Keunikan Wisata Pulau Ular di Bima, Nusa Tenggara Barat


Pulau Ular, dari nama saja kita pasti berpikir sangat berbahaya. Tidak mungkin kita akan mengunjungi salah satu destinasi yang ada di Bima jika terbayang - bayang pulau yang penuh sesak oleh Ular. Namun rasa penasaran dan ingin membuktikkan bahwa Pulau Ular tersebut aman dikunjungi sekaligus menjadi salah satu Destinasi wajib jika kalian berlibur ke Bima, Nusa Tenggara Barat. 


Saat itu aku berkesempatan berkunjung ke Pulau Ular adalah kebetulan. Aku mendapat ajakan oleh bang Fin dan 3 orang sahabatnya dari negeri tetangga Malaysia. Perjalanan kurang lebih 1 jam mengendarai mobil dan menuju lokasi pemberhentian di salah satu desa, tepat sebelum desa Wera. Untuk bisa mencapai lokasi pulau Ular kami menyewa sebuah kapal nelayan dengan tarif sekitar Rp10.000/orang. Jarak tempuh dari bibir pantai hingga menuju pulau tidaklah terlalu jauh. Kira - kira membutuhkan waktu sekitar 15 menit dan kami sudah merapat di pulau Ular. Sedangkan pulau Ular sendiri menjadi bagian cerita legenda atau mitos yang terdapat di Bima.






Perlahan kapal melambat dan berhasil menurunkan jangkar. Satu persatu kami turun, kemudian salah seorang anak kecil membimbing kami dan mencari ular. Perlu dicatat, penghuni terbanyak di pulau ini tentunya Ular. Perlahan dan tentunya setiap langkah kaki kami sangat berhati hati. Mengantisipasi hal - hal yang tidak di inginkan seperti menginjak atau tergigit oleh ular laut yang notaben nya mempunyai bisa berbahaya.

Ukuran Pulau Ular sendiri tidak terlalu besar, mungkin sekitar 20 hingga 30 meter dan kita mampu mengelilinginya. Pulau tersebut di dominasi oleh batu karang, namun disini terdapat hal unik. Yaitu tumbuh 2 pohon Kamboja hidup diantara ilalang yang mendominasi diatas pulau Ular. Waktu itu aku dan teman - teman cukup melakukan sedikit usaha extra untuk sampai diatas pulau. Karena kami harus memanjat bebatuan yang cukup licin dan tajam agar bisa menikmati lanskap wilayah sekitar.





Mitos yang dipercaya untuk bisa berinteraksi langsung dengan ular tanpa ada terjadi insiden biasanya warga lokal akan mencari dan menangkapnya terlebih dahulu. Jika warga ada yang menemukan makan dengan dibantu rasa yakin dan memberanikan diri sendiri mencoba memegangnya.

Selain itu, terdapat juga mitos yang lain. Hal itu semakin membuatku penasaran akan cerita keseluruhannya. Konon Pulau Ular adalah sebuah kapal dari perompak yang dikutuk oleh warga di sekitar pantai. Berawal dari perompak yang menjarah semua harta benda warga dan ingin membawanya kabur. Kemudian ada salah satu tokoh masyarakat yang mengutuk para perompak atas kejahatannya.

Jika mereka berlayar meninggalkan desa, maka kapal para Perompak akan berubah menjadi batu dan seluruh awak kapal beserta kaptain akan menjadi ular. Mereka akan menjadi penghuni abadi dan akan tetap menjadi Ular. Cerita yang sangat menarik dari sebuah pulau kecil yang tidak terlalu tersohor di kalangan wisatawan lokal.


setelah seorang anak kecil menemukan segerombol ular, ia pun menarik keluar ular dari lubang diantara batuan karang. Kemudian ia menyuruhku untuk memegangnya. seluruh badanku mengucurkan keringat dingin. bagaimana tidak ? aku mencoba memberanikan diri untuk memegang badan ular, rasa gemetar saat ingin membuktikannya sendiri.




Kupejamkan mata dan akhirnya rasa licin bersisik kasar menyentuh permukaan telapak tanganku. Badan nya bulat besar dan sesekali bergerak - gerak membuatku terkejut. Kucoba untuk membuka mata, dengan perlahan tapi pasti  pengelihatanku semakin jelas. Semua itu kulakukan agar tidak terkejut saat melihatnya langsung. Ternyata semua diluar dugaan, aku bisa membelai badan ula air yang berbahaya ini.

Begitu pelan saat telapak tanganku mulai menggesek badan ular hingga di bagian ujung kepalanya. Kucoba untuk menatap matanya dan siaga, jika terjadi sesuatu maka aku bisa terhindar dari hal yang tidak di inginkan. Hanya beberapa detik saja aku sanggup menatap dengan jarak sedekat mungkin. Ini adalah pengalaman luar biasa yang kudapat di Bima.

Tak hanya itu,dari arah belakang tiba tiba anak kecil mengalungkan beberapa ekor ular di leherku. Hal itu langsung membuatku terduduk mematung. Menahan pergerakan ular yang ingin merangsek masuk ke dalam balik bajuku. Hal itu membuat seluruh bulu badanku berdiri menahan semua perlakuan ular.

Mereka seperti ingin dimanja dan diajak bermain bersama. Aku mulai tidak tahan dengan ular sebanyak itu, segera kupalingkan muka ke arah teman - teman. Mereka teriak histeris dan ada juga yang ketawa melihatku ketakutan. Akhirnya aku menyudahi permainanku bersama ular. Sekaligus waktu kami kembali ke pesisir pantai untuk menikmati ikan bakar yang kami saat berangkat tadi.

Bagiku ini adalah pengalaman sangat luar biasa dan tentunya kami merasa sangat puas karena dapat berkunjung ke Pulau ular di Bima Nusa Tenggara Barat.

14 comments:

  1. Wih ngeri banget namanya, coba kalo misal tetiba terdampar disana dan nggak sadar kalo itu pulau ular bakal jadi gimana ya? #kebanyakanlihatfilm

    Terus itu nemunya langsung segerombol banget gitu ya.. ngeri banget ihhhh, tapi pasti jadi pengalaman yang seru, kapan lagi yakan, berburu ular hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ular nya emang berbisa, tapi belum pernah ada kejadian kak.
      serem juga sih pertamanya liat gerombolan ular tapi pas coba pegang mereka jinak juga walau geli geli gimana gitu hahaha

      Delete
  2. Seru ini bang, tapi memang kudu dikelola dan dikhususkan untuk minat khusus agar tidak sembarang orang bisa ke sini. Kasian dengan tempat segitu kecil kalau dipenuhi pengunjung :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kedepan nya masyarakat dan pemerintah bisa mengelola wisata ini menjadi semakin baik dan bisa di kenal oleh masyarakat luas

      Delete
  3. Tour guide nya anak kecil itu iya mas. Tidak takut dia iya sama ular

    Tempatnya unik, perlu dijaga nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang anak kecil sekitar juga ikut nemenin bang, tapi yang jadi guide nya orang dewasa kok

      Delete
  4. jadi penasaran, itu ular yang dipegang ada dua ya?

    kayaknya sha gak punya nyali kalau ke sini :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga dua aja, tapi banyak kak
      jinak kok kak jadi ga usah takut

      Delete
  5. Tempatnya masih alami, ya? :D Mupeng jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya masih belum banyak wisatawan yang datang. tapi harus tetap dijaga biar ga rusak

      Delete
  6. Waa saya juga pasti takut kalau ke sini nih, tapi kalau udah deket sotu penasaran dan akhirnya mampir juga kali ya. Hiiy ikut merinding lihat ular yang dikalungin di lehernya Mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan takut kak. ularnya udah jinak kalau udah di pegang oleh warga lokal
      kapan lagi kan cobain sensasi seperti ini :)

      Delete
  7. uwaaaaaa
    aku merinding banget bacanya
    makin merinding ketika bayangin kalo aku yang dikalungin ular
    tapi itu rasanya bikin pengeeeeen
    pengen juga ngerasain sensasi dikalungin ular
    hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. geli banget ya kalo liat ular ? :D
      serius cobain kak, jarang ada wisata seperti ini loh hhehehe

      Delete

Powered by Blogger.