Cerita Kuliner Khas Kacang dan pisang Gorontalo

Gorontalo sejatinya begitu asing di dalam pengetahuanku, mulai dari sejarah, tempat wisata, dan kuliner yang melekat dalam kehidupan masyarakat Gorontalo. 


Namun sekarang aku mencoba membagikan salah satu cerita tentang kulinet unik kacang dan pisang di Gorontalo. Ada beberapa versi cerita yang kudapat, mungkin saja berbeda ceritanya. Namun menurutku inti dari cerita adalah sama. 



Baiklah, cerita yang pertama berasal dari masyarakat Batudaa, Kabupaten Gorontalo. Setiap tahunnya, masyarakat disana memeriahkan malam qunut dengan berbagai macam kegiatan. Namun inti acara adalah lomba makan kacang dan pisang. 


Konon dahulu kala, ritual makan kacang dan pisang saat menyambut malam qunut itu dimulai sejak tahun 1940-an. Yang memulai ritual itu adalah dua orang laki – laki bernama Iki dan Bali Abu. Iki dan Bali Abu datang dari pegunungan membawa hasil bumi yaknj kacang dan pisang. 



Lalu, pada saat mau shalat tarawih, mereka turun gunung dan mencari masjid di daerah Batudaa, sekaligus membawa kacang dan pisang. Setelah shalat Tarawih, mereka menjual kacang dan pisang. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini terus dilakukan pada saat malam qunut dan menjadi sebuah tradisi yang mengakar. 


Lain halnya cerita yang kudapat saat berada di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Konon dahulu kala, kacang dan pisang adalah makanan untuk para raja, bangsawan dan orang – orang penting. Jika ada pesta atau pertemuan, maka kacang dan pisang menjadi jamuan utama. 



Seiring berjalannya waktu, sajian kacang dan pisang sering terlihat dalam berbagai acara. Seperti beberapa waktu lalu, saat berada di Limboto ada acara ulang tahun sebuah klub motor yang di hadiri beberapa pejabat. Disana terlihat kacang dan pisang menjadi kudapan untuk para tamu undangan. 



Saat berada di kota Gorontalo, aku menemukan cerita lagi yang berbeda. Mungkin cerita ini lebih sedikit modern. Kuliner kacang dan pisang biasanya menjadi menu pelengkap pasangan muda mudi yang sedang menikmati malam minggu. Baik di bawa berkunjung kerumah, atau pun sedang jalan atau nongkrong di suatu tempat. Kacang dan pisang menjadi menu wajib untuk menemani mereka yang sedang di mabuk asmara menghabiskan malam. 


Menurutku, semua versi cerita adalah mempunyai niat dan tujuan sama. Semua menyimpan poin – poin tentang kebaikan dan kearaban antar sesama. Jika kalian berkunjung ke Gorontalo, jangan lupa untuk mencoba kuliner unik kacang dan pisang. Mungkin saja kalian menemukan cerita yang berbeda juga. 


Cerita ini bersumber dari orang – orang yang pernah kujumpai ketika sedang berada di Gorontalo. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Tabik! 

No comments:

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.