Sumba barat : Keseruan Belajar diatas Bukit Matahari



Seperti kisah tentang pendidikan baru beberapa ku muat dan tersusun sedikit rapi untuk dibaca. Beberapa tempat kudatangi dan tak sengaja bisa melakukan kegiatan belajar bersama adik - adik yang ingin mewujudkan impian mereka.

Kak Addy baru pulang dari sekolah dibalut wajah yang lusu. Akibat jam mengajar di forsir karena ada kegiatan belajar tambahan setelah jam sekolah. Kucoba berbasa - basi untuk memunculkan kembali keceriaan dan menunggu ia mendongengiku berbagai cerita.

Beberapa cerita tentang murid  didik nya sekarang mulai enggan untuk melakukan belajar bersama di bukit matahari. Sebab, kebanyakan dari mereka sedang membantu orang tuanya di ladang. Beberapa pekerjaan mereka lakukan seperti membantu menanam, memanen atau tak jarang memandikan kuda dan mencarikan makanan hewan ternak milik mereka.

Kegiatan belajar terus berlangsung walau mengalami keterbatasan

Kak Addy berencana mengajakku ke bukit matahari sekaligus membantunya. Sebelum nya, aku mempersiapkan peralatan tulis dan mewarnai untuk kegiatan. Sedangkan kak Addy masih memilih waktu dan tanggal yang tepat. Agar adik - adik bisa hadir semua dan kami bisa belajar bersama.

Hari telah di tentukan, lusa adalah hari jumat, dimana kami akan memulai kegiatan belajar bersama di atas bukit matahari. Aku juga mengajak Tina dan bang Hardy untuk ikut bergabung dan bisa berinteraksi dengan adik - adik. Mereka sangat antusias dan ingin lebih dekat lagi mengenal mereka.

Berjalan di tutupi pelepah pisang ? Hayo siapa pernah kayak gini ?

Waktu cepat berlalu, dan hari H telah tiba. Setelah sholat jum'at kami berempat bersiap - siap berangkat menuju bukit matahari. Lokasi bukit besebelahan dengan sekolah tempat kakak Addy mengajar. Sekitar 15 menit kami berjalan menuju bukit, di tengah perjalanan kami di sambut adik - adik. Mereka sengaja menunggu agar bisa berangkat bersama.

Satu persatu mulai datang dan kami berjalan beriringan.sesekali adik - adik mendekat dan menanyakan dari mana kami berasal. Di iringi gelak tawa dan sedikit rasa malu dengan orang asing yang terlihat dari masing - masing paras yang berjalan bersama kami.

Bukit mulai terlihat, hijau segar terpampang jelas membentuk gundukan kecil namun terjal jalan untuk sampai diatas nya. Semangat mereka begitu luar biasa, kondisi jalan menanjak pun mereka terjang sambil berlari dan tertawa tanpa ada rasa capek.Padahal masih menyala terang, cukup untuk membuat kami kepanasan hingga dahaga besar menggoda.

Setelah langkah demi langkah ku paksa terus, tak ingin menyerah saat melihat semangat mereka untuk belajar bersama berapi - api. Semangat memotivasiku dan teman - teman sampai diatas bukit matahari. Ku hirup nafas panjang, kupaksa hidungku menghisap udara segar sebanyak - banyaknya. Agar rasa lelah segera menyingkir dari badanku.

Ku buka pelan - pelan mataku, namun pengelihatanku masih samar akibat keringat menetes di mataku. Namun hanya warna hijau mendominasi sejauh mataku melihat dari ketinggian ini. Tak ada tempat berlindung, sinar matahari bebas menyengat kulit tanpa ampun. Semua mulai berkumpul dan duduk secara melingkar.

Pertama - tama kak Addy membuka kegiatan belajar bersama sekaligus mengenalkan kami serta alasan kami mengikuti kegiatan belajar. Hari itu tidak ada menulis atau menghitung angka, namun mengekspresikan diri lewat seni rupa. Kakak Addy menjelaskan dan memberi kebebasan dalam menggambar. Adik - adik di perbolehkan menyalurkan imajinasinya dengan berbagai karya gambar mereka.

Setelah berkenalan dan menjelaskan, kami mulai membagiakan buku gambar, pensil warna, spidol. Jumlah yang kami bawa ternyata pas, berikutnya kegiatan menggambar dimulai. Satu persatu mulai menyebar dan mencari tempat senyaman mungkin untuk menuangkan imajinasi mereka. Ada yang duduk diatas batu, bersembunyi diantara pohon kecil, ada yang berkerumun dan berdiskusi tema apa yang akan dipilih.

Terlihat serius mereka menggambar, padahal matahari sedang menggoda mereka untuk bersembunyi dari sengatan panasnya. Namun mereka tetap tak bergeming, seolah - olah keadaan tetap sejuk ketika asyil menggambar dibawah sengatan matahari
Sesekali aku berbicara dan mengarahkan mereka untuk menggambar apapun yang terlintas di benak mereka.

Boleh menggambar pemandangan atau menggambar cita - cita yang ingin di gapai kelak. Khusyuk sekali tangan mereka bergerak menggoreskan pensil warna di atas buku gambar putih. Kucoba untuk mengintip hasil dari salah satu gambaran adik perempuan yang bersembunyi diantara daun. Namun ia tersipu malu dan segera menarik buku gambar dan menyembunyikan nya di antara kedua tangan dan dada nya.

Menuangkan imajinasi diatas buku gambar

Aku hanya bisa tersenyum saat melihat kejadian itu. Di sisi yang lain terlihat Tina memberi arahan kepada adik - adik yang duduk memutarinya. Semua menyimak begitu serius setiap kata dan gerakan Tina saat memberi contoh menggambar. Bang Hardi terus menyemangati adik - adik untuk terus berkreasi. Kakak Addy tak ingin kalah dari kami, ia juga ikut menggambar.

Tak terasa kegiatam belajar berjalan 2 jam, terlihat dari posisi matahari kian turun dan panss mulai tak terasa. Satu - persatu adik - adik selesai menggambar. Ada yanb malu ketika dilihat hasil gambarannya, ada yang berlari tak ingin dilihat oleh kami. Hal itu membuat kami tertawa, seakan - akan kami ingin menertawakan hasil karya mereka.

Kami masih menunggu hasil gambaran dari adik - adik telah selesai semua. Kemudian di kumpul dan akan pengumuman hasil gambar terbaik akan meraih hadiah dari kakak Addy. Beberapa menit kemudian semua telah dikumpulkan, kami mulai mengamati hasil gambaran dari masing - masing anak. Kadang lucu melihat hasil karya mereka, ada gambaran abstrak berisikan berbagai warna yang ada, gunung, pantai, kuda, air terjun, keluarga kecil, dan rumah menjadi pilihan mereka.

Setelah itu kakak Addy memutuskan Vany menjadi juaranya, karena hasil gambaran nya sangat bagus, ia menggambar sosok mama nya. Ah aku jadi terharu jika mengingat kembali kejadian kala itu. Kakak Addy juga memberi hadiah kepada adik - adik lainya seperti buku. Ini salah satu cara untuk tetap memberi mereka semangat belajar dan berkarya. Sebelum menyudahi kegiatan, tentunya foto bersama menjadi hal wajib untuk mengabadikan kita semua pernah belajar bersama dan berharap akan belajar bersama lagi.

Vany gadis pintar tapi takut sama kakak di sebelahnya

Semua berjalan menuruni bukit sembari bernyanyi " sayonara " lagu tersebut menjadi rasa rindu yang kuat. Salah satu cara untuk membuat aku ingin terus kembali lagi dan lagi. Satu - persatu kembali kerumah dan kami berpisah. Senyum merekah dari mulut kak Addy tentunya rasa puas bisa membantu mereka belajar.

Kami ikut tersenyum diantara cerita lucu saat belajar tadi. Hingga tak sadar kami telah sampai tiba dirumah. Kuceritakan kegiatan kami kepada om Aswar dan yang lainya saat menikmati makan bersama di dapur tempat favorit sekaligus tempat terhangat di rumah keluarga om Aswar. Rasa puas dan bahagia saat belajar bersama diatas bukit matahari. Semua menjadi pengantar tidur terindah selama berada di Waikabubak, Sumba barat bersa,s keluarga kecil namun mempunyai kebahagiaan begitu besar.

Selanjutnya hari - hari kuhabiskan menikmati ketenangan pulau Sumba dengan cara membaca buku atau menunggu matahari terbenam dari atas bukit. Itulah kisah belajar bersama di bukit matahari bersama adik - adik penuh rsemangat berapi - api.

7 comments:

  1. Itu foto adek yang pakai payung daun pisang bikin aku ingat waktu kecil. Abis pisang pak lurah gara-gara kami gunakan jadi payung :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jadi keingat masa kecilnya kayak gitu juga ya kak hehe

      Dimarahin pak lurah tebang pohon pisangnya

      Delete
  2. Gak sangka ya, ternyata anak-anak itu tersimpan bakat menggambar.
    Melihat mereka jadi ingat anak-anakku, di rumah juga suka aku suruh bantuin menjemur baju, mencuci piring, buang sampah, pergi ke warung, usianya hampir sama seperti anak-anak Sumba ini kayanya. Seperti mereka yang suka bantu memandikan kuda dan mencari makanannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah udah di didik mandiri ya kak, mantap loh jadi ga ada yang manja gitu heheh

      Delete
  3. wah gokil nih bang, sosialnya dapat banget, pasti lebih bahagian kalo travellingnya bisa berbagi seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan aja kok kak, hehe ya sesekali berbuat yang bisa berguna bagi setempat, jangan hanya menikmatinya saja kan? Hehehe

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.