Menikmati sensasi Rafting di Batu



Benar saja aku tak berdaya apalagi untuk menyangkalnya. Sejenak ketakutan bisa tersamarkan oleh parasku yang datar. Ketakutan macam apa ini ? Kepura – puraan itu mulai terkuak saat langit merubah warnanya menjadi pucat dan tak sehangat hari – hari biasanya. 

Kalian pasti  akan setuju apabila saat itu berada tepat di sampingku. Melihat murungnya langit, angin dingin bertubi – tubi menerjang, aku masih membayangkan bagaimana penampakan tempat yang akan kami tuju. Bersama @kemenpar di temani oleh @pesonaid_travel dan teman – teman blogger aku menyambangi Kaliwatu Rafting. 

Saat semua sudah berkumpul di lokasi, kami mendapat arahan singkat tentang  Rafting dan pembagian kelompok. Singkat, padat, dan jelas sang Leader memberi arahan kepada kami. Dirasa sudah cukup, semua perlengkapan segera kami pasang melekat ketubuh. Mulai dari helm, jaket pelampung, dan tak lupa menyimpan benda – benda yang tak diperlukan saat Rafting nanti. 

Akhirnya kami terbagi menjadi 3 kelompok. Pertama terdiri aku, Jo, dan Nana ( konon badan kami yang terbilang besarnya merata). Kemudian kelompok 2 ada Fahmi, Aya dan kak Leo. Di susul kelompok terakhir yang memiliki kondisi fisik agak kecil bang Amri, Anggar, Fitra, dan mas Ain. Setelah pembagian selesai, kami segera turun menuju tempat Start. 

Ternyata lokasi Rafting yang akan kami susuti adalah aliran sungai Brantas di desa Pandanrejo, Kecamatan Bumuaji, Kota Wisata Batu. Sesampainya dibawah, kapal karet segera dibuang menuju sungai. Aku segera melangkahkan kaki melintasi air dan menaiki kapal karet. Begitu juga di ikuti oleh Jo dan Nana. 


Posisi santai saat melintasi jeram



Namun kami tak langsung meluncur, team dari Kaliwatu Rafting sebanyak 2 kapal berjalan terlebih dahulu. Sempat aku menanyakan perihal tersebut. Ternyata 2 kapal yang beriskan 3 orang itu sebagai team Resque jika saat Rafting terjadi sesuatu merekalah yang akan turun membantu. 


Nana ketakutan saat terjun



Syukur seimbang jadi ga jatuh




Perasaanku semakin lega, karena petualangan sore itu begitu sangat aman dan tak perlu takut terjadi apa – apa. Akhirnya kami meluncur juga mengikuti debit air yang  cukup deras. Ditemani oleh 1 orang pelmandu dari Kaliwatu Rafting, kami mulai meliuk – liuk mmengikuti jalur dan mengindari bebatuan agar tidak tergores karena tajamnya. 


Aliran di sungai ini terhitung cukup menarik sekaligus menantang. Aliran nya begitu deras, bebeatuan besar tersebar acak di sepanjang aliran sungai menambah tantangan saat mengikuti Rafting kali ini. Jeram tinggi kami sambut dengan berpegangan kuat kepada tali yang melingkar di sekeliling kapal karet. Teriakan demi teriakan saling bersahutan diatara merdunya air. Suara tercipta saat menghamtam batuan besar yang berada di bawah aliran sungai. 


Wajah - wajah kegirangan



Sesekali kami meliuk – liuk sepertu ular saat melintasi jeram kecil namun membuat jantung berdegub kencang. Keseruan tercipta bukan saja karena benturan batu yang keras, efek dari arus sungai yang deras dan sesekali terjun bebas membuat semakin menambah keseruan kali ini. 

Perjalanan semakin seru saat sesekali kami saling mendahului dan beberapa kali ada yang terjebak diantara batu. Canda tawa melepas ketegangan saat melintasi aliran sungai Brantas ini. Apalagi saat sebelum sampai di tempat Checkpoint, ada sebuah kejadian yang mengejutkan namun membuat tertawa terbahak – bahak. 

Saat mencapai di salah satu aliran yang cukup deras, kapal karet yang di tunggangi oleh tim kurus Anggar, bang Amri, mas Ain dan Fitra mengalami sebuah tragedi. Ketika kapal mulai melesat menuruni jeram, tiba – tiba Anggar terpelanting dan setengah badanya masuk ke dalam air dan membuatnya susah bernafas. 


Detik - detik Anggar jatuh



Setengah badan tenggalam 

Hal itu sempat mengundang gelak tawa diantara teman – teman yang berada di dekatnya. “ tolong, tolong!!!!!! “ teriakan demi teriakan keluar sesekali saat kepala Anggar keluar masuk dari air. Saat itu juga tangan Fitra segera menyambut dan menarik Anggar dari dalam air. Anggar pun segera kembali ke posisi sempurna sembari menceritakan telah menelan beberapa teguk air sungai akibat terpelanting keluar tadi. 

Selanjutnya ketika sampai di lokasi Checkpoint kapal dengan sengaja di balik oleh teman – teman dari Kaliwatu Rafting. Sontak gelak tawa saling bersahutan ketika satu persatu dari kapal mulai berpindah posisi terbalik dan menenggelamkan kami semua. Setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju garis Finish. 


Di tengah – tengah perjalanan pun kami sempat mendapatkan gangguan. Ada beberapa potong bambu yang melintang di sungai. Hal itu membuat kami tak dapat melaluinya. Akhirnya kami semua turun untuk menyeret bambu dan menyingkirkan nya dari aliran sungai. Sempat kualahan juga ketika menarik bambu dari dalam air. Terjepit batu, terhalang oleh debit air yang deras, dan licinya dasar air sempat menjungkir balikkan kami. 


Meluncur menuju Finish

Beberapa menit berselang, bambu berhasil tersingkirkan, ada yang di tepi sungai ada juga yang mengikuti arus sungai. Kami pun melanjutkan perjalanan melewati jeram – jeram yang sudan menunggu sedari tadi. Begitu cekatan orang – orang dari Kaliwatu Rafting mengedalikan kapal untuk tetap bisa meluncur bebas dan membuat kami merasakan sensasi yang luar biasa. 

Muka penuh keceriaan terpampang jelas dari kami semua saat tiba di garis Finish. Di situlah baru aku mengetahui jarak dari tittik Start keberangkatan hingga mmencapai garis Finish kurang lebih sepanjang 3 – 4 Km. Kemudian kami berjalan naik menuju jalan raya dan kembali ke basecamp Kaliwatu Rafting untuk membilas dan berganti pakaian. 

Untuk menuju lokasi Rafting sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Kaliwatu Rafting yang dikelola dengan konsep pemberdayaan masyarakat itu berada di daerah perkotaan. Dari alun – alun Kota Wisata Batu berjarak sekitar 2 Km. Sedangkan dari desa Pandanrejo berjarak sekitar 500 meter. Sedangkan mencapai kawasannya pun bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati pematang sawah. 

Biayanya pun masih tergolong terjangkau dengan harga Rp 180.000 perorang dengan minimal peserta 4 orang kalian bisa menikmati keseruan Rafting di aliran sungai Brantas ini.  

Akhirnya penutup hari yang luar bisa menikmati keseruan Rafting dan bisa menikmati liburan dengan suasana lain saat mengunjungi Malang dan Kota Wisata Batu. 



No comments:

Powered by Blogger.