Air Terjun Lider ; Surga Tersembunyi di Banyuwangi


Beberapa waktu lalu aku berkesempatan untuk bertandang ke Banyuwangi. Kebetulan, di sana ada kediaman nenek sekaligus tempat dimana aku lahir. Jadi aku singgah disana untuk melepas kerinduan akan dingin nya hawa pedesaan. Terletak di Kalisetail, desa parastembok, Kabupaten Banyuwangi dan di bagian selatan Gunung Raung yang nampak megah dan menyajikan kemisteriusannya.


Pada mulanya aku pun bingung akan kemana, apalagi salah seorang teman dari Malang, mas Della akan datang berkunjung. Segera kuputar otak, destinasi manakah yang bisa aku tunjukan kepada mas Della.


Setelah beberapa menit berpikir di temani rokok dan kopi, barulah aku menemukan ide. Air terjun Lider menjadi pilihanku. Karena mas Della datang sore, maka esok pagi barulah kami akan mengunjungi air terjun.

Pagi - pagi kami berdua sudah siap untuk berangkat. Namun hawa dingin membuat kami goyah dan menunggu hari agak panas sedikit agar kami bersemangat kembali untuk menjelajah. Kira - kira 30menit kami habiskan untuk menikmati secangkir kopi dan gorengan dan kami telah siap berkendara.


Sebelum melanjutkan cerita, aku ingin sedikit berbagi tentang Air terjun Lider ini. Nama Air terjun Lider sendiri mengambil dari daerah lokasi hutan lindung petak 74, Blok Lider, di lereng timur Gunung Raung kawasan Resort Pemangkuan Hutan ((RPH) Jambewangi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisetail, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat.


Perjalan kami mulai dari desa Parastembok menggunakan motor menuju Desa  Sumber Arum sekitar 7Km. Di sepanjang jalan kami disuguhkan pemandangan pinus berderet. Aroma wewangian hutan, jalan tanah dan sesekali rintangan seperti batu - batu besar seukuran bola. Namun kami tetap terus berjalan hingga sampai di dukuh Lider.


Kemudian kami masih melanjutkan perjalanan sekitar 3Km menuju batas akhir perkebunan cengkeh. Disana terdapat jalan masuk menuju Air terju lider. Saat tiba di Pos 1 kawasan perkebunan, kami mengisi daftar kunjungan serta keperluan.



Jalan menuju Lider


Setelah diperkenankan masuk, kami akhirnya sampai di pemukiman warga. Kami bertanya dan mencari tempat penitipan motor dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju jalur Air terjun Lider.


Perjalanan cukup menantang, dengan berjalan kaki dan medan cukup licin dan beberapa kali melewati tebing curam. Kami berdua tetap bersemangat dan terus berjalan. Selain itu, kami juga menyebrangi sungai sebanyak 7 kali dan menembus hutan lindung yang begitu alami dan terjaga.


kira - kira 45 menit kami berjalan kaki, akhirnya gemuruh air yang jatuh dari ketinggian mulai terdengar. Suasana dingin dan tenang mulai menyambut serta memeluk erat badan kami. Perjuangan menempuh menempuh medan sulit kini terbayarkan.



Dari kejauhan terlihat kemegahan tebing dengan terlihat batu tertumpuk rapi dengan di hiasi dibagian tengahnya oleh air terjun membuat mata kami begitu takjub. Rasa penasaran membuat kami segera sampai di lokasi. Mas Della mengajak berlari agar bisa menikmati pemandangan Air terjun Lider dari dekat.


Nafas mulai memburu dan kaki sudah gemetar akibat berjalan tak menyurutkan langkah kaki yang kian cepat ini. Akhirnya, kami berdua berdiri di hadapan Air terjun Lider yang begitu megah ini. Mungkin memiliki tinggi sekitar 100 meter dan debit air yang begitu kencang membuat kami terhipnotis dan terpaku berdiri mengaguminya.


Tumpahan Air terjun Lider ini memiliki terjunan air tingginya sekitar 60 meter. Dengan posisi ketinggian 1.300 meter diatas permukaan laut dan tentunya berasal dari mata air pegunungan menjadikan Air terjun Lider patut di kunjungi dan sekaligus menjadi yang tertinggi di Banyuwangi kalau tidak salah. Di tambah lagi ada 4 air terjun kecil yang termasuk bagian dari air terjun utama.


Perjalanan ini semakin puas lantaran saat itu yang ada di lokasi hanya kami berdua. Benar - benar puas kami menikmati tanpa ada gangguan atau keramaian yang berbondong - bondong untuk berdesakan untuk selfie.hehehe


Tak perlu menuggu waktu lama, aku dan mas Della segera menanggalkan baju dan segera loncat masuk kedalam air. Begitu segar dan dingin sekali. Sesekali badanku menggigil karena sangking dinginnya air. Aku mencoba berenang dan mendekati titik dimana jatuhnya air. Kemudian kupasang punggungku. Begitu enak, serasa dipijit dan begitu juga mas Della tak ingin ketinggalan segera bergabung denganku.

Bahagia banget saat air terjun sepi dan hanya kami yang menikmati



Begitu lama kami terlarut dalam kemegahan dan keindahan Air terjun Lider sehingga kami lupa diri akan waktu. Hari semakin meredup, menandakan kami untuk segera pulang. Sebab perjalanan pulang pun masih menguras tenaga dan melintasi hutan. Agar kami tak terjebak gelap malam melintasi hutan, maka kami segera menyudahi dan bergegas mengganti pakaian.


Kemegahan air terjun begitu memukau inframe @dellapermana



Jika kalian ingin mengunjungi Air terjun Lider, mungkin Rute menuju Air terjun Lider ini bisa kalian gunakan.


RUTE MENUJU AIR TERJUN LIDER

Jika kalian dari Kota Banyuwangi, kira - kira jaraknya sekitar 45Km. Agar bisa sampai di lokasi Air terjun Lider, kalian harus melakukan perjalanan menuju Genteng. Kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi, sewa atau Bus. Jika kalian menggunakan Bus, berhentilah di Terminal lama Genteng, kemudian kalian menuju Kecamatan Sempu atau mudahnya menuju Stasiun Kalisetail dengan jarak sekitar 7Km.


Kemudian perjalanan dilanjutkan melewati Desa Jambewangi menuju Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon sekitar 7Km. Lalu dilanjutkan menuju Dukuh Lider, perjalanan sejauh 3Km.


JALAN ALTERNATIF MENUJU AIR TERJUN LIDER

Jalan alternatif ini kalian bisa melakukan perjalanan melalui desa Sragi, Kecamatan Songgon dengan jarak sekitar 8Km dari perkampungan warga. Di sepanjang perjalanan kalian akan menikmati suasana berbeda, melintasi hutan karet, kawasan Tebu, dan juga hutan pinus. Jika sudah sampai di desa Bejong, juga terdapat pos penjagaan di dekat pertigaan jalan. Kemudian belok kiri dan ikuti jalannya sampai menemukan perkampungan lagi.


Kondisi melalui Sempu ataupun Sragi sama - sama memiliki kondisi jalur kurang nyaman. Selain belum beraspal, jalanya penuh dengan batuan. Apalagi jika musim penghujan tiba, jalan sangat licin dan cukup menyulitkan pengunjung.


TIPS MENUJU AIR TERJUN LIDER

Sebelum berangkat pastikan kondisi kendaraan yang akan kalian pakai benar - benar prima. mulai dari mesin, ban dan bahan bakar tentunya. Jika terjadi sesuatu di jalan dan ditengah hutan bakal sulit untuk menemukan bengkel. Karena jalanan disana didominasi batu batu besar dan tajam.


Air terjun Lider dicapai dengan berjalan kaki mengikuti alur aliran sungai yang mengarah pada air terjun Lider sendiri. Sehingga perjalanan memerlukan kondisi fisik yang prima untuk menaiki dan menuruni tebing dan melintasi aliran sungai secara zig-zag.


Selain itu, kalian juga harus berhati - hati dari lintah/pacet yang ada di kawasan air terjun. Musim hujan mereka akan menempel tanpa terasa. Untuk berjaga - jaga, bawalah tembakau atau alkohol. agar lintah/pacet bisa dengan mudah lepas. Jangan lupa selalu bawa perlengkapan P3K untuk berjaga - jaga jika cidera atau terluka di perjalanan.


Kalian juga harus waspada terhadap tumbuhan lateng. Lateng yang memiliki daun dengan bulu halus, jika terkena kult akan memberikan sensasi gatal dan pedih yang luar biasa. Rasa ini akan terjadi cukup lama dan begitu mengganggu perjalanan kalian. Jadi, sebaiknya kalian tetap memperhatikan tumbuhan sekitar sebelum melangkah. Untuk lebih amanya, gunakanlah lengan panjang dan celana panjang untuk mengantisipasinya.


Saat menyebrangi sungai kalian juga harus berhati-hati. Kondisi bebatuanya cukup dingin dan licin, dan ada beberapa titik arusnya cukup kuat untuk menyeret kaki dan membuat terpeleset. Jika membawa kamera atau barang elektronik lainya, gunakanlah Drybag jika ada. Kalau tidak, amankan barang agar tidak terendam ke dalam sungai saat terjatuh.


Saran, jangan datang pada saat musim penghujan, karena medan nya semakin berat. Jadi berpikir dua kali jika datang saat musim penghujan ya.


Sebaiknya tidak datang pada musim hujan, karena medannya semakin berat. Dan jika menggunakan sepeda motor sebaiknya jangan memakai motor matic. Karena motor matic akan sangat kualahan melintasi medan terjal dan berbatu.



Selain itu, jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman yang cukup, karena disekitar lokasi tidak ada penjual atau warung. Jangan sampai kalian kelaparan pada saat sampai di Air terjun Lider sehingga mengganggu kalian untuk menikmati keindahanya kan.


Semoga cerita perjalanan mengunjungi Air terjun Lider yang menjadi surga tersembunyi di Banyuwangi ini bisa bermanfaat.


Salam Lestari
Tabik!

8 comments:

  1. Sukaa banget kalau jalan-jalan ke air terjun, emang ya.. pesonaanya menggoda banget kalau bermain di air terjun. Sudah airnya bersih gitu, kan jadi betah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru sekali kak, selalu memberi sensasi berbeda kalo mengujungi air terjun. Air jernih dari pegunungan membuat siapa saja pasti pengen balik

      Delete
  2. Jalan menuju air terjunnya bagus banget, pingin ke sana buat foto-foto xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus banget kak, selain disajikan deretan pohon pinus, sesekali ada spot yang langsung menghadap ke gunung raung nya. Asli keren deh

      Delete
  3. Duh Mas Joey, ini seru asli! Haha
    Kira-kira aku kuat gak ya jalan kaki ke sana? Lewat tebing, lewat sungai, jalan licin wkwkw
    Kapan ajak saya ke sana, mas? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuat kok kak pasti, asalkan jangan musim hujan aja. Agak licin dan pasti ribet kehujanan

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.