Bernostalgia bersama Perjalanan



Kenapa buat tulisan ini ? Ya aku sendiri cuma ingin bernostalgia dengan perjalananku. Sekaligus ingin memunculkan semangat dan keberanianku untuk melanjutkan perjalanan. Walau terkadang kenyataan tidak semulus harapan atau bayangan teman - teman. 

Cerita ini bukan mau minta di kasihani, tapi ingin berbagi, inget berbagi biar tidak ada muncul pertanyaan yang macam - macam ya. Tapi kadang celetukan seperti : Wah enak nih bisa jalan - jalan terus ga kerja, enak ya hidupnya ga mikir kerjaan, seru ya hidup bebas banget. 
Ada saja datang ke kotak masuk pesanku. Tapi gapapa kok, biar semakin semangat untuk terus bercerita drama saat melakukan perjalanan sendiri.

Semuanya tidak seperti yang kalian lihat, tidak. Kenyataan nya, di jalanan aku juga sibuk memikirkan bagaimana menyambung hidup dan mencari pekerjaan apa saja. Menyusun rencana dan mengumpulkan uang sebelum berpindah ke tempat baru, terkadang bingung untuk mencari tempat berteduh di tempat baru, menghitung lagi biaya transportasi di perjalanan ( kadang dapat rejeki tumpangan ) dan biaya hal - hal yang tak terduga.

Beberapa kejadian mungkin ada yang tidak di ketahui cerita dan perjuangan nya. Semua cerita ini adalah kisah nyata tentang perjalananku ,dan semoga kalian bisa mengetahui jika perjalanan tidak selalu mulus dan nyaman, apalagi menyenangkan. Baiklah langsung saja, aku akan menceritakannya.

Dompu

Saat menghadiri kegiatan Kelas Inspirasi Dompu di kecamatan Kempo, aku dan Juplek beserta 2 teman lagi ingin kembali menuju Lombok. Tapi hari sudah larut malam dan kami mendapat kendala mobil yang di tumpangi teman - teman mogok. 


Kelias Inspirasi Dompu 3

Mau tidak mau harus menginap terlebih dahulu. Aku dan Juplek waktu itu menunggu kedatangan mereka. Karena tidak ada kabar, dan kam bingung harus mencari tempat beristirahat. Maklum, waktu itu tidak memiliki banyak teman yang berada di Dompu.

Malam itu kami sudah sangat lelah dan mengantuk. Keadaan cukup darurat, mau tidak mau kami mencari tempat untuk beristirahat sembari menunggu. Sempat beberapa jam di trotoar dan tertidur disana. Merasa tidak cukup aman, kami memutuskan untuk mencari sebuah masjid di sekitar.

Ternyata tidak jauh dari jalan, Kami menemukan dan bisa masuk. Walau tidak di dalam, tapi masih bisa tidur walau ala kadarnya. Karena waktu itu masjid sedang tahap renovasi. Yang menambah suasana semakin mantap, ketika dingin dan hujan semakin menjadi - jadi. Cobaan itu kami rasakan hingga pagi menjelang. 


Tidur di masjid

Surabaya

Cerita selanjutnya saat aku berada di kota besar, semua tidak menjamin dengan mudah mendapat tumpangan atau tempat untuk beristirahat. Seperti kejadian ketika berada di Surabaya. Aku baru sampai di Surabaya saat dini hari, dan itu pun setelah mencari dan menunggu tumpangan truk dari Malang.

Aku memilih turun di dekat minimarket karena sudah masuk di daerah ramai serta kurasa aman. Cukup lama berada di depan minimarket dan bertanya Tanya kepada orang sekitar dimana aku bisa mencari masjid terdekat? Ternyata tidak ada. Saat itu jarak menuju masjid terdekat sekitar 4km. Jika aku berjalan kaki sedikit rawan karena jalan yang sepi dan berpotensi terjadi perampokan.

Setelah mendapat informasi, aku tidak ingin mengambil resiko. Akhirnya aku meminta ijin ke salah satu Security untuk menumpang menitipkan barang  yang berada di seberang minimarket. Kebetulan di seberang terdapat pabrik, jadi aku di perbolehkan tidur di sebelah pos security. Keesokan harinya setelah bangun aku berterima kasih dan berpamitan. 

Setelah aku berjalan cukup jauh, akhirnya aku menemukan masjid. Di masjid ku manfaatkan untuk menumpang mandi dan beribadah serta berdoa agar di mudahkan perjalanannya. Lagi - lagi kesabaran adalah kuncinya.


Akhirnya dapat tumpagan


Cukup lama aku menunggu dan terus menunggu sebuah mobil atau truk yang mau mengangkutku. Sekitar sore hari barulah penantian menunjukkan hasilnya. Aku berhasil mendapatkan tumpangan truk menuju Banyuwangi. Di dalam perjalanan aku sempat di ajak makan hingga di beri beberapa lembar rupiah yang mampu membawaku menjelajah di Bali hingga menyebrang ke Lombok.

Lihat,semua berjalan tidak selalu mulus.Walau aku sering berjalan dan memahami kondisi, tapi keadaan bisa berubah seketika dan tidak sesuai yang direncanakan.


Flores

Selanjutnya tentang Flores pasti teman teman sudah tahu bagaimana keindahan alam yang ada disana. Saat kedatangan pertama di Flores awal tahun 2016 lalu, aku beruntung dan mendapat sebuah keberuntungan. Waktu itu malam hari aku berhasil menginjankan kaki di pelabuhan ferry Labuan Bajo. 

Waktu itu tak ada yang ku kenal sama sekali, toko milik seorang tentara tepat di depan pelabuhan menjadi tempatku bersosialisasi. Setelah acara sok kenal hingga larut malam, barulah aku mendapatkan tumpangan dari seorang ibu pedagang kaki lima.


Kerja di kapal
Ia mengajakku untuk beristirahat dirumahnya. Walau sederhana, tapi aku sangat berterima kasih karena sudah mau menolongku dan sudah mengenalkanku kepada seorang pemilik kapal hingga aku bisa ikut trip gratis dan bekerja di kapalnya.


Bonus bisa ikut trip gratis ya


Butuh sedikit perjuangan, tidak selamanya gratis atau keberuntungan didapat. Semua bercampur untuk memberi warna dari perjalanan ini.

Maaf ya sedikit yang aku bagi, takut bosen baca ceritaku yang bertele - tele. Tapi aku ingin bisa bermanfaat dan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap memperhitungkan durasi, tempat dan rencana cadangan sebelum melakukan perjalanan.

Untuk kisah lengkapnya baca di postingan berikutnya ya

16 comments:

  1. Itu menyikat palka kapal kerjaanku kalau di rumah hahahaha.
    Keren bang, bisa berintraksi jauh lebih lama dan akrab dengan warga setempat

    ReplyDelete
    Replies
    1. rajin juga ya kalo dirumah sikat sikat, alhamdulillah untuk bisa bertahan hidup ya bisa manfaatkan sekitar

      Delete
  2. Perjalanan memang membuat kita bersabar bahwa tak selamanya mulus seperti yg kita rencanakan. Pengalaman adalah guru terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. perjalanan membuat seseorang terus belajar, selain itu sedetail apapun merencanakan sesuatu, pasti akan mengalami hal hal tak terduga

      Delete
  3. Kece, Bang. Bernostalgia penuh cerita yang sangat mengesankan ya, Bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya terkadakang nostalgia itu perlu untuk mengobati rasa rindu

      Delete
  4. Replies
    1. rehat sejenak, masih panjang jeda dari koma sebelum berakhir di titik

      Delete
  5. Ada juga yah pahitnya... tapi banyakan manisnya kaaan?? :D :D

    -Traveler paruh waktu-

    ReplyDelete
    Replies
    1. perjalanan juga seperti kisah percintaan bang, nano nano rasanya

      Delete
  6. Keren! :D Aku pengen juga jalan2 gitu. Apalagi ke luar pulau. Belum pernah soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin perlu di persiapkan waktu dan momen tepat sebelum liburan ya kak

      Delete
  7. Hemh, saya kira kalau cowok traveling itu lebih nyantai dan bebas ternyata ada kekhawatiran di rampok juga ya.. Memang berhati-hati itu perlu daripada nekat malah berujung konyol. Btw, Salam kenal dari Kepri, saya perhatikan belum ada di tagnya. Ayooo #visitKepri

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya terkadang cowo juga merasa was was walau sejatinya cukup tangguh untuk menjaga diri sendiri. salam balik kak
      ini juga sedang dalam perjalanan menuju arah barat, sampai bertemu di kepri ya ::)

      Delete
  8. Cerita perjalanan gak akan seru kalau gak ada drama perjuangannya ya bang hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. perjalanan bukan persoalan perjuanga bang, tapi bagaimana bisa hidup bersandingan bukan heheh
      asal jangan baper aja saat di jalan

      Delete

Powered by Blogger.