Menebar Pesona pantai Teluk Asmara

Malang seperti tidak ada kata bosan apalagi kehabisan tempat wisata untuk dikunjungi. Seperti halnya beberapa waktu lalu menghabiskan hari di Malang. Aku bersama teman - teman blogger yang tergabung dalam rangkaian acara Kemenpar lewat Pesonaid_travel telah menikmati city tour. Beberapa tempat selalu berjumpa dengan cuaca dingin khas daerah ketinggian. Mulai menikmati terbit matahari dan terbenamnya pun selalu berada diantara bukit bahkan lanskap hijau serta gemerlap perkotaan tak terelakan.


Aku bersama teman – teman ingin memutar arah dan ingin merasakan aroma pantai sekaligus menikmati dan menunggu matahari berjalan meninggalkan gelap di garis batas cakrawala. Kebetulan dalam susunan kegiatan besok menuju lokasi yang sedikit berbeda. Saat setelah selesai menikmati makan malam, kami asik berkumpul di salah satu sudut ruangan yang pencahayaan nya cukup remang – remang. Di ruangan yang tenang, perlahan kami mulai di dekatkan dengan obrolan dan candaan. Dari sanalah deketan diantara kami mulai terbangun.

Malam semakin pekat dan udara terasa bertambah dingin ketika berhasil memeluk badan dengan erat. Kami memutuskan untuk berkunjung ke daerah Malang Selatan. Teman – teman ingin mencari tahu dan menikmati keindahan pantai hingga senja, konon pemandangan di pantai Malang Selatan sangat indah. Berbagai rencana telah dibuat untuk menyambut kegembiraan bermain dan bergumul dengan pasir pantai. Obrolan kecil membuat kami lupa diri. Tak terasa malam semakin pekat dan udara semakin kejam menghujamkan hawa dinginnya memeluk badan. Kami memutuskan untuk segera beristirahat karena perjalanan besok akan membutuhkan waktu cukup panjang.

Ayam berkokok, suara gaduh datang dari masing – masing kamar. Semua berkemas dan bersiap – siap untuk berangkat menuju pantai. Setelah semua selesai mandi dan sarapan, akhir kami berangkat. Sebenarnya pantai di Malang Selatan cukup banyak, seperti Goa Cina, Ngudel, Ngliyep, Sendang Biru, Balekambang, dan Teluk Asmoro. Namun kami hanya memilih beberapa untuk kami datangi dan menikmatinya. Tentunya cerita ini mengenai pantai Teluk Asmoro

Tujuan pertama kami adalah pantai Teluk Asmoro. Perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam. Semua tergantung kondisi ramai dan tidaknya jalan yang mengarah ke pantai tersebut. Dari beberapa orang bercerita, ternyata pantai Teluk Asmara baru di resmikan tahun 2017, jadi banyak orang yang belum mengetahuinya.


Pantai Teluk Asmara replika Raja ampat di Malang




Pantai teluk Asmara dikelilingi oleh bukit kapur, sekilas bukit kapur itu berbentuk menyerupai hati jika di lihat dari ketinggian. Aku sendiri tak begitu tahu banyak tentang pemberian nama pantai ini. Kata Asmoro sendiri di dalam Bahasa Indonesia adalah Asmara, mungkin ada sejarah cerita muda - mudi yang dimabuk asmara berkunjung ke pantai ini. hehehe


Sebagai pantai yang baru di resmikan, untuk fasilitas di pantai Teluk Asmara memang sedang dalam tahap pembangunan. Tapi, untuk fasilitas penujang pengunjung seperti gazebo, kamar mandi, musholla sudah ada, tinggal penyempurnaan akses jalan dari pintu masuk ke area parkir saja yang sedang dalam tahap pengerjaan.


Poto bersama biar afdol jalan barengnya, pilih aja siapa tau jodoh :D





Di sepanjang perjalanan banyak kami manfaatkan untuk beristirahat, sehingga kurang memperhatikan daerah sekitar. Ketika kami tiba di pintu masuk, kami di sambut dengan sebuah plang nama pantai Teluk Asmara dan beberapa orang pekerja sedang memperbaiki jalan masuk ke area parkir. Aku mencoba mencari tahu di maps lokasi pantai Teluk Asmara. Alamatnya berada di desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sedangkan lokasinya berada di kiri jalan sekitar 1km sebelum pintu masuk pantai Goa Cina.



Pengunjung begitu menikmati keindahan alam pantai Teluk Asmara



Dari area parkir kami berjalan sekitar 200 meter menanjak kemudian menuruni jalan bersemen hingga menuju area pantai. Karena ada Gazebo kosong, dengan cepat kami gunakan untuk menympan barang. Dari Gazebo tak jauh bibir pantai sudah menunggu. Pasir putih yang lembut, gradasi air memanjakan mata, serta angin berhembus pelan menyentuh muka. Ketenangan dan kenyaman langsung hal pertama yang aku dapat dari pantai Teluk Asmara.


Di sekitar juga terlihat para pengunjung lain benar – benar menikmati suasana alam pantai Teluk Asmara. Ada yang sedang berenang, bermain kejar – kejaran, bermain volly pantai, duduk di pasir dan kami sendiri menikmati nya dengan duduk dan terdiam. Semua terbius akan keindahan alam pantai Teluk Asmara.


Pasir putih dan ketenangan menjadi magnet tersendiri

Tak terasa kami bercengkrama di bibir pantai, waktu berjalan begitu cepat. Semua terlihat dari matahari mulai bergerak dan condong ke arah barat. Kami tak ingin melewatkan momen matahari terbenam di tempat yang nyaman dan indah.


No comments:

Powered by Blogger.