Tradisi Unik ; Walima Laut, Memperingati Maulid Nabi di Gorontalo


Desember lalu, kesempatanku untuk pertama kali menginjakan kaki di Gorontalo. Aku pun buta wisata bahkan apa saja yang aku akan cari. Namun saat pertemuan yang tak sengaja dengan om Biz salah satu teman dari komunitas fotografi Instanusantara Gorontalo mengenalkanku kepada banyak orang. 


Saat itu juga aku mendapat kesempatan untuk hadir dan melihat persiapan prosesi Maulid Nabi Muhammad S.A.W di Tanjung Kramat. Berawal ajakan dari bang Steve yang akan menemani Oma nya untuk menghadiri acara Maulid, aku, Novi dan bang Imheen mendapat kesempatan untuk menemani. 


Setelah Magrib kami sampai di desa Tanjung Kramat yang tepat berada di bibir pantai. Suasana di sana sudah ramai sekali orang berlalu lalang dari rumah ke rumah. Mulai membawa aneka kue ke Masjid, atau berkunjung ke rumah – rumah warga. 


Aku yang masih belum tau hanya mengikuti saja arahan dari Oma bang Steve. Mulanya kami datang ke salah satu rumah, disana terlihat banyak orang yang datang dari luar untuk sekedar bersilahturahmi dan Ada juga yang ikut berdoa di masjid. 


Saat kami memasuki rumah pertama, kami langsung di perlisahkan masuk. Belum lama duduk, kami sudah di undang untuk mencicipi kudapan yang sudah di buat pemilik rumah. Semacam Hari raya Idul Fitri batinku. Oma yang mendahului membuat kami hanya mengekor di belakangnya.


Aneka makanan tarditional tersaji, mulai dari poki – poki goreng ( terong goreng) hingga sayur milu siram yang berisi jagung dan berbagai macam isian menjadi pelengkap hidangan.

Ibu - ibu mempersiapkan hidangan



Selesai kami makan, masih ada lagi aneka kue yang menjadi buah tangan para pengunjung. Kami pun mendapat kebagian satu bungkus perorang. Konon kue inilah yang akan menghiasi arak arak kan besok di pantai.



Kue tersebut bernama “Kolombengi” yang akan selalu hadir memghiasi parade Walima darat maupun Walima Laut. Gerilya kami pun belum usai, kami kian masuk ke setiap sisi rumah hingga tak mampu lagi untuk makan bahkan menggenggam oleh oleh dari setiap rumah yang kami sambangi.


Kami masih bergerilya mengunjungi rumah satu dan rumah selanjutnya. Sedangkan warga masih sibuk menyiapkan aneka kue yang yang akan di doakan di masjid untuk proses Walima laut esok pagi.



Sedangkan warga yang di masjid, memulai acara dengna “dikili” (diambil dari kata dzikir) yaitu alunan zikir. Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W dilaksanakan semalam suntuk. Biasa dimulai setelah melakukan ibadah sholat Isya hingga pagi hari jam 9 atau jam 10 pagi. Shalawat dan puji – pujian kepada Allah dan sang Nabi terus dilantunkan hingga pagi hari.

Warga semua berkumpul di masjid




Selama itu juga para imam, ulama, dan pegawai syara’ yang ditunjuk melantunkan Dikili. Sesekali mereka beristirahat untuk menikmati hidangan yang dihidangkan oleh warga. Seperti teh atau kopi untuk menjaga agar tubuh tetap hangat. Begitu juga dengan suara bisa tetap terjaga dan selalu terdengar lantang hingga pagi hari.



Di sinilah wujud syukur pengagungan dan pengorbanan umat muslim Gorontalo kepada sosok seorang Nabi yang menjadi suri teladan dalam setiap perilakunya. Masyarakat yang tak ikut melantunkan Dikili pun sebagian berusaha untuk tetap terjaga. Mereka akan menyiapkan hidangan untuk para pelantun Dikili yang beristirahat sejenak.

Saat membaca doa bersama di masjid Tanjung Kramat




Namun kami tidak mengikuti proses Dikili hingga pagi hari. Karena hari sudah mulai malam, kami memutuskan untuk pulang dan berencana besok pagi akan datang kembali untuk melihat arak – arakan kapal yang sudah di hias membawa kue Kolombengi. Selain itu tangan kami pulang penuh dengan buah tangan kue, cukuplah bagi kami untuk di bagikan kepada orang rumah. 

Oleh - oleh kue Kolombengi



Pagi – pagi aku diantar ke kota oleh bang Anto menuju rumah bang Steve. Sesampainya dirumah bang Steve, bang Anto langsung pamit untuk berangkat kerja. Sekitar 30 menit menunggu bang Steve, akhirnya kami berangkat menuju Tanjung Kramat.



Motor kami melesat kencang, sebab hari semakin siang dan takut ketinggalan proses arak – arakan dan sekaligus proses masyarakat yang saling berebut kue yang ada di atas kapal.



Namun rejeki belum datang kepada kami, saat kami sampai di pantai, rombongan kapal sudah selesai berkeliling teluk. Saat itu juga moment warga berebut juga telah selesai. Aku sedikit sedih, namun mau dikata apa. Mungkin saja pertanda tahun depan aku di haruskan untuk datang kembali ke Gorontalo.


Kapal terakhir yang berkeliling membawa hiasan kue


Kami berdua hanya bisa menikmati sisa – sisa acara dan melihat beberapa kapal yang sempat berkeliling kembali untuk pulang. Namun di balik itu, aku tetap bersyukur karena saat malam hari aku bisa datang dan melihat langsung proses Dikili di Masjid dan keriuhan masyarakat menyambut Maulid Nabi Muhammad S.A.W di Tanjung Kramat, Gorontalo

6 comments:

  1. Setiap daerah memang berbeda-beda ya cara mempringati maulid nabinya. Aku rasa ini cukup beda, ya karena daerahnya juga beda. Serasa mengikuti acaranya secara lansung..hehe

    Hanya saja aku belum kebagian makanannya, Mas..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mas, setiap daerah mempunyai tradisi berbeda beda. Ini salah satu yang unik menurutku. Sayang rotinya udah abis haha

      Delete
    2. Haha.. yah, udah habis ya :(
      Iya sih memang unik, dan senang bisa melihat secara langsung ya, Mas..

      Delete
    3. Mungkin tahun depan bisa datang lagi mas biar bisa merasakan sensasi rebutan gunungan

      Delete
  2. Berarti itu semacam tradisi rebutan gunungan nasi kuning kalau di Jogja ya mas?

    Yah sayang nggak sempat ikutan, padahal saya pingin lihat fotonya juga... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hampir sama kak seperti rebutan gunung yang ada di Jogja, bedanya ini di pesisir pantai. iya bener banget, sayang karena ga tau jadwal pastinya. semoga saja bisa dapat kesempatan untuk datang kembali.

      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar untuk memberi semangat terus menulis.

Tunggu aku berkunjung ke Rumah berjalanmu.
Barangkali kita akan bertemu di Dunia Nyata dan Berbagi cerita

Jika Bermanfaat silahkan di bagikan

Salam Hangat
Ranselusang

Powered by Blogger.