarif lebih murah.

Fokus yang di belakang yaitu pohon di adopsi ya


Kok adopsi sih, pasti banyak pertanyaan yanb muncul di benak kalian. Jika pohon tersebut baru ditanam, maka memerlukan perawatan baik penyiangan gulma, pemupukan, pemberian turus, pagar dan lainya. Sedangkan untuk pohon yang sudah tumbuh besar, biasanya pohon khas Kalimantan tetap memerlukan perawatan seperti pemotongan caban yang telah rapuh. Untuk mengadopsi pohon boleh siapa saja atau dari berbagai kalangan baik individu, instansi pemerintah, atau swasta, dan kelompok masyarakat.

Tujuan adanya adopsi pohon adalah pelestarian dan kelangsungan hidup pohon tersebut. Terutama pohon - pohon yang baru saja ditanam setelah melalui proses penyemainan dan pembesaran. Terdapat puluhan jenis pohon khas Kalimantan seperti Bangkirai, Meranti Merah, Ulin, Gaharu, Pulai, Kayu Bawang, Banggeris serta puluham jenis pohon kecil dengan tegakan rendahnya.

Begitu juga dengan pohon buah khas Kalimantan, pengunjung dapat mengadopsi untuk pelestariannya. Berupa pohon Durian Merah, Durian Lai, Langsat, Rambutan Maritam, Asam Kuranji, beberapa jenis Mangga dan masih banyak lagi pohon buah yang tidak dapat di jumpai di pasaran. Selain pohon dan buah khas Kalimantan, di bukit Bangkirai ini juga terdapat puluhan jenis tanaman obat, aneka jenis jamur, dan berbagai macam jenis anggrek serta masih banyak pohon yang belum di identifikasi secara lengkap. Adopsi yang diberikan sangat membantu dalam perawatan serta ikut melestarikan pohon - pohon yang ada di kawasan wisata alam Bukit Bangkirai ini.

Menarik bukan wisata alam Bukit Bangkirai di Kutai Kartanegara, ingin menginap di sana ? Jangan khawatir, disana tersedia fasilitas  cottage dan terdapat beberapa tempat makan yanh bisa kalian pilih sesuai selera.

Sangat menyenangkan dan pikiran menjadi segar kembali walau sempat kaki lemas dan bergetar saat melintas tapi tak membuat takut untuk mencoba lagi.

6 comments:

  1. hahaha, Jo peluk pohon terus selama di jembatan, gak mau turun-turun. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah jangan di buka dong kartu As aku haha jadi malu deh

      Delete
  2. Keren euy, hutan Kalimantan selalu eksotis. Tapi kaitannya sama akses menuju ke lokasi, kudu kesitu pas musim kemarau berarti ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hutan nya masih sangat asri, akses menuju kesana tidak terlalu sulit. Jika musim penghujan masih aman kok bang

      Delete
  3. Senangnya bisa melihat panorama hutan hujan Tropis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu destinasi yang menyajikan alam yanb indah, sekaligus bisa mencoba sensasi canopy bridge

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.