Inikah Sebuah Perjalanan ?


Kulihat ranselku mulai berdebu, di sela - sela terdapat sarang laba - laba mengisinya. Tergantung di sudut kamar yang ku diami untuk beberapa bulan ini. Memaksaku untuk termenung dan memikirkan di antara gelap dan heningnya malam mencekam. Ada ketakutan, keraguan, ketidakpastian, penyesalan, kerinduan. Semua menjadi polemik beberapa minggu ini.

Maafkan semakin hari kehidupan seperti hambar di telan rasa. Sama halnya di dunia maya berasumsi hidup sebagai nomad itu adalah impian bagi kaum yang ingin bebas dan terhindar dari segala permasalahan. Di sisi lain perjalanan kian mudah dan secepat kilat menuju tempat tak terendus makhluk hidup, seketika bisa menjadi terkenal di dunia maya dan nyata. Sedangkan aku berjalan penuh dengan kepalsuan,terkadang mengamini sebungkus nasi dari sopir mobil yang  mengantarku menyebrang ke pulau sebelah, berlagak sakit agar terhindar dari sergapan calo dan preman, pernah berpura - pura kuat berkerja semalam suntuk demi selembar digit uang.

Terkadang hidup mengajarkanmu bagaimana berlari dari rasa takut, dan mencari sebuah rasa aman setiap menitnya. Namun itu hanya menjadi panduan kosong dan sia - sia saja. Bagaimana aku harus berlari menghindar ? Terpenting  perjalanan ini adalah bagaimana bertahan hidup dan bisa terus mengisi perut. Apakah setiap perjalanan akan mengisahkan altar dansa, lalu menari - nari berkeliling dengan segelas anggur yang di ambil secara diam - diam dari surga ? Kurasa tak semudah menciptakan imajinasi, terlebih lagi menjalaninya.

Terkadang perjalanan yang pahit sekalipun harus dihadapi, apa aku bisa memilih ? Jelas jawaban nya tidak. Terjebak di lingkungan prostitusi, bergumul bersama preman, meringkuk di teras bersama gelandangan, menghindar dari gelap malam menakutkan, menyembunyikan diri di antara trotoar jalan agar tak di tangkap oleh aparat.

Pengembaraan ini bukan hanya menjadi penghilang stres dari kejenuhan kantor, bukan lagi menjadi pemuas alam, begitu tak terbatas jarak, bukan lagi dari pelarian akan ketakutan, dan perjalanan ini bagian dari hidupku sekarang. Ya, hidupku telah kehilangan arah, dan aku merasa hidup memasuki fatamorgana surga dan semakin lama terasa melelahkan.

Kehidupan yang kujalani sekarang bukan menikmati keindahan atau berbagi tips atau cara mujarab. Misalnya " 99 cara bisa hidup bebas jalan - jalan dengan kantong minim " sekarang berbagai kalangan berbondong - bondong melancong, mengunjungi ke tempat yang di kehendaki. Semua begitu mudah di akses dan dicari tau, bermodalkan uang apapun bisa di sentuh dan di pijak. Perjalanan kini bukan hanya untuk bagi orang bertaburkan harta, kini semua manusia di dunia mampu melakukan perjalanan nya masing - masing.

Namun sebuah perjalanan tanpa memaknainya bagaikan manusia tanpa jiwa. Tak berarti apa - apa,  setiap nafas terhembus adalah doa dan keyakinan ketika kaki melangkah. Setelah cukup beberapa lama, kini aku, kamu, kalian dan mereka mulai bertanya - tanya ? Akankah kemana kaki melangkah ? Tak menemukan tujuan, semua sedang mencari, tapi tak tahu apa yang harus dicari ? Seakan hayut dan terlarut dalam keyakinan maksimal, kebebasan abadi.

Mungkin saja, aku mencoba menebak - nebak pikiranku sendiri. Perjalanan ini tak menginginkan sebuah perubahan. Atau takut akan keputusan Tuhan atas jalan hidup yang sudah di gariskan.

Banyak kata - kata liar terbang dan berserakan di dalam kepalaku ini. Tak mampu ku jelaskan, tak mampu juga aku gambarkan. Semua mengendap dan membeku di dalam ingatanku. Semoga apa yang aku ceritakan ini salah dan sembarangan, biarkan saja semua menguap bersama kabut tipis yang lenyap di antara dingin dan gelap malam. Aku mencoba menyudahi coretan dan celotehan ini. Semoga menjadi rahasia kita, antara aku, kau dan Tuhan tentunya.

Inikah sebuah perjalanan ?


Tabik!

Minggu, 22 Oktober 2017

Sedang menyepi di kaki Gunung Rinjani, Sembalun
Menatap bukit savana terbakar terlalap api, mengamuk menyingkap rahasia gelap malam

4 comments:

  1. Saya setuju bahwa "sebuah perjalanan tanpa memaknainya bagaikan manusia tanpa jiwa."
    Sekedar jalan2 liburan pun harus bisa diambil hikmahnya, bukan hanya utk refreshing aja, apalagi cuma biar kelihatan keren di foto.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi keren di foto juga penting loh, siapa tau ada yang naksir kan kak :D

      Delete
  2. Ah ceritanya sangat2 seru, Bang. Kapan ya bisa jumpa.. Jalan2 ya harus menikmati perjalannnya ya, Bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih bang, saya bukan lihai atau pandai menuliskan cerita. Mencoba keluar dari kosa kata yang itu itu saja begitu susah sekali.

      Ayo, semoga di beri umur panjang agar bisa bersinggungan. Untuk secangkir kopi dan semua harapan :)

      Delete

Powered by Blogger.