Pengalaman Berhasil Membuat eKTP GRATIS! 2018

Sebenarnya aku belum mempunyai alasan untuk pulang. Sebab masih ada beberapa hal yang ingin kucari dan bisa menemukan kata rindu kepadah rumah ketika semua sudah kudapat. Sayangnya, semua itu tertunda karena status Kewarganegaraanku akan usai. KTP? Benar, aku yang sedari dulu belum pernah mengurus e-KTP secara gratis pun sekarang mengalami hambatan.



Statusku masih memegang KTP Nasional, itu pun akan habis masanya pada awal Januari 2018. Otomatis jika tidak segera ku urus, maka aku akan menjadi warga negara ilegal. Terbukti dalam perjalananku yang ingin mencoba menelusuri Indonesia beberapa kali mengalami kendala karena KTP.


Tertahan di pelabuhan dan bandara sewaktu berkunjung ke Bali, di Depok karena tak sengaja keluar malam hari. Menurutku masalah KTP sangat serius dan harus segera diatasi. 

Berhasil



Semua itu adalah salahku yang selalu menunda, bermula dari pengalaman saat tahun 2014 pernah mendapati pengalaman buruk. Bertemu beberapa oknum yang ingin melakukan Pungli ( Pungutan Liar ) untuk pembuatan sebuah e-KTP meskipun sesungguhnya gratis, membuatku ragu akan keberhasilan mendapatkan identitas kewarganegaraanku.


Permasalahan kian rumit ketika bulan Desember tahun 2017 posisiku masih berada di Gorontalo. Terombang ambing menanti jadwal kapal laut menuju Surabaya sekitar pertengahan Januari 2018. Dilema sekali, antara menunggu jadwal kapal atau memilih KTP mati. Otomatis akan menambah masalah baru dalam membuat e-KTP baru, pikirku.


Tak ingin membuat keadaan berubah di luar kendali, aku memutuskan memilih terbang dengan sisa uang yang ada menuju Surabaya untuk memangkas waktu yang tersisa. Sesampainya di Surabaya, segera aku memesan Tiket Kereta Api menuju Kalisetail. Disanalah tempat aku lahir dan besar. Sebelum aku pindah ke Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk melanjutkan Sekolah dan kemudian bekerja ( setelah itu resign dan pengangguran hingga sekarang ).


Setelah sampai di Kalisetail, aku rehat beberapa hari dan bertanya tentang mengurus e-KTP apakah sudah mudah kepada saudara dan teman. Karena aku tak ingin mendapat pengalaman yang tidak mengenakan. Seperti beberapa kasus hingga sekarang e-KTP nya belum jadi karena berbagai alasan.


Mendapat informasi yang cukup akurat tentang kemudahan mengurus e-KTP sekarang, aku segera mempersiapkan syarat untuk memenuhi permohonan pembuatan e-KTP baru.


Di awali aku dating kepada Pak RT untuk meminta dibuatkan nya surat pengantar. Selanjutnya meminta persetujuan dan tanda tangan kepada pak RW dan ke kepala Dusun. Kebetulan kemarin aku mengurus saat akhir pekan, jadi aku menunggu hari senin untuk menuju ke Kantor Desa.


Pagi – pagi aku sudah berpakaian rapi, tak lupa aku melengkapi syarat yang lain seperti fotocopy KK dan Akte Kelahiran untuk dilampirkan sebagai pemohon pembuatan e-KTP. 
Berbekal googling di Internet, jika telat datang bisa – bisa mendapat antrian yang Panjang. Aku tak ingin hal itu terjadi, segera ku kendarai motor menuju Kantor Desa.

Seumur hidup baru pegang Akte sendiri



Oh iya, aku lahir di Dusun Parastembok, Kelurahan Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Jika kalian tidak mengetahui desa tempatku lahir, maka kalian bisa melihat atau pernah mendengar Gunung Raung, di situlah Kampung Halamanku berada. Jadi kalian sudah tahu kan dari mana aku berasal.


Kemudian lanjut cerita, sesampainya di Kantor Desa, aku bertanya dimana tempat untuk mengurus e-KTP baru? Salah satu petugas mengarahkanku ke sudut ruangan. Di dalam aku langsung di beri beberapa pertanyaan seperti “ sudah pernah merekam sebelumnya ?” dan aku di beri selembar kertas Formulir F21 kalau tidak salah.

Antrian lancar di kantor desa



Formulir langsung saja ku isi sesuai dengan identitasku di KTP lama. Sekaligus mencantumkan syarat – syarat yang di perlukan. Setelah selesai, aku disuruh menunggu beberapa menit untuk mendapat tanda tangan persetujuan.


Sekitar 15 menit akhirnya aku di panggil kembali dengan sebuah berkas yang telah di tanda tangani. Kemudian, aku diarahkan menuju ke Kantor Kecamatan untuk melakukan perekaman e-KTP baru.

Formulir sudah lengkap dengan persyaratan



Langsung saja aku berangkat menuju Kantor Kecamatan, takut mendapat antrian panjang dan bisa menunda pembuatan e-ktpku. Motor kupacu dengan kencang, aku sudah tidak terlalu memperhatikan jalanan. Beberapa kali aku terjebak lubang dan terpental tak membuat semangatku kendor untuk menyelesaikan ini.


Terlihat dari kejauhan, Kantor Kecamatan tidak terlalu ramai, sepertinya keberuntungan sedang memihakku. Motor sudah terparkir, aku langsung saja masuk ke salah satu ruangan dan mengambil nomor antrian.


Beberapa menit menunggu, namaku terdengar dipanggil dari arah pintu di depanku. Aku mencoba menghampiri dan masuk keruangan. Ternyata disanalah tempat perekaman e-KTP.


Aku yang belum pernah mengurus, hanya mengikuti arahan bapak yang sedang melayaniku. Sempat gugup juga, karena ini adalah pengalaman pertamaku mengurus KTP. Pertama – tama aku langsung difoto, kemudian merekam sidik jariku dan di akhiri dengan tanda tangan. Sempat terjadi kesalahan, tanda tangan pertama dan yang kedua tertumpuk.


Kesalahan kubuat tidak menyelesaikan tanda tangan yang pertama. Barulah pada tanda tangan yang kedua bisa berhasil sempurna. Hal itu kuketahui saat melihat layer monitor yang sedang merekam identitasku.


Semua berjalan dengan lancer tanpa hambatan. Setelah perekaman aku pun langsung diarahkan kembali menuju Kantor Desa untuk daftar online. Konon di Banyuwangi sekarang setiap Kecamatan bisa langsung dafatr online dan mengirim berkasnya ke Kantor DISDUKCAPIL. 


Ternyata mengurus e-ktp tidak semudah pikiranku. Seperti bola pingpong yang di lempar kesana kemari. Hanya bisa mengelus dada dan tetap menyemangati diri sendiri agar bisa menyelesaikan nya tanpa hambatan. 

Di kantor Desa aku segera melapor telah selesai melakukan Perekaman untuk permohonan pembuatan e-KTP baru. Setelah itu, aku melampirkan berkas untuk dibuatkannya Surat Keterangan yang kemudian kubawa menuju Kantor DISDUKCAPIL.


Setelah berkas berhasil kubawa ke Kantor DISDUKCAPIL, kemudian aku mendapat informasi bahwa e-KTP baruku akan selesai dalam 3 – sampai 7 hari kerja. Mendengar hal itu, aku tidak terlalu yakin dan hanya mendengar saja. Dalam hati kecilku berkata, banyak orang KTP nya masih tertahan hingga berbulan – bulan bahkan ada yang sampai 1 tahun belum jadi. Masak aku bisa mudah dan cepat untuk mendapatkannya.


Hari – hariku berlalu hanya dengan berdoa dan pasrah. Aku khawatir jika e-KTPku akan mengalami masalah dan berlarut – larut. Semua itu akan menghambatku untuk melanjutkan dan menyelesaikan perjalanan yang sudah kumulai. Tapi apa daya, sekarang aku hanya bisa terus berdoa dan mempersiapkan rencana lain jika sesuatu diluar dugaan menimpaku.


Lalu sekitar seminggu, aku mendapat kabar bahwa e-KTP ku sudah jadi. Aku sempat tak mempercayainya dan menganggap itu adalah mimpi. Tapi setelah benar – benar yakin, aku mencoba untuk datang ke Kantor Desa. Disana aku langsung di sodorkan e-KTP baru. Sungguh tak dapat ku percaya, hal ini benar – benar terjadi.

Yeay! e-KTP sudah jadi, berhasil!!




Aku kembali pulang dengan hati yang berbunga – bunga. Akhirnya aku bisa melanjutkan perjalananku dan menepis bahwa tentang catatan negative tentang adanya PungLi!. Dalam mengurus pembuatan e-KTP baru ku tidak dikenakan biaya sepeser pun alias GRATIS.


Itulah pengalamanku di awal tahun 2018 tentang berhasil membuat e-KTP baru. Hal itu menandakan bahwa aku masih di beri kesempatan untuk menjelajah Nusantara dan berbagi pengalaman serta keindahan yang akan ku jumpai nanti.


Semoga tulisan dan pengalaman ini bisa bermanfaat, dan juga kita bisa bertemu dalam perjumpaan nyata atau cerita – cerita berikutnya. Ada pengalaman menarik juga tentang membuat e-KTP ? Share di kolom komentar dong.


Tabik! 

13 comments:

  1. Hahaha, kalau semua begitu pasti enak ya. E-KTP ku juga udah habis masa berlakunya, udah pengajuan lagi, tapi cuma dikasih selembar kertas yg memberi keterangan kalau E-KTP masih dalam proses. Katanya sii ada keterlambatan datangnya blanko E-KTP.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah semoga bisa cepat jadi ya, kan ga enak dan pasti ribet mau ngurus apa apa

      Delete
  2. pulang dengan hati yang berbunga2,,,,hahahaha, seperti orang yang sedang kasmaran dilevel yg tak tertahankan. :)

    cukup beruntung Mas bisa dalam waktu yang cepat dapat KTPnya, saya sendiri dapatnya cukup lama, selamat yach mas... :) perlu sujud syukur tuch.... :) atau minimal masak nasi kuning. :)



    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah beruntung mas bisa cepat, katanya kalo yang ngurus baru bisa cepet jadi.enak sekarang udah bisa bebas jalan lagi

      Delete
    2. Iya mas saya juga gratiss pas bikin nya di kecamatan . Tapi pas sudah jadi ktp nya pas orang pegawai desa nganterin ke rumah kita di suruh tebus . Beda beda tiap kampung mulai dari 50 - 100 rbu/ktp .bayangkan kalau dikalikan 100 ktp aja .

      Delete
  3. Loh, telat banget baru bikin, Mas. Saking sibuknya merantau sampai nggak sempet ngurus. Haha.

    Saya, sih, udah jadi dari tahun 2012. Sewaktu baru bikin KTP yang biasa sekitar 1-2 bulan, eh nggak lama langsung disuruh bikin e-KTP sama Pak RT. Prosesnya lancar banget waktu itu. Belum ada kasus korupsi soalnya. Ehehe. Syukurlah sekarang udah jadi dan nggak ada pungli. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin itu akibat kasus jadi males mau ngurus terus berlarut larut sa,pai dibawa merantau sana sini. Apalagi kalo udah pungli, paling malas ketemu pungli mas, tapi sekarang alhamdulillah aman lancar jaya

      Delete
  4. Mau 4 tahun blm jadi nih, semoga cepet beres deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah udah beres dan gratis kak, sekarang jadi ga kepikiran ktp lagi

      Delete
    2. Wah kok cepet yak....punyaku udah setahun belum jadi2 tuh EKTP, udah gitu KTP lama Uda kadaluarsa jadi serba salah deh mau ngapain2

      Delete
    3. waduh kurang tau juga mas, kemarin kayak mudah banget gitu ngikutin step by stepnya yang langsung diarahkan oleh semua petugas. alhamdulillah, walau sempet pesimis bisa jadi cepet, akhirnya bisa jadi langsung :)

      Delete
  5. Aida ganteng e Mas rangsel pun potong kumis ai wakakak

    ReplyDelete
  6. Iya mas saya juga gratiss pas bikin nya di kecamatan . Tapi pas sudah jadi ktp nya pas orang pegawai desa nganterin ke rumah kita di suruh tebus . Beda beda tiap kampung mulai dari 50 - 100 rbu/ktp .bayangkan kalau dikalikan 100 ktp aja .

    ReplyDelete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.