Menantang Adrenalin Offroad Kaliwatu



Hari - hari berikutnya saat menjelajah di daerah Malang aku dan teman – teman blogger berkesempatan menikmati perjalanan menuju destinasi lainya. Aku lupa akan kemana tujuan nya hari itu, mungkin ke tempat lebih dingin dan tinggi prasangkaku. Ketika dalam perjalanan baru aku tahu tujuan hari ini. Offroad!!! Apa!!! serius!!! Aku teriak dan agak sedikit terkejut dengan raut muka kegirangan.

Aku hanya meraba – raba imajinasiku tentang memacu adrenaline diantara lumpur, batu, sungai, dan tanjakan terjal. Imajinasi membuat perjalanan menuju tempat tujuan terasa begitu singkat. kebetulan kondisi badanku telah sehat setelah beberapa hari di terjang hujan badai sewaktu di Lombok. Sesampainya di tempat tujuan yaitu penyedia jasa Offroad Kaliwatu, kami di persilahkan masuk terlebih dahulu.

Saat sampai di dalam, sambutan beserta keramahan begitu terasa. Sebagai ajang berkenalan sekaligus menjadi tempat briefing sebelum memulai keseruan bersama Offroad Kaliwatu. Tak butuh waktu lama, briefing telah di akhiri. Tentunya kami sudah paham akan tempat yang akan di kunjungi beserta jalur yang akan di lalui.

Erangan mesin dari knalpot mobil 4x4 begitu gahar, dari kejauhan merayap cepat menghentak telinga. Suara itu menjadi tanda bahwa keseruan akan kami mulai. Mobil yang kami gunakan berbagai bentuk, seperti bak terbuka dan tertutup. Semua berjumlah 5 mobil.

Aku bergabung bersama bang Amri dan Fitra ( debumalam ) dalam satu mobil. Kami sepakat memilih mobil tersebut karena memiliki suara paling gahar dan body mobil memiliki warna paling nyentrik hijau stabilo. Kebutulan mobil yang kami tumpangi memimpin arak – arakan. Tujuan pertama adalah petik buah apel di kebun. Salah satu rangkaian trip dari Offroad Kaliwatu.

Perjalanan menyisiri jalan kecil perkampungan. Berkelak – kelok memasuki setiap jengkal dan lebih masuk menuju daerah ketinggian. Sesekali memasuki area kebun warga, terlihat jelas berbagai tanaman mengisinya. Hijau sejauh mata memandang, udara khas ketinggian begitu lembut mengusap bagian wajahku. Begitu aku terlalu asyik menikmati suasana alam yang asri, mobil seketika berhenti tanpa kompromi.

Aku sempat terpental akibat posisi dudukku kurang stabil. Abang drivernya hanya tersenyum lucu melihat tingkahku yang kebingungan. Jarak tempuh dari basecamp menuju kebun petik apel sekitar 20 menit. Waktu yang cukup untuk menikmati sejenak kesejukan dan keindahan alam. Satu persatu segera turun dan memasuki area kebun apel. Berbekal kantong plastik yang diberikan oleh penjaga, kami segera bergerilya menuju pohon – pohon apel yang tertanam rapi.


Ketahuan makan apel sembunyi - sembunyi
 photo by @cewealpukat

Puas banget makan apel langsung dari pohon nya
 photo by @joadimara_

Semerbak aroma apel di balut suhu dingin menambah nikmat kegiatan petik apel. Setelah aku menemukan pohon yang kurasa memiliki buah yang bagus, segera kujulurkan tangan menuju buah yang ada diatas. Ku petik satu dan tak menunggu aba – aba lagi segera kuarahkan buah apel ke dalam mulut. Sejurus kemudian, "kress, kress, kress kress" bunyi gigitan demi gigitan. Begitu segar dan manis, gumamku di dalam hati. Memang berbeda rasanya jika menikmati apel langsung dari pohon nya ketimbang membeli yang sudah ada di toko buah.

Mulai dari ukuran paling kecil hingga besar kulahap semua. Tak ada satupun yang memberi kekecewaan soal rasa ( bukan rasa yang dulu pernah ada ya). Teman – teman yang lain pun begitu, seperti Anggar yang memakan buah apel begitu lahap. Sampai – sampai di mulutnya belum habis di mulut, sudah memetik lagi dan menumpuk di kedua tangannya.

Sayangnya belum lama kami menikmati wisata petik buah apel, kami harus angkat kaki dan segera bergeser ke tempat berikutnya. Namun sebelum beranjak pergi, aku bertanya kepada abang yang mengendarai mobil Jeep bak terbuka. Apakah aku di perbolehkan untuk ikut di mobilnya dan duduk di bak belakang? abang tersebut hanya menganggukan kepala. Pertanda baik bagiku, sebab sebelumnya aku sangat kesusahan untuk mendapat posisi yang ideal Perjalanan dari kebun petik apel menuju lokasi Offroad kurang lebih sekitar 15 menit. Sekali lagi di sepanjang perjalanan disuguhkan lanskap hijau yang indah. Walau cuaca kabut dan mendung menaungi, tapi tak mengurangi sedikitpun keindahan yang tertangkap oleh mata.

Keliatan siapa yang doyan sama rakus yak? @anggaaaaar

Mobil Jeep yang ku tumpangi berada di urutan paling depan. Jelas Keseruan ini menjadi pembuka bagiku, apalagi sesaat memasuki jalur Offroad yang tercetak jelas bekas ban dan lumpur bercampur baur. Semua menggambarkan olahraga extreme ini benar - benar menantang adrenaline bagi siapa saja yang ingin mencobanya.

Menuju lokasi offroad

" oke, semua sudah siap? " aba - aba dari sang driver otomatis membuat cengkraman kedua telapak tanganku begitu erat. Aku sempat berpikir sejenak, jika berdiri adalah pilihan terbaik untuk menghindari benturan dan goncangan ketika mobil melintasi rintangan di sepanjang jalur berlumpur. " Aggrhhh!!! agrhhh!!! Ampun Om !!! " aku teriak sekencang - kencangnya. saat roda mobil berputar cepat seketika dan knalpot mobil yang menggeram.

Mati aku ini, ampun om!! entah kenapa aku bisa segila dan berteriak bahkan meracau tak jelas. Teriakan dari mulutku langsung memecah kebisuan hutan pinus diantara ladang warga setempat. Berharap ingin mengabadikan momen Offroad dengan beberapa foto, untuk berdiri tegak saja aku tak kuasa menahan goncangan nya.

Saat terhempas dsn umpatan terus keluar dari mulut ( sayang blur )

Sesekali mobil berjalan dengan posisi miring, mungkin mendekat 45 derajat posisinya. Seolah - olah mobil akan terbalik dan siap melemparku jauh - jauh masuk ke area ladang. Aku mulai meredam teriakanku ketika mobil mendapatkan posisi tenang, teriakan demi teriakan mulai bermunculan dari arah belakang. Ada yang tertawa terbahak - bahak saat menikmati jalur yang cukup menantang ini. Aku hanya bisa melambaikan tangan serta tawa akan keseruan Offroad ini.


Pas dapat jalur santai

Relax menikmati perjalanan

Saat posisi mobil tiba - tiba mobil miring ke kiri atau kekanan, saat itu juga badanku terhempas di besi besi rangka pelindung. " Agrrhh!!! Oh Tuhan!! " sakitnya memang benar memukul seluruh tulang rusukkku yang kebetulan tepat berada diantara rangka besi pelindung body. Semua memang kesalahanku karena kurang sigap dan waspada akan datangnya rintangan yang cukup membuat jantung berdegub kencang.


Ban mobil berputar begitu kencang, posisinya yang terjerembab di dalam kubangan lumpur memaksa tanah memuntahkan percikan - percikan lumpur yang melumuri sekujur tubuhku. Sepertinya jika tidak kotor kurang afdol bermain offroad. ( persepsiku sendiri sih )



Semua teriakan demi teriakan yang lancang, umpatan demi umpatan terekam bebas di telinga teman - teman tak membuat aku kehilangan kewarasan. Sebab menurutku keluarnya suara lantang pun bahwasan nya adalah tanda kepuasan dan kenikmatan sejati. Bagaimana tidak puas, jika adrenaline dipacu begitu kencang bersama para pengendara handal dari Offroad Kaliwatu.

Hampir 30 menit berjibaku dengan lumpur, tanjakan, tikungan mematikan, turunan terjal, tumbuhan semak belukar, dan duri liar akhirnya kami sampai di Checkpoint atau rest area. Daerahnya lumayan lapang untuk beberapa mobil Offroad beristirahat sejenak sembari menunggu rombongan lainya. Ternyata di belakang ada rombongan yang terperangkap dengan lubang. Mobil yang di tumpangi oleh Fahmi dan jo ( adimara bersaudara ) terperosok dan ban belakang bagian kanan sempat terjepit. Sehingga membuat mereka untuk turun sejenak dan menunggu mobil lepas dari jeratan lubang dan melanjutkan keseruan ini.

Butuh beberapa menit berjibaku dengan lumpur, ban yang licin cukup menyulitkan mobil untuk terbebas dari lubang. Namun dengan cekatan sang driver bisa mengeluarkan mobil dan segera melanjutkan perjalanan dan berkumpul di Checkpoint. Semua mobil sudah terkumpul rapi, sejenak kami di kasih arahan bahwa sebentar lagi rombongan Offroad Kaliwatu akan memasuki garis finish. Posisi nya tak begitu jauh, sekitar 300 meter menuruni jalan dan menyebrangi sungai kecil, lalu menanjak dan bertemu sungai kembali. Begitu arahan yang aku dapat dari driver mobil Jeep yang ku tumpangi.


Mobil mulai berjalan merayap, begitu pelan menuruni jalan terjal nan licin. Antara pijakan gas dan rem saling di jaga jaraknya. Agar posisi mobil Jeep tidak terperosok, alih - alih terbalik sangat bisa terjadi dalam kondisi seperti ini. " nggengggg!!! ngengg!!!! bumm!! bumm!!!! " suara knalpot berteriak mengerang. Ketika pijakan gas di injak begitu kuat dan mendadak. Tanah liat licin seketika melemparkan bercak - bercak lumpur ke kaca depan mobil yang berada di belakang. Membelah aliran sungai secepat kilat. Air terbelah tersebar ke berbagai arah.


Sekejap mobil yang kutunggangi langsung berada diatas bukit sebelahnya dan melanjutkan menuju garis finish yang ada di ujung aliran sungai. Begitu pula mobil - mobil yang berada di posisi belakang, semua melewati tanjakan dan menyebrangi sungai dengan aman tanpa ada kendala lagi. Sebelum sampai garis finish, atraksi berjalan di aliran sungai dan melawan arus menjadi sajian penutup Offroad Kaliwatu.

Saat menggeber mobil membelah sungai

Mendapat sajian penutup kesenian tradisional

Saat mobil melintas dengan kecepatan tinggi, saat itu juga sungai terbelah menjadi 2 bagian. Aku dan teman - teman yang lain sangat puas dalam perjalanan menantang adrenaline bersama Offroad Kaliwatu. Kepuasan kami tak berhenti disitu saja, kami masih di berikan sajian pertunjukan musik traditional. Mirip seperti Kuda Kepang, namun yang ada beberapa orang memakai baju mirip naga atau biasa orang jawa sebut Barongan itu. Entah itu apa namanya dan jujur saja begitu menghibur seluruh orang yang kebetulan sedang berada tidak jauh dari lokasi pertunjukan.

Yeah!! Harus diabadikan ya potonya

Kesenian yang menyerupai barongan

Ketika alunan musik mulai berkumandang, dengan serentak kami masuk di dalam lingkaran dan berjoget bersama. tak ada yang merasa malu atau takut di tertawakan, semua saling melepas suka cita yang begitu klimaks. Antara keberanian dan ketakutan saling menekan hingga meletup di dalam nuansa kebahagiaan. Akhirnya kami sudahi rangkaian acara dengan makan - makan. Perut dan tenaga seketika habis tersedot oleh Offroad yang menantang adrenalin.

No comments:

Powered by Blogger.